Transmigrasi (Gadis Licik) Christina

Transmigrasi (Gadis Licik) Christina
Part 19.


__ADS_3

Hallo I'm back.


Walaupun dalam waktu ujian author sempetin buat up karena ga enak kalo kalian nungguinnya terlalu lama, hehhe.


Tetap santai dalam membaca.


...Happy Reading!!...


...Teriakan dan rintihanmu adalah alunan musik yang indah....


^^^Gibran^^^


Disini ditempat penyekapan Gibran sedang melampiaskan amarahnya kepada tahanan didepannya itu.


"LEPASIN GUE BAJINGA*NNN!!!" Teriak pria itu dengan menggerak gerakkan tubuhnya yang di rantai.


"Jangan berteriak didepan ku!" Ucap Gibran dengan menyayat bahu kanan pria itu sampai jari jari tangannya.


"Arghh, hentikan ini menyakitkan." Ucap pria itu sambil menahan rasa sakitnya.


Gibran menusukan belati itu pada bahu kirinya.


"Arghh, bu-nu-hh sa-j-a a-ku" Kata pria itu dengan terbata bata karena menahan sakit yang luar biasa.


Sedangkan Gibran tidak menghiraukan ucapan pria itu, tidak hanya itu Gibran mencongkel mata dan merobek mulut pria itu.


"Arghhhh" Rintihan pria itu.


"AMBILKAN AIR LEMON DAN GARAM" Teriak Gibran pada bawahannya.


Para bawahan nya pun langsung mengambilkan benda yang dibutuhkan Tuannya itu.


"Ini, Tuan." Kata anak buahnya itu, dengan menyodorkan benda itu. (air lemon+garam).


"Hm, keluar" Ucap Gibran sambil mengambil benda itu.


Setelah menerimanya Gibran langsung menyiramkan secara perlahan pada pria itu.


"Arghh, da-sa-r p-psychopat" Umpat pria itu dengan nada melemah karena kekurangan darah.


"Byurr"


"Byurr"


ARGGHHH


Dengan sadisnya Gibran menyiramkan campuran air lemon + garam itu ke tubuh pria itu, dan seketika pria itu pun berteriak kesakitan dengan sisa tenaganya.


"Teruslah berteriak karena teriakan dan rintihanmu adalah alunan musik yang indah." Kata Gibran dengan seringai menghiasi wajah tampannya.


"Saya akan melepaskan mu dan membantu mu bertemu dengan teman teman mu" Ucap Gibran pada pria itu.


Sedangkan pria itu tersenyum senang karena sebentar lagi akan bebas dari penyiksaan ini dan pria itu menahan rasa sakitnya di tubuhnya lalu berkata-


"Be-nar kah, k- au a-kan me-le-pas- kan ku?" Tanya pria itu dengan terbata bata serta ekspresi senang menghiasi wajahnya yang banyak goresan.


"Ya"


Lalu Gibran pun mengambil katana dan--


Blesss


Seketika kepala pria itu menggelinding jauh dan noda darah kemana mana.


"Aku terlalu baik, sehingga mempertemukan mu dengan Tuhan dan bertemu teman mu di Neraka. Ohh, apakah aku salah?" Gumam Gibran lalu pergi dari tempat itu untuk membersihkan dirinya yang terkena darah menjijikkan itu.


[Teman pria itu sudah dibunuh oleh bawahan Gibran]

__ADS_1


...~♡~...


Para boys yang lain pun mengikuti Dion karena mereka mendengar apa yang dikatakan Papi/Ayahnya karena suara telponnya sangat besar.


Skip


Sesampainya di mansion mereka bertujuh mengalihkan pandangannya pada gadis imut yang sedang duduk di sofa bersama ayah dan bunda nya.


Dan mereka pun tergesa gesa menghampiri Tina serta teriakan cemprengnya para boys itu dan langsung memeluknya, erat.


"Yaampun, akhirnya bocil gue ketemu hiksss. Kalo ga ketemu gue ga bisa jailin lagi tu bocil" Teriak Billy histeris + lebay yang membuat semua orang disana menatapnya geli.


"Ayangg kuhhh, kamu gak papa kan? Ada yang lecet gak? Atau ada yang sakit?"


"Baby, kamu gapapa kan? Abang sangat khawatir"


"SAYANGG, I MISS YOU SO MUCH"


"MY LOPE LOPE KU, DIMANA KAMU NYEMBUNYIIN KOLOR BARBIE ABANG, HAHH DASAR BOCIL GA ADA AKHLAQ!!"


"Anj telinga gue bangsa*t"


"Lo--"


"DIAM"


Seketika teriakan itu menghentikan teriakan alay ke7 pemuda itu.


Ya yang berteriak adalah ayah Adam karena merasa jengah melihat mereka begitu alay, lebay dll. Biasanya mereka akan memasang wajah datar, dingin, kulkas berjalan dihadapan semua orang, kecuali pada adik kecilnya itu.


Tapi sekarang lihatlah mereka badan kekar dan berotot tapi suara serak + cempreng mengalahkan ibu ibu demo dipasar.


...~♡~...


"Besok awasi gadis itu jangan sampai mati dan saya akan membunuh orang terdekatnya. Agar gadis itu trau--"


Brakkkkk


"Apakah anda tidak punya sopan santun? Tuan Ardi?" Pria yang dipanggil Jerome itu menahan kekesalannya terhadap Tuan Ardi.


"....."


Pria itu tidak menjawab dan berjalan lurus untuk menemui kulkas dan mengambil sebuah minuman untuknya. Lalu menjawab pertanyaan dari Tuan Jerome.


