Transmigrasi Clarissa

Transmigrasi Clarissa
Bertemu Kembali


__ADS_3

Skip Ayyara sampai di kota Jakarta


Ara yang sudah sampai di Jakarta pada sore hari memutuskan untuk menginap di hotel untuk malam ini. Tubuhnya sangat lelah karena menempuh perjalanan yang lumayan menguras tenaganya itu.


"Hahhh lebih baik aku cari hotel dekat sini aja, badanku rasanya sangat sakit karena terlalu lama duduk" ucapnya sambil berjalan menuju hotel terdekat


Setelah melakukan cek in ayyara langsung menaiki lift menuju lantai kamarnya berada.


Ayyara langsung pergi ke kamar mandi untuk berendam dan tak lupa membawa baju gantinya, setelahnya Ara langsung langsung menuju tempat tidur dan terlelap karena kelelahan.


💐💐💐💐💐💐💐


Ayyara sedang berjalan menuju kafe untuk sarapan. Ara langsung menduduki kursi kosong dekat jendela dan memanggil pelayan.


Setelah memesan 15 menit kemudian pelayan datang dengan membawa pesanannya, tanpa menunggu lama Ara langsung memakannya dengan lahap karena kemarin ia melewatkan jam makan malam.


Setelah selesai dan membayar Ara kembali melanjutkan perjalannya untuk bertemu dengan sang ayah. Dia berjalan melewati gang sempit yang jarang dilewati orang agar lebih cepat sampai kerumah ayahnya itu.


Dalam perjalanannya Ara bersenandung, merasa senang karena sebentar lagi ia akan bertemu dengan ayahnya, tetapi saat ia Ara sampai ditikungan gang itu dia mendengar orang sedang berkelahi. Ara yang merasa penasaran langsung menghampiri suara itu dan melihat seorang pemuda dengan seragam SMA sedang melawan sepuluh anak SMA lainnya, tetapi memakai seragam yang berbeda itu seorang diri. Dua lawannya sudah tidak sadarkan diri, tiga lainnya sudah tak dapat bertarung sedangkan sisanya masih mencoba menumbangkan lawannya.


Pria yang sendirian melawan itu sudah kewalahan dan kehabisan tenaga. Kepalanya mengeluarkan darah dan wajahnya memiliki memar. Ara sangat menyayangkan wajah tampan itu terluka, karena bagaimanapun dulunya Risa (Ara yang sekarang) adalah seorang penggemar K-Pop dan wajah pria tampah.


(Siapa yang mengira Risa yang selalu memasang wajah datar dan sifat dingin itu menyukai K-Pop dan penyuka wajah tampan. Itu sifat yang manusiawi bukan? para wanita pasti paham)


oke back to story'


Ara yang melihat pria misterius itu mulai tumbang langsung maju untuk menolongnya, karena bagaimanapun dia diajarkan untuk selalu menolong orang yang butuh bantuan.


Pria misterius itu terduduk karena luka di kepalanya yang mengeluarkan banyak darah, lawan yang melihat peluang itu langsung menerjang kedepan tapi, belum sempat tangan itu untuk memukul kaki Ara lebih dulu menendang yang membuat lawannya terpental kesamping.


Pria misterius dan orang yang mengeroyoknya langsung menengok ke arah samping dan mendapati Ara yang menatap lawannya dengan remeh itu.


"Heh ternyata hanya segitu kemampuannya" sambil melihat ke arah orang yang ia tendang


"Mental aja masih patungan udah sok-sokan, kemampuan dibawah rata-rata cuman berani main keroyokan, kukira suhu ternyata cupu" lanjut Ara sambil menatap lawannya satu persatu


Orang-orang yang bermain keroyokan itu seketika kena mental mendengar apa yang Ara katakan. Merasa dirinya tersinggung, salah satu dari pria itu pun bertanya dengan emosi, kita panggil saja si A


"Emangnya lo siapa, datang tiba-tiba langsung menendang teman gue, mau jadi pahlawan kesiangan Lo" tanya si A


Ara yang mendengarnya tidak menjawab dan memandang lawan bicaranya itu dengan tatapan yang dingin dan tajam. Mereka yang melihat tatapan tajam dan merasakan aura dingin itu langsung merinding, begitu pula dengan pria misterius itu.

__ADS_1


"Gue orang yang gak suka basa-basi dan buang-buang waktu, maju aja lo semua sekaligus biar gue ajarin bagaimana seharusnya seorang laki-laki bertarung" ucap Ara yang mana membuat mereka langsung menyerang Ara sekaligus


Ara yang melihatnya tersenyum smirk dan langsung menerjang, memberikan pukulan telak pada bagian vital masing-masing lawannya. Sedangkan si A dan kawan-kawannya langsung tumbang hanya dengan sekali pukulan.


Setelah selesai dengan para hama itu Ara langsung menghampiri pria misterius itu dan bertanya tentang keadaannya.


"Apa kau baik-baik saja" tanyanya pada pria itu


Orang yang ditanya oleh Ara itu mendongakkan kepalanya, melihat ke wajah cantik namun memiliki tatapan tajam dan datar itu membuatnya tertegun tak memberikan jawaban. Ara yang melihat wajah pria itu dipenuhi darah dan memar langsung saja menuntunnya untuk dibawa kerumah sakit. Namun saat Ara hendak memesan taksi, pria itu langsung memberikan Ara kunci motornya. Ara yang paham langsung menuntun kembali pria itu untuk berjalan kearah motornya.


