
Sudah seminggu sejak Ara tinggal kembali dengan sang ayah, dan sudah seminggu pula Ara selalu memakai motor Zein untuk bepergian. Zein sudah kembali bersekolah setelah dirawat selama empat hari, dan mulai hari ini Ara sudah kembali bersekolah, dan tanpa Ara tau itu juga merupakan sekolah yang Zein tempati.
"Ayah, Ara berangkat dulu" ucap Ara sambil mencium pipi Reyhan setelah menyelesaikan sarapannya
"Hati-hati sayang jangan mengebut" ucap Reyhan kepada putrinya yang sudah berganti panggilan menjadi Ara
"Gak janji yah" jawab Ara sedikit berteriak karena sudah dipintu keluar
Sang ayah yang melihat kelakuan sang putri hanya bisa geleng-geleng kepala, inilah yang membuat dia begitu merindukan Risa saat Risa pergi meninggalkannya, sifatnya yang ceria, bawel dan bar-bar itu menjadi kesenangan juga kebahagiaannya tersendiri.
Ara langsung berangkat dengan menggunakan motor yang ia pinjam dari Zein
(eh gak tau dikasih tau hanya dipinjami yah sama Zein) oke lanjut
Ara sampai digerbang lima belas menit sebelum bel pelajaran berbunyi. Ara yang datang dengan mengendarai motor itu menjadi pusat perhatian pasalnya motor yang Ara pakai adalah milik salah satu mos wanted sekaligus anak pemilik sekolah.
"Eh lihat itu bukannya motor Zein yah"
"Lo bener, kok tapi itu yang bawa kayaknya bukan Zein yah kan Zein tadi udah masuk"
"Terus itu siapa yang bawa"
Seluruh penghuni sekolah Abimanyu school itu heboh sampai menarik perhatian para mos wanted yang melihat dari arah lorong yang bisa melihat ke arah parkiran itu.
Ara yang sudah memarkirkan motornya langsung membuka helm dengan gaya slow motion, memperlihatkan wajah cantik putih bersih itu. Para siswa maupun siswi yang melihat wajah Ara langsung memekik dan berteriak dengan keras
"Astaga bidadari turun dari langit"
"Mak jodoh anakmu sudah datang"
"Ya Tuhan cantik sekali ciptaan mu itu"
"Alah cantikan gue kemana-mana kali"
"Paling juga hasil oplas"
Begitulah pujian dan juga hinaan yang diterima oleh ara. Sedangkan orang yang dibicarakan hanya acuh dan berjalan dengan muka datar dan tatapan dinginnya yang tajam
"Wih mubar cantik tuh" kata Rian Widianto sahabat Zein sekaligus mos wanted sekolah
"Ya Lo bener" jawab Dion Alingga menimpali ucapan sahabat nya itu
Sedangkan Zein hanya memasang wajah datar dan tersenyum tipis karena mengetahui bahwa orang yang iya sukai bersekolah di sekolah yang sama dengannya
"Ayo" ucap Zein dengan dingin dan langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari kedua sahabat masa kecilnya itu
__ADS_1
Disisi lain Ara yang sudah berada didepan ruangan yang bertuliskan kepala sekolah itu langsung mengetuk dan masuk setelah diizinkan
"Permisi pak saya murid pindahan" ucap Ara dengan ekspresi biasanya
Kepala sekolah yang mendengar ucapan dan wajah murid barunya itu langsung tau bahwa dia tipikal orang yang tak suka basa-basi
"Ruang kelasmu ada di XI A" ucap kepala sekolah
Ara yang mendengarnya langsung berpamitan menuju ke kelasnya.
Ara yang sudah sampai didepan kelas langsung mengetuk pintu karena dia mendengar sudah ada guru yang mengajar, Bu Atika atau sering disebut bu-tik oleh anak muridnya itu langsung membukakan pintu
"Oh apa kamu murid baru, pindahan dari kota Bandung itu" tanya sang Bu Tika
Ara hanya mengangguk sebagai jawaban dan masuk kedalam kelas, saat dia masuk banyak pasang mata yang memperhatikan dan menatapnya dengan penuh kagum, iri dan sebagainya.
