Transmigrasi Clarissa

Transmigrasi Clarissa
Sebuah Janji


__ADS_3

Dihari yang sama seorang gadis berpakaian SMA ditemukan warga di hilir sungai, Ia ditemukan seorang warga yang hendak memancing.


"Tolong, tolong ada mayat hanyut" Teriaknya memanggil yang lain untuk mendekat


Warga lain yang memang sedang berkumpul langsung menghampiri dan memeriksa apakah gadis itu masih hidup.


"Bagaimana pak! Apa dia masih hidup?" tanya seorang wanita paruh baya


"Dia sudah tidak bernafas, pak bantu saya angkat ketepi" jawabnya sambil meminta tolong pada yang lain


Setelah membawanya ketepi sungai tak berselang lama pak RT datang (kita sebut saja pak Wanto, sebelumnya sudah ada yang melaporkan kejadian tersebut)


"Pak Mamat mana mayat yang anda temukan katanya hanyut di sungai itu" tanya pak Wanto pada pak Mamat


(Buat yang tanya pak Mamat itu siapa dia adalah orang yang pertama kali menemukan tubuh Ayyara yah! Eh ketahuan dong siapa mayat yang hanyut itu 🤦)


Oke gak usah dibaca, back to story'


"Ini pak mayatnya, saya tadi sudah melihat siapa namanya dari seragam yang iya pakai dan namanya adalah…" belum selesai pak Mamat bicara tubuh yang mereka kita "mayat" itu kembali bangun dan bernafas sambil sesekali terbatuk karena sebelumnya terminum air.


Warga dan pak RT yang melihat "mayat" itu bangun dan kembali bernafas refleks langsung berteriak.


"Arrrggghhh mayat hidup" teriak semua orang ada disana


Ayyara yang mendengar teriakan yang begitu kencang itu menutup telinganya dan memberi mereka semua tatapan tajam penuh intimidasi. Pak Wanto dan warga yang melihat tatapan itu seketika langsung membungkam mulut masing-masing dan berkata dalam hati


'*Tatapannya seperti ingin memakanku hidup-hidup kalau aku kembali bersuara'


'Tatapannya sangat dingin dan tajam'


'Suamiku sepertinya sebentar lagi kau akan menjadi duda, karena kurasa tatapan itu bisa saja membunuhku*'


(Dan masih banyak lagi, tapi tenang aja Bu suami tak akan menduda kok 🤣🤣🤣)


Setelah cukup lama terdiam karena melihat tatapan gadis itu, pak Wanto memberanikan diri untuk bertanya


"Nak bisa bapak bertanya padamu, mengapa kamu bisa sampai hanyut di sungai" tanya pak Wanto

__ADS_1


"Ayyara tidak sengaja terpeleset pak saat memegang pembatas jembatan yang licin karena hujan" jawabnya dengan masih memasang wajah datar namun tetap sopan


'Kan gak mungkin gua bilang kalau pemilik tubuh ini merasa putus asa dan memilih mengakhiri hidupnya dengan terjun ke sungai. Bisa-bisa disangka gila gua, ini lagi si Ayyara kalau mau bundir yang estetik sedik kek, jangan pula nyebut ke sungai kan basah semua baju sama badan gua'


(Loh kenapa Ayyara bilang pemilik tubuh ini yah! Bukannya memang itu tubuh Ayyara yah? Lalu itu batin siapa!!! dan siapa jiwa yang ada ditubuh Ayyara sekarang?)


back to story'


Ayyara dibawa kerumah pak Wanto untuk bersih-bersih dan berganti pakaian. Setelahnya ayyara diantar pulang oleh pak Wanto menggunakan mobil.


(Karena Ayyara ternyata terseret cukup jauh sekitar 30 km dari jembatan tempat Ayyara yang asli bunuh diri)


(Buat pembaca semua disini bahasanya kita mulai ganti jadi "lu dan gua" yah tapi ini khusus buat orang yang seumuran aja dan itu berbicara kepada yang lebih tua tetep pakai bahasa yang sopan yah)


Ayyara yang diantar pak Wanto sudah sampai didepan kediaman keluarga mahesa.



