Transmigrasi (Gadis Licik) Christina

Transmigrasi (Gadis Licik) Christina
Part 21.


__ADS_3

...Happy Reading!!...


Tiba tiba


Braakkkkk


Deg


"Abang ishh, hampir aja jantung aku copot" Ucap Tina dengan santai seolah tidak terjadi apa apa. Dan untuk Reon dia langsung menghilang setelah memberitahukan bahwa sebentar lagi ada orang yang masuk ke dalam kamarnya ini.


Flashback On.


"Makk, pipi anak mu tidak perawan lagi" Batin Reon histeris.


"Ekhem" Dehem Reon lalu menatap Tina dengan tatapan errrrrr setelah itu Reon mendekatkan wajahnya, kini wajah mereka sangat dekat bahkan hidungnya saling bersentuhan.


Reon pun mengalihkan bibirnya pada telinga Tina dan membisikkan sesuatu padanya yang membuatnya was was.


"Ada orang yang ingin masuk ke kamarmu, bersiaplah, dan tetap tenang." Bisik Reon lalu menghilang entah kemana.


Tiba tiba


Braakkkkk


Deg


Flashback Off


"Hehe, sorry dek kalo abang buat kamu kaget salahin tuh bang Darren siapa suruh dorong abang yang ganteng ini." Kata Billy sambil cengegesan lalu menyengol Darren yang ada di sebelahnya.


"Awas lo!" Ucap Darren julid lalu menabrak bahu Billy dan mendekat ke arah Tina.


"Baby, abang kangen" Manja Darren lalu memeluk Tina dengan erat.


"Abang kenapa kangen kan barusan udah ketemu" Tanya Tina sambil membalas pelukan Darren.


"Kangen aja." Ucap Darren sambil menyembunyikan wajahnya dileher jenjang adiknya.


"Njir kenapa 2 kutil badak pake kesini lagi, gagal deh gue rebahan, padahal tuh drakor dan drachin dah manggil manggil gue" Batin Tina lesu.


Sedangkan Billy yang melihat raut wajah Tina yang mengeluh seperti cape, menyalah artikan arti raut wajah itu.


"Udah bang rindu rinduannya nanti aja, kasihan tuh bocil gue kayanya kecapean deh" Ucap Billy dengan melepas pelukan Darren kepada Tina.


Mendengar ucapan Billy, Darren pun langsung melihat raut wajah adiknya itu, seketika merasa bersalah dan menyenggol tangan Billy lalu buru buru melepas pelukannya.


"Maafin abang ya sayang, udah ganggu waktu istirahat kamu" Kata Darren dengan wajah bersalah.


"Ehh, abang gapapa kok. Mending sekarang abang istirahat aja ya, pasti abang kecapean udah nyari aku ke sana kemari. Lalu nanti malam kita ke pasar malam dan besok siangnya kita ke mall, okeee." Ucap Tina sambil menatap mata kedua abangnya itu.


"Abang juga mau ikut yaa" Kata Billy dengan wajah memelas.


"Ga" Timpal Darren dengan menatap Billy sinis.


"Oke, abang Billy juga boleh ikut kok" Kata Tina yang membuat Darren kesal dan tidak terima.


"Ga bisa gitu dong, kan ini waktunya abang sama kamu doang" Ucap Darren kesal.


"Eits, ga boleh ada penolakan. Pokoknya gue ikut. Wlee" Kata Billy meledek Darren.


Tina pun yang melihat keduanya akan baku hantam langsung membisikan sesuatu kepada Darren yang membuatnya senyum senyum sendiri. Ke orgil, awoakwok.


"Udah, abang ga usah ngambek. Nanti kita happy fun berdua asal mereka ga tau." Bisik Tina lalu tersenyum ke arah Darren.


"Hmm" Angguk Darren lalu tersenyum lebar. Selebar pantat mu°•°


Sedangkan Billy yang melihat Darren senyum senyum sendiri pun membuatnya was was. Dan tetap waspada agar tidak ada sesuatu yang buruk menimpa dirinya.


Tiba tiba Darren pun menarik kerah Billy dan membawanya keluar dari kamar Tina.


"Eeehh, duhh bang kira kira dong. Kecekek (Kecekik) nih" Ucap Billy sambil memegang lehernya.


"Itu sih DL, Derita Lo. Hahaha" Kata Darren dengan terbahak bahak lalu kabur sebelum mendengar ceramah Billy.


"DASAR TUKANG NGOLEKSI KOLOR BARBIE, AWAS AJA TUNGGU PEMBALASAN PANGERAN BILLY YANG GANTENG, SE*XY, DAN IMUT INI" Teriak Billy erosi. Sampai sampai suaranya terdengar ke penjuru mansion.


...•••...


