
...Happy Reading!!...
Pukul 20.00 malam.
Disinilah Tina berada, yaitu pasar malam. Bersama kedua babunya ehh maksudnya abangnya, yaitu Darren dan Billy. Untuk yang lain? Mereka sedang sibuk mengurus pekerjaannya masing masing dan dengan berat hati, terpaksa mereka tidak ikut bersama bocil kesayangannya itu. Apalagi Dion yang sekarang sedang uring uringan.
"Duh, rame banget ya. Padahal malam ini bukan malming." Kata Billy yang melihat lihat pengunjung yang terlihat sangat ramai dan berada di tempat wahana tersebut.
"Kalo sepi namanya bukan pasar malam. Tapi pasar sepi." Celetuk Darren yang masih menggenggam tangan kanan mungil adiknya itu.
"Dasar bang Darren ga bisa diajak becanda." Sinis Billy lalu menggenggam sebelah tangan kiri adiknya itu.
"Kalo gue seriusin lo, ntar dikira gue gay. Ihh amit amit!. Ucap Darren bergidik ngeri.
"Ishh, ko malah ribut sih. Pegel tau dari tadi berdiri terus" Kata Tina dengan wajah yang terlihat kecapean. Padahal cuma akting. Hm.
"Hehe, maafin abang ya. Kita lupa kalo masih disini, berdiri kek tukang parkir. Ayo sekarang kita ke sana duduk." Kata Darren lalu menujuk kursi yang berada tak jauh dari sana.
"Hu'um" Angguk Tina dengan lucu.
Setelah mereka duduk, Tina pun tak sengaja melihat penjual sate dan tergiur ingin membelinya lalu gadis itu pun merengek kepada kedua abangnya itu.
(Btw, bukan mau orang penjualnya tapi mau satenya)|ʘ‿ʘ)╯
"Abang, mau sate beliin yaa" Kata Tina sambil menunjuk penjual sate itu.
"Oke, tunggu disini sebentar yah" Ucap Billy lalu beranjak pergi menuju pedagang sate tadi dan mengantri. Terlebih lagi pelanggan disana sangat ramai.
"Huum, abang mau itu juga. Abang beli gih." Kata Tina sambil menunjuk penjual martabak.
"Tunggu Billy balik lagi kesini aja. Nanti abang beliin martabaknya ya." Ucap Darren sambil menunjuk Billy yang menunggu di penjual sate.
"Ga mau, mau sekarang. Yaa yaa please" Ucap Tina dengan puppy eyes, yang membuat Darren tidak tega melihatnya.
"Baiklah, tunggu disini sampai abang atau Billy kesini lagi. Jangan kemana mana, nanti diculik om om pedo." Kata Darren khawatir sambil menatap adiknya itu.
"Huum, okee" Seru Tina sambil mengancungkan kedua jempol mungilnya itu.
Dan Darren pun pergi menuju penjual martabak itu.
Setelah Darren pergi, Tina pun melihat sekelilingnya waspada. Seperti ada yang mengawasinya dari tadi.
[Note : Ketika berbicara dengan Reon a.k.a sistem. Tina akan berbicara di dalam hati atau batin. Dan ketika berbicara dalam hati tulisannya akan miring!!]
"Reon, siapa yang mengawasi ku?" Tanya Tina dalam batin.
"Hmm, lihat ke arah kiri dekat rumah hantu. Disana adalah pria yang menyuruh seseorang mengawasi mu." Jawab Reon.
"Woah, lumayan ada mangsa baru." Ucap Tina dengan wajah yang berbinar.
Sedangkan Reon yang melihat Tina seperti itu kaget. Dipikirannya Tina akan ketakutan setelah ia memberi tahu ada yang seseorang yang mengawasinya secara diam diam, ternyata tidak sesuai ekspetasi.
Lalu menepuk dahinya lupa, kalau majikannya ini licik, dan tidak takut apapun kecuali ekhem.
(Sensor dulu ya mentemen)
"Bagaimana dengan misi anda?" Tanya Reon.
"Besok aja" Ucap Tina dengan sesekali melirik seseorang di dekat rumah hantu.
__ADS_1
"Hm, oke jangan sampai lupa. Ahh iya, saya mau memberitahu kalo musuh anda yang sebenarnya adalah 'mereka berkedok sahabat dan orang terdekatmu' jadi apapun yang terjadi jangan pernah percaya kepada orang lain termasuk orang terdekat mu." Ucap Reon menasihati Tina.
"Hmm, Wow mereka. Jadi musuhku terdiri dari beberapa orang dan itu orang terdekatku? Yeah I like it" Gumamnya lalu menyeringai.
"Ya, dan saya perlu memproses kembali data diri anda, sehingga semua orang akan lupa kalo anda itu sangat licik dan manipulatif." Kata Reon.
"Dan itu sangat membantu menjalankan rencana ku" Kata Tina lalu berjalan menuju seseorang itu.
"Data diri anda akan diproses ulang besok, sebelum anda menjalankan misinya." Kata Reon.
"Hm"
Sedangkan Tina ia hanya berdehem tanpa membalas ucapan Reon dan terus berjalan menuju orang itu.
"Tina, jangan menuju orang itu. Kembali ke tempat duduk mu." Kata Reon tiba tiba, membuat gadis itu menghentikan langkahnya.
"Why? Padahal sedikit lagi. Arghh" Kesal Tina lalu menendang nendang batu kerikil yang tak berdosa.
"Tunggu saja, akan ada hal yang menarik." Ucap Reon misterius.
