
...Happy Reading!!...
Diruang rawat, Tina kembali memikirkan pertemuan nya dengan Chrisstina asli dan dia mengatakan..
Flashback on
"Eh anjir gue dimana nih? Perasaan gue tadi ketemu cogan dan? Pingsan. Duh gimana kalo dia ilfeel sama gue? Mana ganteng banget lagi tapi lebih gantengan Hyunjin sih apalagi Jaehyun suamiable banget. Hihihi " Gumam Tina dengan cengengesan, lalu berjalan menelusuri taman indah namun sunyi.
Tiba tiba di belakangnya ada suara yang membuatnya terkejut.
"Hai" Ucap seseorang di belakang Tina.
"Eh selingkuhan gue Jamal" Latah Tina sambil membalikkan badan ke belakang.
"Hahaha"
Tawa halus seseorang dan dia adalah Chrisstina asli.
"Lo siapa njir? Ketawa lo mirip mbak kun kun" Tanya Tina tanpa dosa.
"Ish, lo tega banget sih masa gue mirip Lisa-Aespa gini dibilang mbak kunti" Celetuk Chrisstina lalu duduk lesehan di rumput di ikuti Tina.
"Lisa-Blackpink." Koreksi Tina.
"To the point!!" Tegas Tina.
"Tolong, bantu gue balas dendam sama orang yang bikin gue celaka bahkan sampai gue meninggal." Ujar Chrisstina.
"Ciri ciri?" Tanya Tina.
"Mata merah cerah. 2 orang" Jawab Chrisstina.
"Imbalan?" Ucap Tina.
"Apapun yang lo mau, atau mau balik ke dunia lo?"
Deg
"Okay, nanti gue pikirin." Kata Tina santai.
"Thanks dan tolong jaga keluarga gue" Ungkap Chrisstina sambil memeluk Tina dengan erat.
Tina pun membalas pelukan hangat itu dengan kasih sayang.
"Sekali lagi terimakasih,"
"Vio"
Lalu semuanya gelap.
Flashback off
"Mata merah cerah, 2 orang dan Vio?" Gumam Tina.
"Siapa Vio dan ada hubungan apa?" Lanjutnya.
"Reon" Panggil Tina.
"Aku di sini Rora" Jawab Reon dengan bentuk hamster kecil berwarna putih.
"Ganti wujud, hm?" Tanya Tina lalu mengambil hamster itu ke pangkuannya.
Hamster itu menganggukkan kepala kecilnya itu.
"Jadi?" Tanya Reon.
"Aku ingin pill penyembuh tingkat tinggi untuk menghilangkan rasa sakit ini" Kata Tina.
__ADS_1
"Poin dipotong 250." Ucap Reon dan seketika ada pill ditangan Tina.
"Hm seperti permen tapi ini agak panjang dan gemuk." Gumam Tina sambil memperhatikan pill itu.
Lalu memakannya tanpa curiga.
Glekk
Cling
Dan seketika badannya kembali pulih. Rasanya semua beban di tubuhnya menghilang.
"Reon, buatlah semua seperti biasa dan melupakan kejadian ini. Sepertinya ini terlalu alay? Ah tidak tapi tubuh ini terlalu lemah." Ucap Tina dengan senyum miring.
Reon bingung dengan perintah dari majikannya ini. Bukankah dengan keadaan yang tidak baik ini membuatnya lebih diperhatikan oleh mereka?. Walaupun bingung tapi dia tetap menjalankan tugasnya.
"Dan antarkan aku ke apartemen dengan teleportasi"
"Baik, semua totalnya 300 poin" Ujar Reon.
"Poin anda di potong 550" Lanjut Reon.
"Hm, Tampilan status" Ucap Tina.
"Status ditampilkan"
"Ting"
"Ting"
...Nama : Chrisstina Althaia Catlyn...
...Pemeran : Figuran...
...Umur : 16 Tahun...
...Kecantikan : 70%...
...Kelicikan : 80%...
...Kepintaran : 90%...
...Keahlian : Multitalenta...
...Hadiah Misi :...
...-Mobil Sport...
...-Pengharum badan alami...
...-Uang 50M di Black Card...
...-Wangi Rambut Alami...
...-Handphone Iphone keluaran terbaru...
...-Mansion mewah di tengah hutan...
...-Poin 500...
...-Senjata : Pistol, belati, katana...
...Poin : 19.510...
"Poin ku tinggal sedikit jadi besok kita mulai misinya" Ucap Tina lalu tiba tiba menghilang di telan bumi eh maksudnya menghilang teleportasi dan semuanya kembali seolah olah tidak terjadi apa apa.
[Selamatlah wahai bunda Lisna dan ayah Adam. Karena tidak perlu memberitahu yang sebenarnya kepada curut curut itu.
__ADS_1
Atau mungkin ayah dan bunda juga melupakannya?]
...•••...
"Kenapa kita disini?" Tanya Billy
"Entahlah, mungkin kau sudah tua makanya lupa" Jawab Zio lalu keluar dari ruang VVIP diikuti yang lainnya.
"Sakit hati dedek bang" Dramatis Billy sambil memegang dadanya.
"Bukan sepupuku" Batin mereka karena suara Billy terdengar sangat keras.
...•••...
"Akhirnya bebas dari orang orang posesif itu. Sepertinya tubuh ini harus dilatih untuk kedepannya, agar terbiasa dengan kebiasaan ku." Kata Tina sambil rebahan di kasur kesayangannya.
Elbara?
Gibran?
Dion?
Nathan?
Varrel?
Atau seseorang?
"Haruskah aku memilih satu atau membuat harem?" Tanya Tina kepada dirinya sendiri.
"Maafkan aku suami suami ku tercinta berkat wajah tampannya membuat aku oleng ke sana kemari" Celetuk Tina sambil mengusap lalu mencium poto polaroid yang memperlihatkan beberapa wajah tampannya serta absnya.
"Sepertinya aku tidak normal"
"Kenapa aku harus jatuh cinta setiap pertama kali melihat cogan? Arghhh mommy help me!!"
"Tidak, aku tidak jatuh cinta tapi hanya mengagumi wajah tampannya"
"KENAPA DI DUNIA INI BANYAK SEKALI GODAAN COGAN + DUDANYA, APALAGI SUGAR DADDY. SERTA SUAMI ORANG" Teriak Tina sambil berguling guling dikasurnya.
"Tuan saya ingin ganti majikan. Saya tidak mau mendapatkan majikan yang gila" Mohon Reon. 'Sepertinya saya tertekan'
...•••...
"Elbara" Ucap seseorang pria paruh baya bernama Antonius Federico Balzaretta dia ayahnya tepatnya ayah angkatnya.
Ingat bukan bahwa kedua orang tuanya telah meninggal karena dibunuh?
Terus kenapa bisa mempunyai ayah angkat?
Because takdir.
"Apakah sudah selesai?" Lanjut Anton bertanya kepada Elbara di depannya itu.
"Huh, kau membuang waktu berharga ku pak tua." Ketus Elbara lalu kembali memperhatikan laptop dihadapannya.
"Hahaha, tenang boy gadismu itu akan tetap aman. Walaupun banyak yang menginginkannya. Apakah kau ingin mengalah?" Anton tertawa lalu mengucapkan informasi yang dicari anaknya.
"Tidak ada kata 'Kalah' dalam kamus Elbara Satya Valentino. Walaupun harus menyingkirkan serangga." Ucap Elbara dengan senyum manis yang mengerikan.
"Papa punya seseorang untukmu"
"Masuk"
Ceklek
"Tuan"
__ADS_1
"Mata berwarna merah?"
Tbc.