Sedangkan dikamar terdapat 2 paruh baruh baya yang sedang mesra mesraan duduk disofa sambil menonton tv. Ketika ada adegan kiss kedua paruh baya itu saling menatap dan mulai mendekatkan wajah mereka ketika akan bersentuhan tiba tiba mendengar teriakan yang membuat mereka kaget setengah mati.


"Astagfirullah, siapa sih yang teriak siang siang bikin jantungan aja." Kata wanita paruh baya itu yang ternyata adalah bunda Lisna.


"Btw, kamu Kristen sayang." Ucap ayah Adam terkekeh. Walaupun tadi hampir aja jantungnya copot karena teriakan toa itu.


"Iya juga ya, duh ini nih akibat punya banyak temen dari berbagai macam agama jadi ikut ikutan deh" Gumam bunda Lisna tapi masih di dengar oleh telinga tajam ayah Adam.


"Udah lah bun, ayo kita lanjutin kegiatan tadi yang sempat tertunda." Kata ayah Adam menggoda bunda Lisna.


"Ish, ga ingat umur udah aki aki juga" Sinis bunda Lisna lalu pergi ke kamar mandi.


"Yah, puasa lagi." Lesu ayah Adam.


...•••...


Sedangkan disebuah caffe tepatnya diruang VVIP terdapat sekumpulan pemuda yang sedang berbincang bincang, melepas rindu. Awokawok.


"Heyy, what's up broo?" Kata pemuda yang baru saja datang. Yang bernama Hendra.


"Nih, katanya Dilon kangen lo, ahahaha" Ucap pemuda yang bernama Risky, yang sedang tertawa terbahak bahak karena melihat wajah temannya itu.


"Bangsa*t, btw gue masih suka cewek" Kata pemuda yang bernama Dilon itu.


"Eehhh si bos, tumben diem diem aja kan biasanya juga ikut nimbrung?" Tanya pemuda yang bernama Fadil.


"Mungkin lagi galau, ya boss" Jawab pemuda yang bernama Arif, yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari orang yang dipanggil bos itu.


"Ehehe, monmaaf ya bos. Emang nih mulut suka kelepasan." Kata Arif yang takut dengan tatapan tajam itu.


"Hm" Dehem pemuda yang dipanggil bos itu yang bernama Felix.


"Rasain, mampus lo" Ledek pemuda yang bernama Fajar yang langsung dihadiahi pukulan maut dari Arif.


Pukk


"Aww, ihhh sakit tauuu" Kata Fajar dengan nada seperti perempuan lebay.


"Anji*r lo, cocok amat mending jadi waria aja, gimana?" Kata pemuda yang bernama Rehan.


"Siala*n hahahahaha, suaranya kek tikus kejepit njirr" Celetuk pemuda yang bernama Ikbal itu sembari tertawa terbahak bahak.


"Goblok, kenapa hamba mempunyai teman seperti mereka ya Allah" Dramatis Fajar sembari mengadahkan tangannya.


"Plakk"


"Plakk"


"Bukk"


"Bukk"


Seketika mereka melayangkan tabokan kepada Fajar, yang membuat sang empu merasa sakit yang luar binasa ehh biasa.


"Anjing, sakit goblok. Lo mau gue laporin polisi hah, dasar KDPTS" Dramatis Fajar.

__ADS_1


"KDPTS apaan anjir?" Tanya Dilon bingung.


"Kekerasan Dalam PerTemanan dan perSahabatan" Jawab Fajar dengan santai.


"Bab*i"


"Seta*n"


"Anj"


"Monkey"


"Gorila"


"Aykam"


(Ayam Kambing)


"Lo pada ngapain anjir? Ngapalin nama hewan?" Tanya Fajar dengan watados.


"Bos, gue izin buang nih bocah dongo yah" Kata Arif sambil menujuk Fajar.


"Buang aja, masih banyak cadangan kok" Ucap Felix.


"Hiks, kau tegaa Rhomaa" Kata Fajar dengan lebay.


"Udah ah anjing, banyak drama kaya drama korea aja" Lerai Fadil yang sudah jengah melihat kelakuan temannya itu.


"Mending kita tebak tebakan yuk, yang menang nanti gue traktir selama 2 bulan, gimana?" Tanya Rehan sambil menatap teman temannya.


"Oke dan yang kalah jadi harus bayar denda 2 juta, gimana?" Kata Risky.


"Oke, deal" Ucap mereka.


"Oke mulai, gue dulu. Ikan, ikan apa yang kepalanya keras?" Tanya Rehan.


"Gurame"


"Lele"


"Hiu"


"Paus"


"Eitss, salah. Jawabannya adalah Ikan pake helm. Hahaha" Kata Rehan sambil terbahak bahak.


"Anji*r"


"Bangsa*t"


"Siala*n"


Begitulah umpatan umpatan yang keluar dari mulut mereka.


"Sekarang giliran gue. Sayur, sayur apa yang paling dingin?" Tanya Risky.


