Transmigrasi Clarissa

Transmigrasi Clarissa
Senyum manis Zein


__ADS_3

Skip pulang sekolah


Bel sekolah sudah berbunyi pertanda semua penghuni sekolah mulai keluar dari kelasnya masing-masing, Zein langsung keluar begitu bel berbunyi dan menuju ruang kesehatan.


Zein yang sudah memasuki ruang itu merasa terkejut karena Ara tak ada ditempat dimana dia meninggalkannya.


"Kemana perginya gadis nakal itu, aku sudah menyuruhnya untuk menunggu tapi kenapa dia malah pergi"


Saat Zein sedang menggerutu pintu toilet ruangan tersebut terbuka dan menampakan seorang gadis cantik yang baru saja ia cari-cari keberadaannya.


"Zein Lo udah datang? emangnya udah jam pulang sekolah" tanya Ara pada Zein pasalnya dia langsung tertidur saat Zein dan teman-temannya meninggalkan dia sendirian dan terbangun karena ingin buang air kecil


Zein yang melihat Ara keluar dari toilet merasa lega, karena itu artinya Ara mengikuti perintahnya


"Ayo udah waktunya pulang, gue bakal anterin Lo pulang sampe rumah" ucap Zein sambil menarik pelan tangan Ara keluar dari ruangan itu


Ara yang tangannya digenggam oleh Zein hanya bisa pasrah dan mengikuti langkah, saat keluar ruanagn mereka bertemu dengan teman-teman ara dan juga sahabat Zein


"Ra nih gue bawain tas lo, kalau mau Lo juga bisa ikut mobil gue biar sekalian gue anterin pulang" tanya salsa yang seakan tak peka dan melihat kehadiran Zein


"Thanks sa, Lo gak perlu repot-repot sampe bawain tas gue segala kali. Gue bisa ambil sendiri nanti di kelas, gue kan jadi gak enak sama Lo juga nisa"


"Dan makasih buat tawarannya, Zein yang mau nganterin gue pulang nanti" lanjut Ara


"Ya udah kalau gitu, Ze kita pulang duluan yah jangan lupa anterin Ara sampe depan rumah, awas aja kalau enggak" kata Rian yang mana langsung mendapatkan tatapan tajam dari Zein


Dion yang melihat tatapan itu refleks langsung menarik tangan nisa yang ada disebelahnya dan langsung berlari meninggalkan Rian dan salsa kemudian berteriak


"Zein gue balik dulu, jangan lupa anterin ara jangan sampe lu tinggal dijalanan nanti malah diculik om-om pedo" teriak dion yang mulai menjauh


Zein yang melihat Rian tak kunjung pergi membuatnya langsung menggandeng tangan Ara dengan sedikit kasar meninggalkan Rian dan salsa yang masih terbengong ditempatnya.


Zein yang merasa kesal tidak tau bahwa dia menyeret dan memegang tangan itu dengan mencekam nya sedikit kuat sampai parkiran sekolah, yang mana membuat Ara kesakitan dan langsung menghempaskan tangan Zein

__ADS_1


Zein yang sedang menggerutu kesal itu sontak langsung terkejut dan langsung membalikkan tubuhnya melihat kearah Ara yang memegangi pergelangan tangannya yang sakit karena cengkraman tangannya.


"Tangan Lo kenapa? sakit!" tanya Zein yang belum menyadari perbuatannya


"Kalo Lo lagi kesel ataupun marah sama sahabat Lo itu jangan jadiin gua pelampiasan, tangan gue sakit b*go karena Lo cengkraman kuat" kata Ara sambil memperlihatkan pergelangan tangannya yang memerah


"So-sory, gue gak sengaja. Gue gak sadar ngelakuin hal itu, gue bener-bener minta maaf Ra, ayo gue anter Lo pulang" Zein berkata dan ingin meraih tangan Ara kembali namun Ara langsung menghindar


Zein yang melihatnya langsung paham bahwa Ara merasa takut padanya, dia tahu Ara merasa khawatir bahwa dia bisa saja kembali menyakitinya sewaktu-waktu


Zein yang melihatnya langsung membawa Ara kedalam pelukannya dan berkata dengan lembut disamping telinga Ara


"Lo gak perlu takut sama gue, gue gak mungkin nyakitin orang yang gue sayang dan untuk yang tadi gue minta maaf. Gue bener-bener gak sadar sama perbuatan gue tadi"


Ara yang mendengar suara lembut dan menenangkan itu mulai membalas pelukan Zein dan mengangguk kecil sebagai jawaban


Zein merasa pelukannya dibalas dan mendapatkan anggukan kecil sebagai jawaban permintaan maafnya itu tak dapat menyembunyikan rasa senangnya. Ia melepaskan pelukan itu dan menangkap wajah Ara dengan kedua tangannya.


