
Sedang enak-enak nya makan tiba-tiba ada seorang gadis yang datang dengan membawa minuman ditangannya dan…
BYUR
Semua yang sedang berada di kantin dikejutkan oleh suara seseorang yang disiram dan teriakan yang memekakkan telinga, bukan hanya seisi kantin bahkan si korban dan teman-teman satu mejanya.
"Lo ngapain deket-deket sama pacar gue, pake makan satu meja segala lagi, Lo itu mubar jangan sok kecantikan deh"
Ara yang diperlukan seperti itu menundukkan kepalanya, bukan karena takut tapi dia seperti familiar dengan suara teriakan itu. Dia sedikit mengangkat kepalanya untuk mengintip memastikan apakah yang ia pikirkan memang benar, dan benar saja itu adalah wajah yang paling tak ingin ia lihat seumur hidupnya. Dia adalah Annabella Mahesa saudari tirinya, sangat sial sekali hidupnya harus kembali bertemu, dan tanpa sadar ia mengumpat
"****, gua jadi kayak anji*g basah" umpatnya pelan namun masih terdengar oleh Zein
Sementara siboneka Anabel masih mengoceh dan memaki Ara yang sudah berani duduk bersama 'pacarnya' itu
(Ya elah belum tentu si Zein mau sama elu yang modelan gitu bukannya suka malah jijay)
"Eh Lo denger gua gak, kenapa dari tadi nunduk terus gak berani Lo sama gue, takut Lo sama gue"
Ara yang mendengarnya langsung berdiri dan mulai mengangkat kepalanya,
"Udah selesai bacotnya, kalau udah gilaran gue yang ngomong"
Setelah melihat wajah orang yang dia siram ternyata adalah ayyara, saudari tirinya yang pergi meninggalkan rumah seminggu lalu. Ana yang melihat itu mulai berpikir untuk memanfaatkan situasi ini.
"Ayyara, jadi kau yang menggoda Zein kekasihku saudarimu sendiri" ucap ana dengan wajah yang dibuat sedih dan mengencangkan suaranya saat mengatakan itu
__ADS_1
Ara yang mendengar ucapan ana itu langsung tahu bahwa dia sedang memainkan dramanya, jadi dia hanya diam dan melihat permainan sandiwara apa yang akan ana mainkan sampai akhir
"Ara kau sangat tega sekali, padahal aku ini saudarimu meskipun kita berbeda ibu tapi kita ini satu ayah. Bagaimana bisa kau melakukan itu padaku" lanjutnya dengan memasang air mata buayanya
Ara yang melihatnya justru mulai mengikuti permainan dari ana, dia kembali menundukkan kepalanya dan mulai terisak menangis
"Hiks hiks aku tidak menggoda kekasihmu itu, aku hanya menyapa karena kami pernah bertemu sebelumnya. Kita memang hanya saudari tiri tapi aku menyayangimu layaknya saudari kandung"
"Tapi ibumu bahkan tak pernah menyayangiku, dia selalu mengambil apa yang menjadi milikku dan memberikannya padamu. Sedangkan aku, ibu hanya memberiku bekasmu saja, ibu bahkan mengusirku dari mansion Mahesa dan membiarkanku hidup dijalanan tanpa uang sepeserpun. Bahkan untuk makan saja aku harus bekerja disebuah kafe, aku sekarang sekolahpun menggunakan beasiswa" kata Ara sambil terisak dan menunduk untuk menyembunyikan senyumnya, ia sengaja melakukan itu untuk menarik perhatian semua orang terutama Zein
Sedangkan Zein tahu bahwa Ara mengatakan yang sebenarnya karena sebelum menuju kantin dan menunggu Rian yang berada di toilet, ia pergi menemui kepala sekolah untuk mendapatkan data milik Ara. Dan disana tercantum bahwa Ara memasuki sekolah ini dengan menggunakan jalur beasiswa.
