
Sang bulan mulai pergi dan matahari mulai menampakkan sinarnya. Seorang gadis merasa terusik dengan cahaya yang masuk melalui celah jendela kamarnya, ditambah teriakan sang ayah yang memanggilnya dibalik pintu.
"Ara, sayang kamu sudah bangun atau belum. Kamu sudah terlambat sayang" teriak sang ayah yang membangunkan putrinya dari satu jam yang lalu itu mulai kesal karena putrinya tak kunjung turun untuk sarapan
Ara yang mendengar teriakan ayahnya itu mau tidak mau membuka matanya, dengan posisi duduk dan menoleh kearah meja dekat tempat tidurnya.
Matanya membulat seketika melihat jam yang sudah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi. Ara yang melihat itu langsung bergegas untuk mandi dan berpakaian.
Skip selesai mandi dan menggunakan seragam sekolah
Ara yang sudah selesai bersiap kembali melihat kearah jam yang sudah menunjukkan pukul tujuh kurang lima belas menit, melihat itu ia langsung bergegas keluar untuk pergi ke sekolah.
Deru langkah kaki sangat cepat terdengar menuruni anak tangga dan menampakkan sosok gadis yang sudah siap dengan seragam dan tas di punggungnya
"Ayah, kenapa gak bangunin Ara dari tadi sih, Ara jadi telat masuk sekolah"
"Bukan salah ayah kan kalau kamu begadang sampai jam tiga pagi maraton Drakor Song Joon Ki si tentara itu" jawab rey sambil menikmati kopi sebelum berangkat menuju kafe yang baru kembali ia buka tiga hari lalu
Yah memang yang ayahnya katakan itu benar, itu memang kesalahannya sendiri karena tak mendengarkan nasehat ayahnya
"Yaudah Ara berangkat ke sekolah dulu, dah ayah I love you" ucapnya sambil berlari keluar rumah dengan tergesa-gesa karena dia semakin terlambat karena perdebatan dengan sang ayah
Ara berlari sekuat tenaga untuk sampai ke sekolah, sebenarnya rumahnya tak begitu jauh hanya lima belas menit menggunakan kendaraan dan tiga puluh menit berjalan kaki.
Dia terus berlari dan sesekali melihat jam ditangannya yang menyisakan waktu tiga menit sebelum gerbang sekolah ditutup. Melihat itu Ara semakin mempercepat larinya, namun sayang saat hampir sampai, gerbang itu sudah tertutup rapat dan Ayyara melihat banyak anggota osis dan guru piket yang sudah menunggu
Ayyara yang ingin putar balik menghindari hukuman justru berbalik kembali karena suara salah satu laki-laki yang terlihat menggunakan pakaian rapi dan bandana tangan bertuliskan ketua osis.
"****, malah ketahuan lagi gue. Mana yang liat langsung siketos pula, akh sial banget gue hari ini. Belum lagi nanti gue dapet hukuman, turun sudah image gue"
Ara melangkah menghampiri sosok laki-laki yang memanggilnya tadi dengan nametag 'Elang Saputra' itu dengan berat hati
__ADS_1
"Mau kemana Lo, jangan coba-coba kabur" tanya elang dengan wajah datar dan suara dinginnya yang mampu membuat gadis mana saja klepek-klepek dibuatnya.
(Ciah klepek-klepek, ikan kali ah 🤣)
Oke lanjut
Namun sayang seribu sayang itu tak mempan untuk seorang Risa (Ara yang sekarang) karena dia sudah biasa menerima perlakuan seperti itu
"Emang menurut Lo gue mau kemana?" tanya Ara tak kalah dingin
Elang yang mendapatkan jawaban seperti itu dari Ara tertegun diam, sebab belum ada yang berani membalas ucapannya sambil menatap mata itu secara langsung.
Ara yang melihat elang masih belum tersadar dari keterkejutannya, kemudian kembali berucap sambil mendekatkan wajahnya kesamping telinga elang.
