
...Happy Reading!!...
...~♡~...
Disini lah sekarang Tina berada di mansion Catlyn. Kenapa bisa lepas dari mafia bulol?
Jawabannya adalah dengan merayu El beberapa jam dengan susah payah dan akhirnya berhasil.
Flashback on
Setelah selesai makan, mereka berdua pun menuju ruangan pribadi khusus El dan gadisnya. (Semacam kamar tapi agak luas).
Sedari tadi El terus menerus menempel kepada Tina, katanya takut gadisnya kabur.
...
...
...(Kira kira seperti itu lah posisinya.)...
...(Males deskripsiin nya'-')...
"Om?" Tanya Tina sambil mengigit kecil dada El.
"Awshh sakit, baby jangan digigit."
Padahal segitu gak sakit sakit amat menurut El. Tapi demi memerankan suami yang tersakiti oleh istrinya yang kdrt. Ya, latihan jadi suami yang baik dan nurut istri lebih tepatnya sih suami takut istri.
"Dan jangan panggil saya om, saya masih muda. Panggil saya sayang, kakak, baby, honey, sweetie, kalo gak mas aja" Ucap El sambil mengelus elus kepada Tina.
"Oke, my honey bunny sweetie Bara" Ucapnya terkekeh karena ucapannya sangat lebay.
Sedangkan El muka serta telinganya memerah karena baper? Maybe.
Siapa sih yang gak baper pas di gombalin crush.
Skip!
"Sistem, oyy sistem my babu, kemana lo gak muncul muncul?" Tanya Tina dalam batin.
"Saya disini Nona, apakah anda merindukan sistem yang imut + ngangenin ini?" Ucap sistem narsis.
"Dih, kepedean amat lo gue gak kangen, cuma gue mau pulang pasti di mansion pada khawatir sama gue." Kata Tina sambil memikirkan keadaan mansion yang pastinya heboh apalagi babang Dion yang kelewat posesif.
"Anda tinggal mikir saja kan pinter bro" Celetuk sistem dengan nada gaulnya.
"Iya yah, kenapa gue gak kepikiran" Gumamnya.
"Nah, buat apa punya otak tapi gak dipake. Mau nya instan mulu" Ujar sistem ngejlebbb kena usus.
"Ngasih saran atau nyindir lo?" Sinisnya.
"Dua duanya" Jawab sistem tanpa dosa.
"Dah lah gue mau naklukin nih om mapia yang sialnya ganteng pake buangetttt" Kata Tina dengan tidak ikhlas. 'Pengen disini bareng om mapia tapi dimansion heboh karenanya' Begitulah pikirannya.
"Santai aja, disana banyak cogan mengantri untuk melamar anda, termasuk mas Yeonjun" Ujar sistem memberikan pencerahan pada otak Tina.
"Okey sip lah, calon suami tunggu calon istri mu yang cantik ini datang" Ucapnya dengan semangat.
(Lancar banget menghalunya bestie, awokawok).
Skipp
___
Sedangkan El khawatir karena gadisnya terus menerus melamun.
(Padahal lagi ngobrol ama sistem).
"Baby? Kenapa ngelamun, hmm?" Tanya El dengan suara yang arghhh.
Tina pun yang tersadar langsung ter errrr gitu sama suaranya apalagi yang hmm nya itu loh serasa ngajak nikah. Wkwk.
"Hahh, hm i-tu i-tu" Ucapnya terbata bata karena salting ditatap (cogan tapi lebih ke sugardaddy) intes cuyy.
__ADS_1
"Omoo, omooo aaaaa gilaaa ganteng bangett, om mapia jadikan lah aku sugar baby mu, betapa senang aku jika itu terjadi.." Batin Tina dengan wowww sambil menatap balik El.
"Terpesona, hmm?" Tanya El sambil menangkup kedua pipi Tina.
"Ehh, hehee iya soal nya Bara ganteng banget, jadi pengen nikahin deh" Ucapnya sambil cengengesan.
Niatnya pengen ngebaperin tapi malah dibaperin, awokawokk.
(Sabar Bara ini ujian hati dan jantung mu yang tidak aman.)
"Njir ko malah gue yang baper, asu" Batin El kesel. El pikir Tina bakal seperti cewek cewek pada umumnya yang dibaperin bakal guling guling gak jelas, tapi ini malah gue yang baper, dasar perasaan baperan.
"Ekhmm" Dehemnya sambil melepaskan tangkupan nya pada kedua pipi gembul itu.
