Transmigrasi Clarissa

Transmigrasi Clarissa
Bertransmigrasi


__ADS_3

Dihari yang cerah seorang gadis berusia 20 tahun itu sangat puas karena ia berhasil mendapatkan gelar tak terkalahkan didunia (untuk ajang beladiri). Dia berhasil menepati janjinya kepada sang guru sekaligus ayah angkatnya itu, dengan memegang piala dan masih memasang wajah datarnya yang khas dia melewati para wartawan yang bertanya padanya.


Clarissa atau Risa langsung menuju ruang ganti dan menyusul sang ayah yang sudah menunggunya ditempat parkir.


"Ayah maaf membuatmu menunggu lama" ucapnya saat sudah duduk disamping pria paruh baya yang berusia hampir 50 tahun itu tetapi wajahnya masih seperti seperti pria 30-an kadang Risa disalah pahami sebagai sugar Beby dari ayah angkatnya itu


"Tidak papa, lagipula ayah tau pasti kau harus mengurus para hama itu dulukan" jawab sang ayah pada putrinya itu


(hiyah sa ae lu bambang 😂😂)


oke back to story'


"Ya, ayah tau sendiri para wartawan itu susah sekali dihadapi padahal aku sudah mengabaikan mereka" lanjutnya lagi dengan wajah yang jengah


Sang ayah yang mendengar keluhan putrinya itu hanya mampu terkekeh sambil mengelus kepala putrinya itu.


"Baiklah bagaimana kalau kita pulang dan merayakan kemenanganmu di kafe ayah? Kau mau kan!" Iya meminta dengan sedikit memohon karena Risa selalu tidak mau merayakan kemenangannya, setelah kejadian kafenya kecolongan saat mengadakan acara itu dan baru mengetahui keesokan harinya.


"Huf baiklah tapi ini yang terakhir kalinya" jawab Clarissa


Mendengar kata "terakhir kalinya" dari mulut putrinya itu membuat perasaanya menjadi tidak enak tapi ia menepis itu dan bersyukur karena Clarissa mau ikut merayakannya.


Mobil melaju menuju sebuah kafe yang berada dipusat kota Jakarta itu. Tak butuh waktu lama hanya sekitar 30 menit dari tempat olimpiade kejuaraan itu diselenggarakan.


Sesampainya disana merek langsung masuk dan mendapati banyak orang disana termasuk anak panti dan juga bunda niken. Bunda Niken yang melihat Clarissa masuk dengan membawa sebuah piala langsung menghampirinya dan memberi dia pelukan serta ucapan selamat dengan tulus.


Setelah tokoh utama pesta itu sampai acara makan-makan langsung dimulai. Hari sudah menunjukkan siang berganti sore ini mereka semua berkumpul dan bercanda gurau bersama. Clarissa yang mulai bosan memilih untuk keluar dan mencari udara segar, sang ayah yang melihat putrinya berdiri dari kursinya itu bertanya kepadanya.


"Clarissa kau mau kemana sayang" tanyanya kepada Clarissa


Clarissa yang mendengar pertanyaan itu langsung menengok kearah samping dan melihat ayahnya sebelum menjawab,

__ADS_1


"Risa mau cari udara segar dulu" jawabnya pada sang ayah


"Baiklah tapi hati-hati oke" ucap Reyhan lagi,


entah kenapa perasaannya sangat tidak enak sejak Clarissa mengatakan kata "terakhir kalinya" saat dalam perjalanan kemari.


"Iya ayah, lagi pula aku tidak akan pergi jauh hanya didepan kafe saja. Kenapa ayah mengatakan itu seolah-olah aku akan pergi jauh meninggalkan ayah?" tanya Clarissa pada Reyhan ayahnya itu.


"Tak apa tapi ada baiknya jika kamu berhati-hati dimanapun, karena bahanya pasti selalu ada. Bukan ayah tidak percaya kau bisa melindungi dirimu sendiri, tapi ayah khawatir padamu" jawab Reyhan penuh dengan rasa khawatir


Melihat khawatiran dimata sang ayah Clarissa mencoba memberi pengertian kepadanya "Ayah tenang saja, ayah tau kan siapa putrimu ini" dengan nada sombongnya untuk meredakan rasa khawatir dari ayahnya itu.


Mendengar penuturan dari sang putri membuat Reyhan merasa sedikit tenang, dan membiarkan putrinya untuk keluar karena ia tau Clarissa tidak menyukai keramaian. Dia lebih suka tempat yang tenang dan sepi.


Clarissa yang sudah berada diluar kafe itu memejamkan matanya dan menghirup udara sambil melihat matahari yang hampir terbenam. Saat sedang asik melihat sunset itu Risa mendengar suara teriakan wanita yang memanggil sang putra yang berada ditengah jalan untuk menyingkir dikarenakan ada sebuah truk yang melaju dengan ugal-ugalan.


Risa yang melihatnya tak tinggal diam dan langsung mendorong anak kecil itu yang menyebabkan Risa tertabrak oleh truk itu.


"Risa. Clarissa sayang bagaimana bisa kau sampai seperti ini". Reyhan yang melihat sang putri kesakitan langsung meminta salah satu warga untuk menelepon ambulance.


Dalam lima menit ambulance datang dan Risa langsung dilarikan kerumah sakit Abimanyu hospital.


