
...𝗛𝗮𝗽𝗽𝘆 𝗥𝗲𝗮𝗱𝗶𝗻𝗴!!...
9 orang itu pun mulai memasuki pesawat pribadinya dan pesawat itu pun mulai lepas landas.
Beberapa jam kemudian mereka telah sampai di bandara Indonesia. Dan segera menaiki mobil bodyguard nya yang beberapa menit telah sampai. Lalu menuju ke mansion keluarga Catlyn.
Dan setelah sampai mereka pun istirahat di kamar masing masing. Walau pun mereka miss pada dia tapi harus ditahan karena adik/sepupunya sekarang masih jam sekolah.
...~♡~...
"Babi lo, enak aja nama gue Lea sembarangan lo manggil gue, emang nama gue ikan lele hah" Kata Lea berkacak pinggang.
"Ppffff, Iya dong kan lo kembaran nya" Kata Gita dengan menahan tawa tapi gak bisa jadi Gita langsung tertawa terbahak bahak.
"Anjjjj Lo pada" Kata Lea dengan nada merajuk pada teman temannya(-Tina).
Dan langsung memeluk Tina dengan manja sambil berkata.
"Tinaaa, lihat mereka jahat sama Lea yang cantik ini" Ucap Lea dengan nada memelas meminta pertolongan Tina.
"Kalian ga boleh gitu sama Lea kan jadinya kasihan." Kata Tina menasehati teman temannya.
"Huhhh, dasar Lea manja iwhhh" Ejek Gita sambil tersenyum dan menaikkan alis.
"Hahahaaa, njirr gue gak kuat pengen ngakak, liat komuk si Lea>_<" Ucap Sheela tertawa terbahak bahak.
"Awas lo kal--"
"Kringg"
"Kringg"
"Kringg"
Perkataan Lea terpotong karena bel berbunyi, dan mereka pun langsung memasuki kelas karena malas dihukum oleh Pak Jaenal guru tergalak di SMA PELITA.
"Udah ayo masuk kelas, sekarang pelajaran Pak Jaenal" Kata Sheela bergidik ngeri lalu berjalan mendahului teman temannya.
Skip Kelas
Suasana dikelas sangat ramai ada yang main game, scroll Tik Tok, ada yang gibah, ada yang gamon, ada yang ngumpul maraton drakor/drachin dan masih banyak lagi.
Sedang asik asik dengan kesibukan masing masing, tiba tiba datang seorang guru yaitu Pak Jaenal dengan muka datarnya.
Seketika kelas pun ricuh karena buru buru duduk di bangku masing masing.
"Ehm, Pagi anak anak" Kata Pak Jaenal.
"Pagiiii, Pakk" Ucap semua murid serempak.
Pak Jaenal melihat semua murid dan tertuju pada gadis mungil yaitu Tina.
"Itu yang di pojok sebelah kanan murid baru?" Tanya Pak Jaenal.
"Ya, Pakk" Ucap Tina.
"Ohh ya, kenalin nama bapak Jaenal guru fisika di kelas 11 IPA. Dan siapa nama kamu?" Tanya Pak Jaenal setelah memperkenalkan dirinya.
"Iya Pak, nama saya Chrisstina Althaia Catlyn panggil aja Tina" Ucap Tina.
"Baiklah ayo kita lanjut materi kemarin" Kata Pak Jaenal.
Dan pelajaran pun dimulai, ada yang mendengarkan, ada yang tidur, dan ada juga yang memainkan handphone nya.
Beberapa jam kemudian pelajaran pun selesai dan bel pun berbunyi.
"Kringg"
"Kringg"
"Kringg"
"Akhirnya selesai jugaa" Kata Gita dengan semangat.
__ADS_1
"Baiklah, sampai disini dulu pelajarannya minggu depan kita lanjut lagi" Kata Pak Jaenal sambil berjalan menuju keluar dari kelas.
"Baik, Pak" Ucap semua murid.
Semua murid pun berbondong bondong menuju kantin untuk mengisi bayi cacingnya yang sudah berbunyi.
"Kuyy, Kantin" Kata Sheela.
"Ayo" Ucap Gita sambil merangkul bahu Tina.
Skip Kantin
Setelah memesan makanannya mereka pun langsung memakan makanannya.
"Ehh kalian tau gak, si mak lampir udah sekolah lagi loh" Kata Sheela sambil mengusap bibirnya menggunakan tissu.
"Wihh, bakal ada siaran langsung" Ucap Gita.
"Ya, kayaknya" Ucap Lea.
"Sejak kapan Mak lampir bisa sekolah kan dia udah nenek nenek alias tua, ya kan?" Tanya Tina dengan polosnya.
"Astagaa, dia itu suka deketin Nathan mulu tapi di acuhin sama Nathan mungkin risih" Ucap sheela.
"Hmm, udah jangan ngomongin orang" Ujar Tina.
"Iya sih gak penting juga, malahan nambah dosa" Ucap Lea.
Skip Pulang Sekolah.
(Mon maaf, cerita nya aku cepetin).
Sekarang Tina sudah berada di mobilnya menuju mansion keluarga Catlyn. Karena keluarganya sudah datang sedari pagi.
"Sistem, penampilan gue gimana udah cantik kan?" Tanya Tina.
"Sudah Tuan" Ucap sistem.
"Oke deh, sis gue punya saudara berapa?" Lanjut Tina dengan penasaran.
"Oke deh, lumayan lihat cogan tiap hari" Ujar Tina sambil tersenyum lebar.