"Bara, aku mau pulang ya, pasti Bunda khawatir aku gak pulang pulang" Kata Tina dengan puppy eyes.
Bara pun langsung menatap tajam Tina. Lalu mengalihkan pandangannya karena tidak kuat melihat keimutan wajah baby face itu.
"Gak" Jawabnya singkat.
"Bolehh yaaa , yaaa, yaaa Bara kan calon suami aku yang ganteng, wangi, kayaraya, dan pastinya hot daddy, hehehe, masa gak bolehin aku pulang. Nanti calon mertua gak ngerestuin loh" Bujuknya dengan terkekeh lalu nada yang dibuat sesedih mungkin.
Elbara yang melihat itu pun tidak tega jadi El pun mengizinkan gadisnya pulang ke mansionnya, walaupun gak ikhlas.
"Baiklah, tapi jangan deket deket sama laki laki lain dan ingat kamu itu hanya milik seorang Elbara Satya Valentino, ngerti!!?" Perintahnya tanpa bantahan.
"Siap bos, aaaaa jadi sayang sama Bara deh dan--"
Cup
Kecupan itu mendarat di pipi kanan Bara, yang membuat pemiliknya blushing dan senyum senyum kek orgil.
"Aku mau pulang sekarang, Bara" Kata Tina.
"Sekarang? Yaudah aku anterin ya" Ucap El sambil berdiri mengambil kunci mobilnya dilaci.
"Iya sekarang, dan gausah dianterin ya. Cukup suruh bodyguard Bara aja yang anterin aku, okee" Ucapnya dengan riang.
"Kenapa? Gak mau aku anterin ya?" Lesu Bara.
"Ngga ko, Bara kan abis pulang kerja pastinya cape kan, jadi sebagai calon istri Bara yang ganteng + hot jadinya Bara harus istirahat biar gak sakit, nanti kalo sakit emang Bara mau aku tinggalin nyari cowo lain" Bujuk nya dengan ucapan ucapan buaya betinanya.
"Hmm, baiklah tapi gak boleh nyari cowo lain lagi, paham sayang" Kata El sambil mengelus elus kepala Tina dengan lembut.
"Oke, Bara ku yang ganteng"
"Kalo gak khilaf, hehehe" Lanjut nya dalam batin sambil terkekeh.
Flashback Off
...~♡~...
Sedangkan disini lain para boys Catlyn sedang khawatir dan panik karena belum menemukan adik kecilnya itu.
"Gimana apa udah ketemu?" Tanya Dion menatap mereka satu persatu.
"Belum" Jawab mereka dengan lesu.
"Kena--"
Belum sempat Dion menanyakan lebih pada saudara saudaranya tiba tiba ponsel nya berdering.
Kringg
Kringg
Ternyata itu telpon dari papinya, dan buru buru Dion pun mengangkat telpon itu.
"Hall--"
^^^"Hallo, Pi bagaimana apakah sudah ketemu dan bagaimana kondisinya tidak ada yang lecet kan?" Tanya Dion beruntun bahkan memotong ucapan Papinya itu.^^^
"Heh, dasar ponakan laknat jangan maen potong aja."
^^^"Tudep" Kata Dion dingin.^^^
"Punya ponakan kaga ada yang waras.
__ADS_1
Udah ketemu sekarang balik ke mansion."
Tuttt
Panggilan itu pun ditutup sepihak oleh papinya itu dan Dion pun langsung menuju mansion.
Para boys yang lain pun mengikuti Dion karena mereka mendengar apa yang dikatakan Papi/Ayahnya karena suara telponnya sangat besar.
...~♡~...
Terdapat beberapa orang di sebuah mansion atau bisa disebut keluarga. Keluarga yang dulunya harmonis tiba tiba berubah karena kedatangan orang yang ingin menghancurkan rumah tangganya.
Setiap hari, setiap bertemu selalu ada pertengkaran dan kesalahpahaman.
Melihat orang tuanya bertengkar gadis itu hanya diam dengan tatapan kosong dan menunggu seseorang yang bisa membawanya pergi dari sini.
Gadis itu sudah lelah dipukul, dicambuk, dikurung bahkan tidak diberi makan. Haha orang tua macam apa mereka, orang yang dulunya selalu ada pada saat suka maupun duka. Lalu sekarang? Mereka yang menciptakan duka pada setiap waktunya.
Plakkkk
Plakkkk
Dua tamparan dipipi gadis itu namun gadis itu hanya diam tanpa meringis. Mungkin sudah kebal.