"Baiklah anak-anak kita hari ini kedatangan murid baru dia baru saja pindah dari Bandung"
"Kamu silahkan perkenalkan diri kepada teman-teman sekelasmu" lanjut Bu Tika
Ara langsung maju dan memperhatikan sekitar dan memperkenalkan dirinya
"Ara" jawabnya dengan singkat dan padat masih dengan wajah datar tatapan dinginnya yang tajam
Jawaban Ara itu sontak membuat seisi kelas dan Bu Tika yang mendengarnya menjadi ternganga dengan wajah bengong.
"Baiklah, duduk disamping Anisa, Nisa angkat tanganmu" jawab Bu Tika
Nisa yang merasa dipanggil langsung mengangkat tangannya tinggi-tinggi
Ara yang melihat angkatan tangan itu langsung menghampiri dan duduk disamping dekat jendela.
"Hay kenalin nama aku Anisa Samanta kau bisa memanggilku dengan sebutan nisa" nisa mengulurkan tangan sambil memperkenalkan diri
Ara yang melihatnya menjabat tangan itu tanpa menjawab, Nisa yang melihatnya tak marah justru malah tersenyum. Setelah Nisa yang memperkenalkan diri justru kini seorang siswi yang duduk didepannya berbalik dan memperkenalkan dirinya juga
"Kenalin nama gue Salsabila Dewantara, Lo bisa panggil gue salsa" ucapnya, Ara hanya mengangguk sebagai jawaban dan pelajaran kembali dimulai
Skip pelajaran selesai
Saat ini Ara diajak oleh salsa dan juga nisa untuk pergi ke kantin, mereka duduk di kursi kosong dan memesan makanan
Makanan yang dipesan anggap saja ada tiga
__ADS_1
(gambar hanya ilustrasi jika tidak sesuai para pembaca sekalian bisa membayangkan sesuai dengan imajinasi masing-masing)
Mereka makan dengan santai dan tenang sampai mereka terganggu dengan teriakan para siswi yang heboh karena kedatangan para mos wanted
"Tuh kan mejanya penuh gara-gara Lo lama di toilet" Dion menyalahkan Rian yang sangat lama didalm toilet
"Ya namanya juga panggilan alam" jawab Rian tidak bersalah
Zein tak menghiraukan pertengkaran sahabatnya itu dan fokus mengamati orang yang sedang ia cari, dan mata elangnya langsung menemukan sosok yang ia cari itu.
"Ayo" ucap Zein sambil berjalan kearah meja Ara dkk
"Bisa kami bergabung, meja lain sudah penuh" tanya Zein kepada sosok Ara yang sedang makan dengan tenang dan damai itu
Salsa dan Nisa yang mendengar pertanyaan Zein sontak menoleh ke arah Ara untuk meminta pendapatnya, Ara yang merasa ditatap mengangkat kepalanya dan alangkah terkejutnya ia saat melihat wajah tampan Zein yang lumayan dekat dengannya. Ara yang melihat itu terkejut dan tersedak
"Uhuk uhuk air huk air" pinta Ara yang masih terbatuk-batuk
Zein yang melihatnya langsung memberikan minuman kepada Ara yang langsung disambut baik olehnya, Ara langsung meminumnya sampai setengah habis
"Lo gak papa atau gue bawa Lo keruang UKS aja?" tanya Zein dengan khawatir sambil mengelus punggung Ara agak dia berhenti batuk
Perlakuan manis Zein itu membuat seisi kantin menjadi terbengong dengan mulut menganga. Pasalnya Zein yang terkenal berwajah datar dan bersifat dingin kepada perempuan manapun kecuali sang mommy, kini justru bersikap lembut pada seorang mubar cantik
"Gue udah gak papa, makasih Zein" jawab Ara sambil mengelus dadanya
Zein yang mendengarnya menjadi lega dan langsung duduk didepan Ara begitu pula dengan Dion dan Rian, mereka duduk disamping Zein
Rian yang sudah duduk langsung memesan makanan dan memesan juga untuk Zein dan Dion, tak berselang lama makanan merekapun datang dan mereka kembali melanjutkan makannya tanpa bersuara karena itu yang diajarkan oleh orang tua mereka untuk menghargai makanan
Sedang enak-enak nya makan tiba-tiba ada seorang gadis yang datang dengan membawa minuman ditangannya dan…
BYUR
(kira-kira siapa yang disiram dan siapa orang yang menyiram kan air itu, ikuti kelanjutannya di episode selanjutnya)
Terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak berupa
like
komen
favorit
Stay healthy and stay happy buat pembaca semua
__ADS_1
I love you 💕