Ara memakaikan helm ke kepala pria itu untuk memastikan agar dia aman, setelahnya Ara langsung tancap gas kerumah sakit terdekat.


💐💐💐💐💐💐💐


Saat ini Ara sedang duduk diruang rawat pria yang ia tolong itu. Setelah dokter memeriksa dan mengobati luka pria tersebut langsung undur diri dan seketika ruangan rawat itu menjadi hening dan dingin. Ara yang bersikap cuek dan pria itu menatapnya dengan datar.


Untuk mencairkan suana pria tersebut langsung mengucapkan terimakasih


"Terimakasih kasih, karena Lo udah nolongin gue tadi" ucap pria itu untuk mencairkan suasana


Ara yang yang mendengarnya pun menjawab dengan acuh "No problem" masih dengan wajah dinginnya dan acuh tak acuh nya.


"Kalau gitu gue pergi dulu, karena gue udah telat buat ketemu ayah gue" Setelah mengatakan itu Ara langsung bangkit dan hendak pergi, namun sebelum Ara sampai dipintu pria itu kembali bersuara


"Thanks" ucapnya lagi dan Ara langsung pergi namun suara pria itu kembali membuat langkahnya berhenti


"Siapa namamu? namaku Zein, Zein putra Abimanyu" ucap Zein memperkenalkan dirinya


(Ya dia adalah Zein si pria misterius kita)


"Ara, Ayyara itu namaku" setelah mengatakannya Ara langsung pergi dari ruangan rawat Zein


Zein yang melihat Ara langsung pergi setelah menjawab pertanyaannya dengan dingin, walaupun dia sudah memperkenalkan diri dengan nama panjangnya justru ara biasa saja dan terkesan cuek dan itu menjadi daya tarik tersendiri untuk Zein, karena biasanya gadis manapun yang ia temui saat melihat ataupun mendengar namanya akan langsung menempel dan berteriak memujanya, sedangkan biasa saja


Zein menyukai dan langsung mencap bahwa Ara adalah miliknya "You are mine baby" ucapnya dengan tersenyum smirk


💐💐💐💐💐💐💐


Ara yang mengendarai motor Zein sampai dirumah ayah angkatnya, ia langsung menghampiri rumah itu dan mengetuk pintu


"Tok tok tok, permisi apa ada orang didalam" tanya Ara sambil mengetuk pintu sedikit keras

__ADS_1


Reyhan yang mendengar pintu rumahnya diketuk itu langsung menghampiri dan membuka pintu


"Maaf cari siapa yah dek" tanya Reyhan kepada Ara yang mematung sambil memandangnya dengan mata berkaca-kaca


Ara yang melihat Reyhan didepan pintu langsung saja memeluknya dengan erat sambil menangis


"Ayah Rey, Risa kangen sama ayah" ucapnya Ara


Reyhan mematung mendengar apa yang diucapkan gadis yang tidak dikenalnya ini terlebih dia mengatakan bahwa dirinya adalah Risa, putrinya yang sudah meninggal namun begitu sangat ia rindukan.


Tanpa sadar Reyhan membalas pelukan itu tak kalah erat dan menangis sambil menyebut nama Risa


"Risa ini benar-benar kamu sayang, ini benar Risa putri ayah" ucap Reyhan yang bertanya karena masih tak percaya


Ara yang mendengarnya langsung menjawab "Iya ayah ini Risa putri ayah" jawab Ara dengan tersenyum manis pada Reyhan


Reyhan yang mendengar jawaban dan senyum manis darinya itu kembali memeluknya dengan erat.


"Ayah ayo kita masuk dan Risa jelaskan nanti didalam" lanjut Ara


Reyhan langsung membawa ara masuk kedalam dan membawanya duduk untuk ia introgasi.


"Risa bagaimana bisa kamu ada ditubuh gadis ini? bukankah kamu seharusnya sudah meninggal" tanya Reyhan yang langsung to the point karena merasa aneh dan mustahil


Ara (Risa) yang mendengar pertanyaan sang ayah langsung menjawab, dia menjelaskan bagaimana ia bertemu dengan Ara pemilik tubuh yang asli dan sang bunda yang meminta tolong padanya. Ara (Risa) menjelaskan juga bagaimana pemilik tubuh ini disiksa dan diperlakukan tidak adil, sampai dimana Ara (pemilik asli tubuh itu) mengetahui kenyataan bahwa kecelakaan yang menimpa dirinya dan sang bunda ternyata direncanakan untuk membunuh Ara sang pewaris resmi harta keluarga Mahesa. Namun sayang justru sang bunda yang melihat hal itu langsung menyelamatkannya dan berakhir meninggal dunia. Dan Ara (pemilik tubuh asli) yang merasa lelah dengan kehidupan dan takdirnya memilih untuk bunuh diri dan berakhir Risa yang menempati tubuh ini dengan syarat membalaskan dendam mereka berdua (Ara dan juga sang bunda)


…jadi begitu ceritanya ayah" jelas Ara mengakhiri ceritanya


Reyhan yang mendengarnya jadi geram dan marah, ayah mana yang merencanakan hal buruk kepada putri kandungnya sendiri, dia saja yang hanya ayah angkat dari Risa saja tak pernah mengangkat tangannya ataupun berkata kasar kepada risa, yang notabennya hanya anak angkat.


(oke sampai sini dulu, kita lanjut episode selanjutnya)


Terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak berupa


like


komen


favorit


Stay healthy and stay happy buat pembaca semua

__ADS_1


I love you 💕


__ADS_2