"Wortel"


"Bayam dalam kulkas"


"Kangkung"


"Selada"


"Toge"


"Salah, jawabannya adalah kembang cold" Ucap Risky.


"Harus banyak banyak sabar" batin mereka dalam hati.


"Lanjut"


"Luas"


"Lebar"


"Ga sempit"


"Rame"


"Salah, jawaban adalah Bandara Juanda, soalnya juanda kembang. Ahahaa" Ucap Ikbal.


"Itu Janda goblok bukan juanda" Kata Dilon greget pengen buang Ikbal ke panti Jompo biar jadi tua.


"Lanjut"


"Motor, motor apa yang selalu salah?" Tanya Fadil.


"Nmax"


"Honda"


"Beat"


"Motor sport"


"Salah, jawabannya adalah Yamaap" Kata Fadil.


"Astagfirullah Yahama ehh typo Yamaha, goblok"


"Darting gue lama lama"


"Dah, Lanjut"


"Benda apa yang kalau dimasukin dua jari ke dalam lubangnya, bisa bikin terkejut?" Tanya Arif.


Seketika otak mereka treveling ke Kanada.


"Hayoo, pada ngeres ya otaknya" Ledek Arif menggoda mereka.


"Anjir, ga bisa diajak serius nih otak" Kata Fadil.


"Huh lama, jawabannya adalah colokan listrik" Kata Arif dengan menaik turunkan kedua alisnya.


"Iya juga yah, kenapa ga kepikiran" Batin mereka.


"Giliran gue. Sering dipegang, dipencet pencet, ada suaranya. Benda apa hayoo?" Tanya Hendra.


"Treveling ga tuh otaknya? Hahaaha" Kata Hendra, mengejek teman temannya.


"Robot"


"Boneka hidup"


"Barbie bisa ngomong"


"Salah, jawabannya adalah handphone, awoakwok" Kata Hendra dengan tersenyum lebar, lalu tertawa.


"Lanjut"


"Siapa presiden yang imut?" Tanya Dilon.


"**. Habibie"

__ADS_1


"Jokowi"


"Soekarno"


Dll


"Salah, jawabannya adalah Kim Jong Unch. Hahaha" Kata Dilon.


"Hahahahaha, anjir bener juga"


"Haha, awas lo nanti diamuk sama rakyatnya"


"Kaga lah, maybe"


"Dih, so enggres"


Bla bla bla.


"Lanjut"


"Penyanyi luar negeri yang susah nelen? Tanya Risky.


"Apaan anjir, baru denger gue."


"Kalo susah nelen ga mungkin jadi penyanyi lah"


"True"


"Jawabannya adalah Ed sered." Kata Risky.


"Hahaha"


"Njir"


"Sabar"


"Lanjut"


"Sebutkan 10 hewan buas dalam waktu 10 detik!" Tanya Fadil.


10


9


8


7


6


"Singa, Macan, Jerapah, Buaya, Kangguru, Anjin*g, Kancil, Kucing besar, Gorila" Monye*t"


5


"Sapi"


4


"Kuda"


3


"Kambing lahiran dirumah sakit"


2


1


"Kelin--"


"Waktu habis, jawaban kalian salah dan jawaban yang benar adalah 5 macan dan 5 singa" Ucap Fadil membuat semua orang emosi.


"Anjim"


"Lo mau gue bantai, hahhh"


"Sini lo, gue bikin encok pinggang lo"


"Gue hajar lo, sampai is death"


"Ampun ampun, huaaa mommy helpp me" Teriak Fadil histeris.


Hahaha


"Udah, lanjut"


"Kota, kota apa yang gak sabaran?" Tanya Felix.


"Jakarta"


"Surabaya"


"Bandung"


"Bogor"


"Salah, jawabannya adalah Cikarang" Kata Felix santai.


"Astaga, sekarang kali"


"Sabar, jangan darting. Lo mati gue makan makan broo"


"Sialan lo"


"Terakhir nih, kalo ga bisa jawab kalian semua harus bayar masing masing 2 juta ke gue" Kata Fajar dengan senang.


"Hmm" Dehem mereka.


"Pesawat jatuh, kapal tenggelam, munculnya dimana?" Tanya Fajar.


"Laut"


"Hutan"


"Ya ga ada dong, tinggal bagian bagian yang rusak dan meledak"


"Salah, jawabannya adalah Koran dan Televisi. Kan kalo ada kecelakaan pasti muncul di koran dan televisi. Hahaaha hik" Ucap Fajar dengan tertawa ngik ngok.


"Bangsat lo"


"Shi*t"


"Dah lah anj, gue ga mau main beginian bikin darting aja."


"Yuhuu, akhirnya gue pulang bawa duit banyakk" Kata Fajar heboh.


"Sini sini, duit lo." Lanjut Fajar menagih mereka satu persatu.


"Hmm"


Tbc.


...•••...

__ADS_1


...Jangan lupa like ^-^...


__ADS_2