Visual mansion keluarga Mahesa


"Terimakasih sudah mengantar saya pak, bapak mau mampir masuk dulu" ucapnya dengan sopan sambil menawarkan untuk singgah


"Baik kalau begitu sekali lagi terimakasih pak" Ayyara kembali berterimakasih dan langsung masuk kedalam mansion


Didalam mansion ternyata terdapat sepasang mata yang sedari tadi mengawasi gerak-gerik Ayyara



Ruang keluarga


Ayyara melewati ruang keluarga dan hendak menuju kamarnya yang berada dilantai dua, sebelum Ara menaiki tangga suara bariton itu menghentikan langkahnya.


"Dari mana kamu" tanya suara itu yang ternyata adalah ayahnya


"Bagus yah sudah tidak pulang semalaman sekalinya pulang diantar sama om-om" sambung gadis yang seumuran dengannya dan dia juga adalah orang yang mengawasi Ayyara


Ayyara POV on:

__ADS_1


"Terung hubungannya sama Lo apa. Gua mau diantar siapapun itu urusan gua bukan lo." jawabku dengan memandang lawan bicaraku itu


Dia dan semua orang yang ada diruangan itu menatapku dengan ekspresi terkejut, tentu itu reaksi yang sudah kuprediksi karena jika Ayyara yang dulu pasti tidak dapat menjawab dan hanya menundukkan kepalanya.


"Dan satu hal lagi. Mau saya pulang ataupun tidak itu juga tidak ada urusannya dengan anda tuan Mahesa, lagipula memangnya sajak kapan anda peduli saya pergi kemana dan sedang melakukan apa. Bukankah yang anda pedulikan itu hanya para l*ntah ini saja. Sebaiknya tetap lakukan itu dan abaikan saya seperti kita bukan keluarga lagi bukankan itu yang anda selalu katakan pada saya bahwa kita bukan lagi keluarga setelah bunda meninggal" kataku dengan menggunakan bahasa formal padanya, orang yang menjadi penyebab utama kematian Ayyara dan juga bunda Kartika.


Setelah mengatakan itu aku langsung menaiki anak tangga dan tidak memperdulikan mereka yang masih terkejut mendengar ucapanku. Aku langsung masuk kamar dan membanting pintu itu dengan sangat keras untuk menyadarkan mereka.


Ayyara POV end;


Author POV:


Mereka yang kembali tersadar setelah Ayyara membanting dengan sangat keras itu menyadari bahwa ayyara sudah tidak ada disana lagi. Tuan Danu yang melihatnya langsung berteriak marah dan memanggil Ayyara


"Ayyara tidak sopan sekali kamu terhadap orang tua, aku tidak pernah mengajarimu untuk bersikap tidak tau sopan santun" teriaknya menggelegar agar Ayyara mendengar apa yang ia katakan


(Yaelah kayak elu pernah ngajarin aja, sedangkan pas bunda Ara meninggal karena kecelakaan aja elu malah ninggalin dan nyalahin Ara dasar a*jing Lo)


Ibu dan saudara tiri Ayyara merasa ada yang aneh dengan sikap yang diperlihatkan Ara tadi. Mereka tau bahwa Ara tidak berani menatap lawan bicaranya ataupun menjawab apa yang dikatakan oleh ayahnya maupun mereka.


Sedangkan ayyara yang sudah berada di kamarnya itu langsung menuju lemari untuk mencari barang peninggalan sang bunda dan ternyata masih ditempat yang sama dibawah pakaian.


"Ini si Ara bego atau apa, masa barang penting kayak gini disimpan dibawah pakaian. Emang yah holang kaya mah beda" ucap seseorang yang berada ditubuh Ara


(Oke sampai disini dulu yah raider kita lanjut di episode selanjutnya, buat kalian yang penasaran bagaimana "seseorang" itu bisa masuk ketubuh ayyara dan siapa yang merasuki tubuh Ayyara yang sekarang. Bagaimana jiwa itu memiliki ingatan tubuh Ayyara? tunggu di episode selanjutnya yah)


Terimakasih sudah membaca dan sehat-sehat semuanya


Jangan lupa tinggalkan jejak berupa


like


komen


favorit


Stay healthy and stay happy buat pembaca semua

__ADS_1


I love you 💕


__ADS_2