"Hm, sekalian cuci mata ya kan?.
Saya izin dulu mau ke markas pusat sistem" Ucap sistem.
"Yaa dong. Wihh, sistem juga sibuk ya? Kirain diem diem aja" Tanya Tina dengan muka melongo.
"Ya dong, saya kan serba bisa jadi saya sibuk" Bangga nya dengan sombong.
"Yaa yaa, sana pergi" Usir Tina.
"Hm, awas jangan rindu dengan saya Nona" Kata sistem langsung pergi karena malas mendengar toa ngamuk.
"Dih, narsis banget tu sistem, dasar prikk" Dumel nya.
Setelah sistem pergi, Tina sudah berada di depan gerbang Mansion yang sangat megah. Dan mengklason mobilnya agar di buka gerbangnya.
Dan beberapa bodyguard pun membuka gerbangnya dan Tina pun langsung masuk menuju ke dalam.
Perlahan kaki jenjang nya memasuki mansion, tiba tiba ada laki laki yang memeluknya dengan erat, yaitu sepupunya.
Grepp
"Ehh" ucap nya kaget.
"Baby, aku sudah lama menunggu mu pulang sekolah. Kenapa sangat lama" Kata laki laki yang memeluknya, yaitu Dion Ferdylo Catlyn.
"Ehmm, yaa abang kan sekolah pulang nya lama" Ucap Tina sambil menatap polos abang nya.
"Hm, kamu mandi dulu ya biar seger badannya" Kata Dion sambil mengecup pipi gembul adiknya itu dan sesekali mengigitnya.
"Ishh, abang jangan gigit pipi aku, kan nanti malah melar" Katanya sambil menutupi pipinya.
__ADS_1
"Hehe, soal pipi kamu minta dimakan sih" Ucap Dion cengengesan.
"Aku mau mandi dulu abang" Kata Tina sambil menaiki lift.
Setelah sampai di kamarnya, Tina pun langsung membersihkan tubuhnya. Selang beberapa menit mandi dan memakai pakaian santainya, Tina langsung merebahkan dirinya di kasur empuk itu.
Tanpa disadarinya ternyata abang nya masuk ke kamarnya dan langsung memeluk nya dari belakang.
"Ehh, ishh abang ngagetin aja" Kagetnya.
"Kamu wangi banget, abang jadi suka kamu" Kata Dion sambil mengecup leher adik nya itu.
"Aku gak ngerti, abang ngomong apa" Ucap Tina sok polos.
"Ishhh, jangan digigit kan geli" Lanjutnya sambil menabok kepala abangnya itu.
Brukk
Brukk
"Aduhh duhh, kenapa malah di pukul sih?" Tanya Dion sambil memegang kepalanya yang gak sakit sakit amat sih.
"Abang sih kenapa malah gigit leher aku, kan sakit dan geli" Ucapnya sambil memanyunkan bibirnya.
"Hmm, pengen aja kan itu tanda sayang kepada adiknya" Kata Dion sambil memperhatikan bibir adiknya itu.
"Ohh gitu ya?" Tanya Tina sambil menatap polos abangnya.
"Ya, ya, udah ayo kita tidur aja" Kata Dion padahal masih sore yee.
"Abang abang yang lain mana, abang?" Tanya Tina karena hanya melihat Dion di mansion ini.
"Ada urusan, paling bentar lagi pulang kok" Jawab Dion sambil merebahkan tubuhnya dan langsung membawa Tina kepelukannya.
"Oh, huumm" Ucap nya menganggukkan kepalanya.
"Abang, jangan peluk erat erat ishh, aku gak bisa nafas" Lanjutnya sambil melonggarkan tangan abangnya itu, tapi gak bisa karena tenaga nya sangat jauh berbeda.
"Yaa, maaf baby kan enak peluk kamu jadi abang gak nyadar deh" Kata Dion sambil melonggarkan pelukannya.
"Hmm, cepet tidur" Lanjut Dion sambil menepuk nepuk punggung adiknya.
Merasa ada tepukan di punggungnya Tina pun menutup matanya yang mulai memberat dan menuju alam mimpi.
Dion yang merasa nafas adiknya teratur lalu mengecup kepala adiknya. Dan memejamkan matanya.
Lalu mereka pun tertidur.
...~♡~...
Setelah beberapa menit mandi dan memakai pakaiannya, kemudian dia keluar dari kamar mandi sambil mencari keberadaan gadisnya itu.
Seketika Gibran pun panik karena gadisnya tidak ada di mana mana.
Dan memecahkan semua barang barang yang ada di apartemennya. Lalu langsung menyuruh anak buahnya untuk mencari gadis nakal nya itu.
"Arghhhh, kenapa kamu meninggalkan ku, baby?" Teriak nya dengan frustasi.
"Kenapa Rora kabur dari Lion?, Apa ada laki laki yang lebih menarik daripada Lion?" Pikirnya cemas sambil mondar mandir kesana kemari.
"Aku akan mendapatkan mu bagaimanapun caranya." Lanjut nya dengan senyum mengerikan.
"Ketika aku menemukan mu lagi jangan harap bisa kabur dari ku lagi, baby dan aku akan mengurung mu hanya untuk ku" Katanya dengan seringai.
Tbc.
...~♡~...
Sorry banyak typo.
Kalo gak suka ceritanya skip aja, ya.
Jangan menyusahkan diri anda sendiri dan saya.
__ADS_1
Sekian thank you.
...Don't forget to vote, like, comment, and follow...