Disisi lain Ara sebenarnya berencana membalas dendam dengan tangannya sendiri, namun saat melihat reaksi Ana yang berlebihan kepada siapa saja yang mendekati Zein dia mulai merubah rencananya. Dia akan memanfaatkan Zein untuk membalaskan dendamnya tanpa perlu mengotori tangannya sendiri, rencananya yang licik memang tapi dia harus lebih licik dari pada kedua rubah ini.
Ara memiliki rencana untuk berada didekat Zein untuk sementara waktu agar ia bisa membalas dendam dengan menghancurkan Ana sedikit demi sedikit lewat orang yang dia cintai yaitu Zein.
Ana yang geram kemudian kembali berteriak "Apa yang lo bicarakan itu, jelas-jelas Lo sendiri yang mutusin buat keluar dari mansion mahesa. Ibu gue gak pernah yah ngusir Lo dari sana" ucap ana dengan marah dan muka yang memerah karena emosi
Ara yang masih melanjutkan acting nya itu kembali tersenyum, ikan sudah memakan umpannya dan kini Ara hanya perlu menarik tali pancingnya agar ikan itu berhasil naik ke kapal.
"Bagaimana mungkin aku mau keluar dari mansion keluarga ku sendiri, bahkan tanpa membawa apapun dari sana. Jika memang itu keinginanku aku mungkin saja keluar dari sana dengan membawa semua aset berharga dari mansion Mahesa" Ara kembali berucap dan itu membuat semua orang berfikir apa yang ia ucapkan itu benar
Perkataan yang diucapkan oleh Ara itu justru membuat ana semakin naik darah dan itu adalah yang ia harapkan, karena sudah dapat ia pastikan ana akan melakukan sesuatu. Ya dan benar saja ana langsung menghampiri Ara dan mengangkat tangannya kemudian,
Plak
__ADS_1
Suara tamparan itu begitu keras hingga menggema di seluruh kantin, Ara yang mendapatkan tamparan itu tersungkur dengan sudut bibir yang mengeluarkan darah.
"Berani banget Lo ngehina ibu gue dasar anak jal*ng, bukan hanya ibunya saja yang seorang jal*ng tapi ternyata sifatnya menurun padamu" ucap ana sambil kembali mengangkat tangannya dan Ara sudah siap untuk membalas karena ia tak terima bundanya disebut seorang jal*ng, ya walaupun memang bukan bunda kandungnya
Sebelum tangan ana kembali menampar pipi Ara, ada tangan kekar yang lebih dulu menghentikannya sehingga tangan itu menggantung diudara, ana berbalik dan melihat siapa orang yang berani menghentikan. Ternyata itu adalah tangan seorang Zein
"Sudah cukup, gue gak akan biarin Lo lukain Ara lagi" sambil menghempaskan tangan ana dengan kasar "dan satu lagi kalau Lo masih berani nyakitin Ara Lo bakal berhadapan sama gue, inget itu baik-baik" lanjutnya yang kemudian berjongkok disamping Ara untuk membantunya berdiri
"Lo gak papakan Ara" tanya Zein yang tentu saja mendapatkan umpatan dalam hati Ara
"Lo itu bego apa gimana sih jelas-jelas gue udah ditampar bahkan sampe jatuh tersungkur gini masih ditanya 'lo baik-baik aja' ya mana ada bambang" umpat Ara dalam hati
"Zein hiks sakit" kata Ara sambil memandang wajah Zein dengan air mata yang masih menetes, hidung merah dan sudut bibir yang mengeluarkan darah
Zein yang mendengarpun langsung membawa Ara pergi keruang uks, meninggalkan tatapan bengong semua orang yang melihat perlakuan istimewa Zein kepada Ara. Sedangkan teman-teman zein dan ara pun mengikuti Zein dari belakang.
(Oke sampai di sini dulu, sebelumnya terimakasih banyak kepada para pembaca dan atas support nya)
Jangan lupa tinggalkan jejak berupa
like
komen
favorit
__ADS_1
Stay healthy and stay happy buat pembaca semua
I love you 💕