
Flash back'
Seorang anak perempuan yang sudah kelelahan bermain air itu mulai berjalan menghampiri kedua orangtuanya, yang sedang menunggu di sebuah pondok kecil di tepi pantai.
"Bunda, ayah Ara capek" ucapnya setelah berada di depan mereka
Sang bunda yang mendengarnya pun langsung mengajak sang putri untuk berganti pakaian agar Ara tidak masuk angin nantinya.
"Ayo Ara, ganti baju dulu supaya tidak masuk angin sayang" ajaknya yang mana langsung menggandeng tangan Ara menuju toilet.
Setelah selesai merekapun langsung menghampiri suami/ayah yang menunggu di tempat sebelumnya.
"Ayah Ara mau ice crime boleh yah?" tanya Ara pada sang ayah
"Boleh tapi, tidak boleh lebih dari dua oke!" Jawabnya memperoleh sang putri
Ara yang senang langsung berlari sambil berteriak memanggil sang bunda untuk ikut dengannya.
"Bunda ayo cepat" ajaknya sambil berlari terlebih dahulu
Sang bunda yang melihat putrinya berlari keseberang jalan tanpa melihat kanan-kiri itu sontak langsung berlari, karena melihat mobil yang melintas dengan kencang dari arah kanannya itu.
"Ara awas sayang" Teriak sang bunda sambil berlari sekuat tenaga menghampiri purtinya yang sudah ada ditengah jalan itu
Mendengar teriakan sang bunda refleks Ara langsung melihat kearah kanannya, sedangkan sang ayah yang mendengan istrinya berteriak memanggil nama Ara, sontak langsung menolehkan pandangannya ke belakang dan langsung berlari menghampiri putri dan istrinya.
Ara yang melihat mobil mulai mendekatinya hanya mampu berteriak memanggil ayah dan bundanya
"Aaaaaaaa bunda, ayah" teriaknya sambil menutup mata dan telinganya menggunakan kedua tangan
Kartika yang sudah dekat itu langsung mendorong sang putri dan akhirnya kartika tertabrak dan terpental lumayan jauh karena mobil yang menabraknya melaju sangat kencang.
Warga yang melihat kecelakaan itu langsung menghampiri tubuh Kartika yang sudah mengeluarkan banyak darah terutama bagian kepalanya.
Ara yang melihat sang bunda tertabrak mobil untuk menyelamatkan nya itu langsung menghampiri tubuh sang bunda sambil menangis dan berteriak memanggil Kartika agar dia tidak menutup matanya.
__ADS_1
Tak lama kemudian Danu datang dan langsung merengkuh tubuh sang istri dan mulai menangis.
"Kartika lihat aku, jangan sampai kau menutup matamu. Kita akan kerumah sakit sekarang" yang mana langsung membawa tubuh sang istri untuk dibawa ke rumah sakit terdekat
Ayyara yang melihat sang ayah membawa bundanya menuju mobil langsung menyusul dan duduk sambil memangku kepala sang bunda.
skip sampai rumah sakit'
Danu langsung masuk dengan menggendong tubuh sang istri dan berteriak memanggil dokter yang ada disana untuk segera menangani tubuh Kartika.
"Dokter cepat tolong istri saya, dokter" teriaknya yang memanggil dokter
Perawatan/suster yang mendengarnya langsung membawakan brangkar pasien dan membawanya menuju ruang UGD.
Ara maupun Danu hanya bisa menunggu di luar karena mereka tidak diizinkan masuk oleh dokter. Sudah berjam-jam dia menunggu diluar dengan penampilan yang bisa dibilang berantakan, dengan wajah lesu dan mata yang memerah karena terlalu banyak menangis.
Danu tetap setia menunggu dokter yang menangani istrinya itu, bahkan dia tak mempedulikan keadaan putrinya, Ara yang bahkan belum makan malam. Sekarang yang ada dipikirannya hanya ada Kartika, bagaimana keadaannya dan bayangan kecelakaan itu kembali berputar. Dimana ia melihat sang istri berlari untuk menyelamatkan putrinya itu, mengingat hal itu membuat Danu menatap Ara dengan tatapan mata yang tajam ada rasa marah, sedih dan benci yang ia lontarkan pada putrinya itu.
Ara tidak melihat tatapan tajam yang tunjukan sang ayah dia tetap melihat ke arah pintu dimana sang bunda berada.