Walaupun hatinya hancur karena pahlawannya, jagoannya yang selalu di bangga banggakan kini dia menamparnya.
Sekuat tenaga dia agar tidak menitihkan air matanya.
"KENAPA KAMU SELALU MENYUSAHKAN SAYA, GARA GARA KAMU SAYA SELALU SIA*L, ANDAI SAJA KAMU TIDAK DILAHIRKAN SAYA TIDAK AKAN SIAL SETIAP SAAT INI. DASAR TIDAK TAU MALU, DASAR JA*LANG PEMBAWA SIA*L!!" Teriak Pria paruh baya itu sambil menjambak rambut gadis itu sampai rambutnya sedikit rontok.
"Hikss, stopp pih hikss ini sangat sakit lebih sakit hati aku pihh, disini--"
Runtuhlah pertahanan gadis itu agar tidak menangis dan sambil menunjuk dadanya.
"Disini rasanya sangat sakit, hikss apa kalian tidak punya perasaan bahwa ucapan kalian itu sangat membuat ku sakit hati, hikss" Ucap gadis itu sambil terduduk dilantai karena pria paruhbaya itu telah melepaskan jambakanya.
"SAYA TIDAK PEDULI SEKALIAN KAMU MATI AJA, DAN JANGAN PANGGIL SAYA PAPIH KARENA SAYA TIDAK MEMPUNYAI ANAK PEMBAWA SIA*L SEPERTI KAMU!!" Lanjut nya lalu pergi dari tempat itu.
Gadis itu pun langsung berlari ke kamarnya menumpahkan rasa sakitnya.
Dan meminum obat agar sakitnya tidak kambuh.
"Hikssss, hiksss BAJINGA*NN ARGHHHHH Aku membenci kalian tapi aku juga menyayangi kalian" teriaknya sambil menjambak rambutnya sendiri.
"Tolong segeralah datang padaku, aku sudah tidak sanggup lagi." Gumamnya.
Setelah itu matanya pun memberat. Karena kelelahan dan efek yang ada pada obatnya, membuatnya terlelap.
...~♡~...
"HAHAHA, akhirnya rencana ku berjalan dengan lancar" Kata pria itu sambil melihat layar dihadapannya.
"Ya, apakah anda puas Tuan?" Tanya seorang asistennya sambil memberikan berkas berkas yang sama dengan isi layar itu.
"Lumayan, tapi menurutku itu sangat kurang. Saya akan memberikannya sedikit hadiah lagi." Kata pria itu sambil tersenyum smirik.
"Anda sangat kejam, Tuan" Ujar asistennya.
"Ya, dan saya sangat menyukainya." Kata pria itu.
"Besok awasi gadis itu jangan sampai mati dan saya akan membunuh orang terdekatnya. Agar gadis itu trau--"
Brakkkkk
"Welcome Tuan----"
Tbc.
...𝐀𝐝𝐚 𝐲𝐠 𝐧𝐮𝐧𝐠𝐠𝐮𝐢𝐧 𝐜𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐢𝐧𝐢?...
...𝐀𝐤𝐮 𝐮𝐩 𝐥𝐚𝐠𝐢 𝐧𝐢𝐡, 𝐠𝐚 𝐭𝐚𝐮 𝐤𝐚𝐥𝐨 𝐛𝐞𝐬𝐨𝐤....
...𝐊𝐚𝐲𝐚𝐧𝐲𝐚 2 𝐦𝐢𝐧𝐠𝐠𝐮 𝐢𝐧𝐢 𝐚𝐤𝐮 𝐬𝐢𝐛𝐮𝐤 𝐛𝐧𝐠𝐭:( 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐠𝐚 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐮𝐩 𝐥𝐚𝐠𝐢.....
...𝐀𝐤𝐮 𝐮𝐬𝐚𝐡𝐚𝐢𝐧 𝐤𝐚𝐥𝐨 𝐚𝐝𝐚 𝐰𝐚𝐤𝐭𝐮 𝐥𝐮𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐚𝐤𝐚𝐥 𝐮𝐩....
...𝐃𝐨𝐧'𝐭 𝐟𝐨𝐫𝐠𝐞𝐭 𝐭𝐨 𝐯𝐨𝐭𝐞, 𝐥𝐢𝐤𝐞, 𝐜𝐨𝐦𝐦𝐞𝐧𝐭, 𝐚𝐧𝐝 𝐟𝐨𝐥𝐥𝐨𝐰....
__ADS_1
...𝐒𝐞𝐞 𝐲𝐨𝐮....