💐💐💐💐💐💐💐


Disisi lain seorang gadis berpakaian SMA berumur sekitar 18 tahun berjalan disebuah jembatan gantung sambil menangis meratapi nasib hidupnya yang amat menyedihkan. Dia berhenti tepat ditengah jembatan dan mendongakkan kepalanya menatap sang langit. Seolah langit mengetahui hatinya yang sakit dan pilu mulai menjatuhkan airnya, seolah tau bahwa dia tak ingin tangis dan teriakan pilunya didengar orang.


Dia menangis dan berteriak dengan keras menyalahkan takdir tuhan yang tak pernah adil padanya, seolah tuhan mempermainkan hidupnya dan tertawa atas penderitaan yang ia alami. Keputusasaan, penderitaan, kesedihan, penghinaan, siksaan melengkapi hidupnya setelah kematian sang bunda 12 tahun lalu, merubah semua kehidupannya dari mulai sifat sang ayah yang berubah dingin dan tidak perduli padanya sampai ibu dan saudara tiri yang selalu menyiksanya .


Hari ini sepulang sekolah saat masuk rumah dan hendak menuju kamar dia mendengar kenyataan yang seharusnya tidak ia ketahui. Dia mengetahui kenyataan dibalik kecelakaan yang menewaskan sang bunda, yang ternyata memang direncanakan oleh sang ayah dan ibu tirinya itu. Mereka tertawa bahagia karena rencananya berhasil untuk membunuh Kartika dan mendapatkan semua hartanya.


Ayyara yang mendengarnya tak percaya dan menutup mulutnya agar tak bersuara, belum bisa mencerna kenyataan yang dia dengar dia kembali dikejutkan dengan kenyataan bahwa saudari tirinya adalah adik beda ibu darinya.

__ADS_1


Ternyata selama ini ayah yang amat ia juga bundanya sayangi dan percaya ternyata selama ini mengkhianati mereka semuanya memang sudah direncanakan sejak awal.


Kembali mengingat kenyataan pahit itu membuatnya putus asa dan berdiri diatas pembatas jembatan, dibawah sana song sungai meluap akibat hujan deras, petir dan kilat mulai bersahutan bersama semakin kencangnya teriakan keputusasaan Ayyara.


"Tuhan kumohon untuk kali ini kabulkan lah doaku, tolong kirim seseorang yang dapat membalaskan dendam ku kepada keluarga b*jingan itu. Buat mereka merasakan apa yang kurasakan, kumohon pertemukan aku kembali dengan bundaku, aku sudah lelah menghadapi dunia ini kumohon izinkan aku memeluknya lagi" doanya sambil mendongakkan kepalanya keatas langit seolah sudah tak memiliki keinginan hidup.


Saat ucapan itu selesai, Guntur dan kilat bersahutan seolah tuhan mengabulkan doanya. Mendengar itu Ara tersenyum dan merentangkan kedua tangannya dan terjun bebas ke sungai yang memiliki aliran yang deras.


💐💐💐💐💐💐💐


Diruangan UGD seorang gadis baru saja menghembuskan nafas terakhirnya. Keluarga yang ditinggalkan amat sangat terpukul, terutama sang ayah. Siapa yang menyangka pesta yang mereka adakan adalah pesta terakhir yang mereka bisa makan bersama dengannya.


Sang ayah menghampiri jasad putrinya yang sudah terbujur kaku dengan langkah yang lunglainya. Saat sudah berdiri disamping jasad itu dia menangis sejadi-jadinya pertahanannya runtuh melihat anak yang begitu ia sayangi sudah terbujur kaku.


"Risa, sayang kenapa kamu meninggalkan ayah sendirian nak, kenapa kamu tidak mengajak ayah pergi bersamamu? apa kamu marah dengan ayah yang memaksamu untuk ikut pesta itu, sampai-sampai kamu marah dan menghukum ayah begini. Ayo bangunlah kamu bisa menghukum ayah dengan cara yang lain sayang, kalau kamu mau memukul ayah pun ayah tidak akan marah karena itu bangunlah sayang jangan terus-terusan tidur, apa Risa tidak lelah tidur terus. Bangun dan lihatlah ayah sayang, ayo kita pulang kerumah saat kita sampai nanti ayah akan buatkan makanan favorit Risa jadi sekarang ayo bangun sayang, Risa ayo bangun" Ucapnya terus sambil sesekali mengguncang tubuh Risa yang sudah sedingin es, dibalik pintu bunda Niken melihat hanya mampu menangis dalam diam dan pergi dari sana karena sudah sanggup melihatnya dan membiarkan ayah dari anak asuhnya itu berdua untuk yang terakhir kalinya.


Jenazah Clarissa sudah dikebumikan banyak orang yang menangis, menangisi kepergiannya. Banyak para fans bahkan wartawan dari seluruh penjuru dunia dan salah satunya adalah seorang pria tampan pewaris tunggal keluarga nomor satu di Asia dan Eropa itu.


Ada tokoh baru lagi nih kira-kira siapa pria tampan juga sipewaris tunggal itu?


Mau tau kelanjutannya tunggu episode selanjutnya, tetapi sebelum itu jangan lupa tinggalkan jejak


like


komen


favorit


Stay healthy and stay happy buat pembaca semua


Terimakasih karena sudah mampir

__ADS_1


I love you 💕


__ADS_2