"Dokter bagaimana keadaan istri saya dok" tanya Danu pada dokter tersebut
Dokter yang mendengar pertanyaan itu menghela nafas dan menjawab dengan wajah sedih
"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin namun Tuhan berkehendak lain, pasien dinyatakan meninggal karena kekurangan darah dan luka kepala yang sangat serius. Luka benturan dikepalanya membuat beberapa syaraf penting tubuh pasien putus dan tak dapat kami selamatkan" ucap dokter itu dengan wajah penyesalan karena tak dapat menyelamatkan sang pasien
Danu maupun Ara yang mendengar penjelasan dokter langsung saja terduduk lemas mereka seperti kehilangan setengah dari jiwanya.
"Tuan sebaiknya anda segera mengurus surat-surat dan menghubungi keluarga anda untuk menyiapkan pemakaman untuk esok hari, kalau begitu saya permisi semoga anda dan keluarga diberi ketabahan untuk menghadapi cobaan ini" ucap sang dokter kembali yang berhasil mengembalikan kesadarannya bahwa peristiwa itu bukan hanya mimpi atau khayalan semata.
Setelah dokter pergi Danu menelepon bi Yati untuk menyiapkan pemakaman sang istri dan meminta mang Diman untuk datang ke RS yang sudah ia beritahu. Bi Yati yang mendengar kabar itu sangat sedih, namun tetap melakukan perintah sang majikan untuk menyiapkan tempat peristirahatan terakhir sang nyonya dengan dibantu maid yang lain dan para bodyguard.
Sudah selesai memberi kabar kepada Bu Yati, dia menatap kedepan dan melihat sosok gadis kecil yang tengah menangisi sang bunda yang sudah pergi meninggalkannya. Melihat itu Danu langsung tersulut emosi dan memaki Ayyara dengan suara yang keras.
"Ini semua tidak akan terjadi jika bukan karena dirimu, jika saja dia tidak menyelamatkan-mu maka saat ini dia masih bersamaku. Karenamu dia meninggalkanku, semua terjadi karena salahmu" makinya sambil berteriak dan menunjuk ke arah Ayyara yang sedang terduduk dilantai sambil menangis dan pakaian yang berlumuran darah.
__ADS_1
Ara yang mendengar ayahnya berteriak dan menyalahkan dirinya pun hanya bisa menangis dan menutup kedua telinganya. Yang dikatakan ayahnya memamng benar kalau saja dia tidak berlari dan menunggu sang bunda maka bundanya tidak akan mengalami kecelakaan bahkan sampai meninggal dunia. Didepan Ara yang masih berandai dan menyalahkan dirinya itu Danu kembali memaki,
"Dasar anak tidak tau diuntung, anak pembawa sial. Karenamu istriku meninggal itu semua karena salahmu" ucapnya lagi sambil menyalahkan putrinya itu dan langsung pergi begitu saja setelah salah satu perawat membawanya untuk menenangkan diri
Seorang dokter menghampiri ayyara yang masih terduduk dan menangisi kepergian sang bunda.
"Adik kecil berhentilah menangis yah" ucap dokter itu sambil membawa Ara untuk duduk di kursi
"Ini semua salah ara, bunda meninggal karena menyelamatkan Ara yang akan tertabrak mobil, ayah benar ini semua salah ara" katanya sambil terus menangis
skip mansion keluarga mahesa'
Hari ini adalah hari berduka bagi keluarga besar Mahesa, karena dihari ini seorang wanita dari keluarga itu akan kembali kesisi sang pencipta, sedangkan disisi lain seorang gadis kecil menangisi kepergian wanita tersebut. Dia tak diizinkan oleh sang ayah untuk mengikuti acara pemakaman tersebut.
Ayyara hanya mampu melihat sang bunda yang dikuburkan dari jauh dan menangis karena tak bisa melihat wajahnya untuk terakhir kali.
💐💐💐💐💐💐💐
Setelah peristiwa itu banyak terjadi perubahan di mansion Mahesa. Dulu mansion yang penuh canda tawa dan kehangatan itu kini menjadi mansion yang sepi dan tanpa ada kehangatan.
Disana seorang gadis hidup tanpa kasih sayang dari sang ayah. Ayahnya menyalahkan dirinya atas peristiwa itu, dia bahkan kini tak pernah pulang atau sekedar menanyakan kabarnya. Kini sosok ayah yang penyayang itu hilang dan tak pernah kembali.
Oke cukup sampai sini dulu
Thank you buat pembaca yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak berupa
like
komen
favorit
Stay healthy and stay happy buat pembaca semua
I love you 💕
__ADS_1