"Makasih karena Lo udah mau maafin gue" kata Zein sambil menampilkan tersenyum manisnya, yang mana jarang bahkan hampir tidak pernah dia perlihatkan pada siapapun (setelah kejadian dimasa lalu) kini justru tersenyum manis kepada Ara


Zein kembali menggenggam tangan Ara dan mengajaknya untuk pulang, namun sebelum itu Ara meminta Zein untuk mampir ke sebuah kafe ataupun restoran terdekat karena dia merasa sangat lapar


"Zein nanti berenti dulu yah di kafe atau resto deket sini soalnya gue paper banget nih, oke" ucapnya sambil memasang wajah memohon menatap Zein yang sudah berada diatas motor dan menggunakan helmnya.


Zein yang melihat hal itu justru menundukkan kepalanya agar tidak kelepasan mencium bibir dan wajah menggemaskan yang ada dihadapannya itu


"No problem, gue bakal ajak Lo ke resto yang enak deket sini. Tapi itu restoran khusus makanan laut, Lo gak punya alergi sama makan laut kan" tanya Zein yang mendapatkan gelengan kepala dari Ara


Ara mulai naik keatas motor sambil menyandarkan kepalanya pada pundak dan berpegangan pada pinggang Zein


(Ya bisa disebut sebagai pelukan sih 🤣🤣)


Zein mulai menjalankan motornya menuju restoran dan sepanjang perjalanan ia merasa sangat senang karena Ara mau bersandar pada pundaknya dan memeluk pinggangnya sepanjang perjalanan

__ADS_1


skip sampai restoran


Restoran yang cukup ramai dengan nuansa biru yang mendominasi membuat Ara merasa seperti sedang berada ditepi laut. Menikmati makanannya sambil melihat hamparan ombak yang menepi ke bibir pantai, sungguh interior yang sangat membuatnya nyaman tak heran restoran itu sangat ramai pengunjung


Zein dan Ara langsung menduduki kursi kosong dekat dengan jendela dan mulai memesan makan yang akan mereka makan


Skip selesai makan dan Zein mengantar pulang Ara


Ara sampai dirumah dengan selamat, namun dia tidak meminta Zein mengantarnya sampai rumah hanya sampai didepan gang saja. Ara tidak mungkin membiarkan Zein mengantarnya sampai rumah selain dia akan diintrogasi oleh ayahnya, ara sudah terlanjur mengatakan bahwa dia tinggal di sebuah kosan kepada Zein


"Yakin gak mau gue anterin sampe depan kosan Lo, disini bisa aja ada bahaya" ucap Zein yang khawatir Ara akan terluka


(Oh ayolah apa Zein lupa bahwa beberapa hari yang lalu dia diselamatkan oleh Ara saat sedang dikeroyok oleh anak sekolah lain)


(Tolong ingatkan Zein mengenai hal itu)


Ara yang melihat Zein khawatir padanya tersenyum dan meyakinkan Zein bahwa dia akan baik-baik saja. Melihat hal itu Zein tidak ada pilihan lain dan mulai menjalankan motornya meninggalkan Ara yang menunggu motor Zein hilang di pertigaan didepan sana


Setelah melihat Zein yang menghilang Ara langsung berbalik dan pulang menuju rumah sang ayah


(Oke sampai sini dulu sebelumnya terimakasih banyak atas support dan dukungan kalian semua, mungkin untuk kedepannya Abi akan terlambat buat up karena sebentar lagi kampus bakal ngadain UAS dan semoga semuanya berjalan dengan lancar)


(Abi minta doa kepada para raider sekalian semoga say bisa lulus dan tidak perlu mengikuti semester pendek)


Stay healthy and stay happy buat pembaca semua


Terimakasih sudah mampir dan jangan lupa tinggalkan jejak berupa


like


komen


favorit

__ADS_1


I love you 💕


__ADS_2