"Gimana kalau gue maunya pergi kehati Lo aja, Lo mau nerima gue gak kira-kira" goda Ara pada elang sambil mengedipkan sebelah matanya
Inilah salah satu hobi Ara (Risa yang dulu) yaitu menggoda para pria dengan kecantikannya, tapi gak ada yang dia terima alias cuman PHP 🙂, Risa (Ara yang sekarang) suka melakukan hal itu sebab baginya pria itu sama saja, hanya menyukai wajah cantik dan tubuh seksi. Jadi ya bisa dikatakan bahwa Ara melakukan hal sama untuk mempermainkan mereka.
Oke back to story'
Elang membalikkan badannya dan mengajak Ayyara untuk ikut berkumpul bersama dengan siswa lain yang juga terlambat untuk menjalankan hukuman bersama.
Semua siswa maupun siswi yang terlambat dibawa menuju lapangan utama dimana biasanya diadakan upacara pengibaran sang saka merah putih
"Baiklah untuk kalian semua yang terlambat hari ini, akan diberikan hukuman untuk membersihkan area sekolah dan juga toilet untuk murid maupun guru. Apa kalian semua paham" ucap elang dengan menatap mereka semua dengan intimidasi
Semua menjawab dengan wajah tertunduk kecuali Ara yang menjawabnya dengan malas
"PAHAM" jawab mereka serentak
"Dan untuk Lo murid baru" ucap elang sambil menunjuk Ayyara, sedangkan yang ditunjuk hanya masa bodoh saja
__ADS_1
"Sebagai konsekuensi karena terlambat dan juga Lo itu murid baru, hukuman Lo adalah berdiri dilapangan memberi hormat kearah bendera sampai jam istirahat berbunyi"
Ara yang mendengar penuturan dari elang selaku ketos disana ingin melayangkan protes namun tak jadi setelah melihat tatapan dari elang, bukannya takut tapi ia sangat malas untuk berdebat dan membiarkan elang untuk kali ini.
Melihat Ara yang kembali bungkam membuat elang menyunggingkan senyum tipisnya sangat tipis namun mampu dilihat oleh mata tajam Ara dan diapun membatin
"Awas aja lo, gue pastiin bakal balas perbuatan Lo ini dengan lebih dari ini" sambil memberikan tatapan tajamnya
"Baiklah untuk kalian semua selain si murid baru itu, silahkan ikuti anggota osis lain untuk mengambil peralatan kebersihan dan jangan coba-coba untuk beralasan agar tidak menjalankan hukuman kalian"
Semua orang mulai bubar untuk menjalankan hukumannya masing-masing, ada yang pergi membawa sapu dan tong sampah kebagian taman sekolah dan sisanya membawa ember dan alat pel untuk membersihkan toilet.
Kini hanya tersisa ayyara dan juga elang yang masih berada di lapangan itu, elang mulai berjalan mendekat kearah Ayyara berdiri dan berhenti saat jarak mereka hanya tersisa satu langkah saja
"Gue bisa aja buat Lo gak dihukum tapi ada syaratnya. Lo mau gak" tawar elang pada Ayyara
Sedangkan ayyara setelah mendengar itu menjadi senang dan menganggukkan kepalanya dengan semangat yang mana justru terlihat menggemaskan dimata elang.
"Lo harus mau jadi…
(Kira-kira apa yah syaratnya supaya Ayyara lolos dari hukuman)
(Buat kalian semua yang menunggu Abi buat up terimakasih masih setia buat nunggu dan Abi minta maaf hampir seminggu ini Abi gak up karena Minggu lalu ada acara tasyakuran ponakan Abi yang kedua. Dan sekarang ada keluarga besar dari solo datang jadi tidak ada waktu untuk buat episode baru. Jadi Abi mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para rider semua 🙏)
Terimakasih sudah mampir dan baca, jangan lupa tinggalkan jejak berupa
like
komen
favorit
__ADS_1
Stay healthy and stay happy buat pembaca semua
I love you 💕