"Maybe, and looks like you should forget about this little thing, then talk about that girl and take revenge on his family."


(Mungkin, dan sepertinya kamu harus melupakan hal kecil ini, lalu berbicara tentang gadis itu dan membalas dendam pada keluarganya.)


"Ya, saya sudah memulainya, saya menyukai permainannya. Untuk membalas dendam pada mereka serta mengambil apa yang tua bangka itu berikan padanya, seharusnya itu harus menjadi milikku. Bukan dia." Kata Tuan Jerome sambil mengepalkan tangannya dengan wajah yang tidak bisa di artikan.


"Wow, luar biasa walaupun tidak sehebat saya, tapi lumayan lah." Ucap Tuan Ardi sambil menuangkan Bir ke dalam gelasnya. Karena sebelum duduk di sofa ruangan itu, Tuan Ardi berjalan menuju kulkas untuk mengambil bir.


(Situ mau muji apa ngehina, pak tua ups maksudnya Tuan Ardi?) ˚*˚


"Kalo kau bukan temanku sudah ku jual atau ku bunuh." Celetuk Tuan Jerome.


"Apakah aku menganggap mu teman ku, Tuan Jerome yang terhormat?" Ujar Tuan Ardi dengan nada yang santai.


"Cih, kalo bukan karena balas dendamku mana mungkin aku bekerja sama dengan kau" Batin Tuan Jerome menahan amarah.


"Up to you. It's not important anyway. I'm busy the exit is there." Kata Tuan Jerome sambil menunjuk pintu keluar.


(Terserah anda saja. Lagipula itu tidak penting. Saya sibuk pintu keluarnya ada disana).


"Hm, nanti saja saya sedang menikmati segelas bir ini."


Glekk

__ADS_1


Glekk


Ahh


Tuan Ardi meneguk bir itu dengan rasa yang nikmat walau agak sedikit pahit di tenggorokan.


"Terserah kau. Ah ya besok kirim putra mu untuk mendekati gadis itu, dan buat gadis itu jatuh cinta lalu tinggalkan." Kata Tuan Jerome sambil menatap Tuan Ardi dengan senyum jahat.


"Allright, as per your command Mr Jerome"


(Baiklah, sesuai perintah anda Tuan Jerome).


...~♡~...


Sementara dibelahan negara lain tepatnya di Sydney, Australia terdapat seorang pria yang berumur 28 tahun sedang memikirkan seseorang yang sangat berarti dihidupnya.


"Where are you dear? I've been looking for you for a dozen years but to no avail, have the people I sent for hacking decreased? Or is someone deliberately hiding you from me? If that's true, we'll see if you can hold on to mine." Batin pria itu dengan mengepalkan kedua tangannya dengan urat urat disekitar lehernya.


(Dimana kamu berada sayang? aku mencarimu selama belasan tahun tapi tidak ada hasilnya, apakah orang orang suruhanku kemampuan meretasnya menurun?


Atau ada orang yang sengaja menyembunyikanmu dariku?


kalo itu benar, kita lihat saja apakah kau akan bertahan menahan milikku.)


"No one can take away what is already mine will remain mine, forever. Even if you take it from me, I'll take it back even if it's dirty" Gumam pria itu dengan seringai.


(Tidak ada yang bisa mengambil apa yang sudah menjadi milikku akan tetap menjadi milikku, selamanya.


kalaupun kau merebutnya dari ku akan aku ambil kembali walaupun dengan cara kotor sekalipun).


Saat sedang memikirkan bagaimana caranya menjemput dia, tiba tiba pintu diketuk oleh seseorang dan orang itu ternyata asistennya.


Tok


Tok


Tok


"Excuse me sir, the meeting will start in 5 minutes, you'd better hurry to the room." Kata asistennya itu dengan sopan.


(Permisi Tuan, Rapatnya akan dimulai 5 menit lagi, sebaiknya anda segera menuju ruangan).


"Okay." Jawab pria itu dengan sedikit meninggikan suaranya, lalu merapihkan Jas nya yang sedikit kusut dan berjalan ke ruang meeting.


(Baiklah).


...


Dunia Sistem


"Apakah sistem yang lainnya yakin dan sudah setuju?" Tanya sistem Tina yang bernama Leo itu.


Kenapa sistem itu tidak memberitahukan kepada Tina nama aslinya? Ya karena Tuan Utama seluruh sistem tidak memperbolehkan memperkenalkan nama aslinya kepada orang asing, walaupun mereka itu adalah majikannya.


"Ya, apakah anda keberatan?" Tanya Tuan Utama sistem itu.


"Ti- ti- dak sama sekali Tuan" Ucap Leo sambil menundukan kepalanya.


N : Saat di dunia sistem, seluruh sistem diwajibkan memakai tubuh manusia dan ada juga yang memakai tubuh asli mereka, seperti fairy, kupu kupu, manusia, dll atau campuran seperti manusia bertelinga runcing dengan kuku yang panjang dan berwarna merah, serta wajah yang sedikit menyeramkan.


Dan Leo adalah berbentuk asli manusia. Kenapa bisa jadi sistem? Nah tunggu di part selanjutnya, hehe.


"Hm, baiklah segera kembali ke Tuan mu itu dan jaga dia sebaik mungkin agar kita tidak di marahi oleh dia." Kata Tuan Utama sistem itu.


"Baik Tuan, kalo begitu saya permisi." Ucap Leo lalu menghilang dengan teleportasinya dan menjadi sistem kembali.


Tbc.

__ADS_1


...Don't forget to vote, like, comment, follow, and favorite....


...See you♡...


__ADS_2