"Hm, baiklah" Kata Tina lalu kembali ke tempat duduknya.
"Tunggu 8 detik lagi."
8..
7..
6..
5..
3..
2..
1..
Dan--
"Hii dear, long time no see. I really miss you" Bisik seorang pria di telinga gadis itu
(Hai sayang, lama tidak bertemu. Aku sangat merindukanmu)
Seketika Tina pun menegang lalu menoleh ke samping dan--
Kalandra pov.
Setelah pulang dari New York, gue dapat misi dari bokap gue. Yah walaupun gue cape, mau bagaimana lagi daripada harta bokap gue di kasih ke anak pungut itu ya mending gue kerjain misinya. Yaitu harus diem selama 3 jam dipasar malam.
Gue langsung protes dong, masa cuma diem dipasar malam. Ogah banget dan gue kira misinya main tembak tembakan kaya dulu, eh ternyata cuma diem dipasar malam selama 3 jam.
Terpaksa deh gue jalanin misinya dan gue juga ditemani bawahan gue. Setelah gue dipasar malam, gue langsung duduk ditempat yang sudah dipersiapkan di dekat rumah hantu.
Sumpah gue kesel banget cuma diem diem aja mana udah 2 jam setengah lagi. Dan entah kebetulan atau memang jodoh, gue lihat seseorang yang mirip dengan orang yang gue kenal lebih tepatnya calon istri gue. Eaa. Dia berada disana dengan 2 pria, yang mana membuat gue cemburu.
Lalu gue pun menyuruh bawahan gue untuk mengawasi mereka terutama gadis ku.
Setelah mereka duduk di kursi yang tak jauh dari mereka, ku lihat gadis ku itu merengek ke kedua pria itu. Ah dan ternyata gadis nakal itu ingin makanan yang ada disana.
__ADS_1
Setelah kedua pria itu pergi, ku lihat gadisku itu melamun dan melirik ke arah ku. Ahh tidak gadis nakal itu melirik ke arah tempat beberapa tak jauh dariku. Dan ku ikuti arah pandangnya ternyata gadisku itu melihat bawahanku yang mengawasinya. Sepertinya gadis nakal itu menyadari bahwa ada yang mengawasinya.
"Sia*l!!" Umpatku.
Setelah melihat itu kulihat gadisku berjalan kearah ku? Tapi entah kenapa dia berbalik lagi.
"Mungkin dia lapar? Atau bagaimana. Sepertinya gue harus menghampirinya dan membicarakan masalah tentang dia yaitu Naomi Putri Yudhitama." Batin Alan lalu berjalan menghampiri Tina, gadisnya.
Ya dia adalah antagonis wanita.
(Wih ada hubungan apa ya sama si Alan ini?)
Setelah sampai di belakang gadis itu gue pun langsung membisikkan sesuatu kepada gadisnya itu.
"Hii dear, long time no see. I really miss you" Bisik gue di telinga gadis itu.
Kulihat dia pun menegang lalu menoleh ke arahku dan menatap polos diriku yang tampan ini.
Deg
"Sia*l, percuma gue mencoba melupakannya tapi perasaan sialan ini datang lagi. Lebih tepatnya obsesi siala*n." Batin Alan mencoba menahan seseorang di dalam tubuhnya.
"Lo diem dulu, gue mau nanya sesuatu pada gadisku ah tidak maksudku gadismu." Batin Alan kepada seseorang dalam dirinya.
"Siala*n, walaupun ini tubuh lo tapi gue ga sudi berbagi gadisku itu. Dan sepertinya harus cepat agar gue bisa keluar dari tubuh busuk lo ini dan mengurung gadis nakalku itu di kamar." Kata seseorang dalam diri Alan dengan meminta bantuan dan mengejek. Lalu tersenyum senyum mengingat gadisnya itu.
(Apakah masih waras udah minta bantuan malah ngejek lagi?) ( ̄ェ ̄;)
"Banyak maunya lo!" Ketus Alan lalu mengiraukan umpatan umpatan yang terdengar di telinganya.
"Bab*i!"
"Anj!"
"Hallo, kamu siapa ya?" Tanya Tina dengan memiringkan kepalanya, yang membuat gue gemas melihatnya.
Ya gue kenal dia. Dia calon istri gue. Awokawok. Dia adalah Chrisstina Althaia Catlyn.
"Apakah kamu tidak mengingat ku, baby?" Tanya ku dengan heran.
"Tidak, ingatanku sedikit ada masalah. Jadi aku tidak mengingat mu." Kata Tina dengan wajah lugunya.
"Sepertinya aku melupakannya. Baiklah perkenalkan kembali aku Kalandra Deondra Killan kamu selalu memanggil ku Alan, aku calon suamimu" Kata gue dengan sedikit kebohongan.
Setelah mendengar ucapan ku, kulihat dia menegang dan memegang kepalanya seperti teringat sesuatu. Seketika gue pun khawatir.
"Arghh, sakitt" Ringisnya sambil memegang kepalanya. Dan tubuhnya akan ambruk ke tanah lalu-
Brukk
Dan gue pun menangkap tubuhnya mungilnya yang pingsan itu.
"Sayang" Kata ku dengan menepuk pipinya yang memucat itu.
"Cepat bawa ke rumah sakit" Terdengar suara seseorang yang berada dalam tubuhku ini.
Dan ketika akan membawa gadisku ke RS tiba tiba--
Kalandra pov off
__ADS_1
Tbc.