
Ayyara yang melihat Ana yang terbaring pingsan kemudian melangkah maju dengan wajah dinginnya namun dengan tatapan yang menyiratkan kesedihan dan amarah yang begitu sangat besar.
Siapapun yang melihat mata yang penuh dengan kesedihan itu tak akan mampu untuk menahan tangisnya, begitu pula yang terjadi pada seluruh siswa-siswi Abimanyu school itu.
Mereka menangis dalam diam seperti merasakan kesedihan maupun amarah dari ayyara
Sedangkan ayyara yang sudah berada dihadapan Ana berjongkok mensejajarkan tubuhnya dan mengarahkan tangannya kerah leher Ana untuk mencekiknya, namun teriakan seseorang membuatnya berhenti
"Berhenti disana Ayyara Kartika Putri" teriak seseorang menggema disana
"Ayah Rey" lirih Ayyara saat melihat seseorang yang meneriakinya dan ternyata itu adalah Reyhan, ayahnya
Reyhan sebenarnya terkejut melihat apa yang sudah Ayyara lakukan, karena sebelumnya ia tak pernah melihat putrinya sampai semarah ini dan melukai lawannya separah ini.
Flash back:
"Mina saya akan pergi ke sekolah putri saya, kamu jaga kafe dan jika ada masalah langsung telpon saya, kamu mengerti" ucap Rey kepada salah satu karyawan kafenya
"Baik pak"
Setelah mendengar jawaban dari karyawannya itu Reyhan langsung melakukan mobilnya menuju sekolah putri kesayangannya dan mengatakan bahwa dia akan pergi keluar kota untuk melihat cabang kafenya yang sedang bermasalah.
(Loh kenapa harus pergi ke sekolah Ayyara, kan bisa melalui telepon, yah itu karena handphone Ayyara yang tidak aktif.
Kok bisa kan tadikan baik-baik aja. Itu karena saat Ayyara memukul meja dengan keras handphone Ayyara ikut terbanting dengan tidak elitnya)
oke lanjut
Dia tidak bisa pergi tanpa pamit pada putri kecilnya, ditambah handphone nya yang tiba-tiba tidak aktif membuat ia khawatir.
Mengingat itu Reyhan melajukan mobilnya lebih cepat untuk mengetahui keadaan putrinya itu.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga puluh menit Reyhan sampai digerbang sekolah dimana putrinya menempuh pendidikan. Tak lama datang seorang satpam yang mempertanyakan tujuan kedatangannya
"Maaf pak, ada keperluan apa anda tangan kemari" tanya salah satu satpam
"Ah maaf mengganggu pak, saya memiliki kepentingan sebentar dengan putri saya. Handphone putri saya tidak aktif dan saya harus segera pergi keluar kota. Saya khawatir dia sedang dalam masalah karena tidak biasanya handphone nya tidak aktif" jawab Reyhan dengan nada khawatir
Satpam itu langsung mengizinkan Reyhan untuk masuk setelah tau tujuan kedatangannya.
Setelah berterimakasih, Reyhan langsung melajukan mobilnya menuju parkiran sekolah dan masuk kedalam untuk mencari keberadaan Ayyara.
__ADS_1
Saat kebingungan mencari dimana putrinya itu, Reyhan bertemu dengan seorang siswa dan bertanya kepadanya
"Permisi, apa kamu tau dimana kelas siswi bernama Ayyara Kartika Putri, siswi baru yang masuk sekitar satu Minggu lalu" tanya Reyhan kepada siswa tersebut yang mana ternyata adalah elang.
"Maaf sebelumnya jika saya kurang sopan, kalau boleh tau ada keperluan apa paman mencari Ayyara" tanya elang dengan sopan
"Saya ayahnya, saya ingin bertemu dengan putri saya karena harus pergi keluar kota dan handphone nya tidak aktif, jadi saya langsung kemari sekalian berpamitan padanya" jawab rey kepada elang
Elang yang mendengarnya menawarkan diri untuk mengantar Reyhan bertemu langsung dengan ayyara
"Kalau begitu saya bisa mengantar paman ketempat Ayyara, ada kemungkinan dia sedang berada di kantin sekolah karena sekarang sudah masuk jam makan siang" tawar elang
"Apa tidak masalah? paman takut merepotkan" ucap Reyhan yang tak enak hati
"Tak masalah paman, mari saya antar" kata elang sambil berjalan didepan menunjukkan jalan
Reyhan hanya menggunakan sebagai jawaban dan mengikuti elang dari belakang. Saat sudah hampir mendekati area kantin, Reyhan maupun elang mendengar suara teriakan dari para siswi. Sontak saja Reyhan langsung berlari diikuti elang dibelakangnya.
Alangkah terkejutnya Reyhan saat melihat Ayyara yang hendak mencekik Ana yang sudah tak sadarkan diri itu.
"Berhenti disana Ayyara Kartika Putri" teriaknya dengan keras
Flash back off
Ayyara yang melihatnya ayahnya berada disana langsung berdiri dan berlari sambil menangis memeluk Reyhan.
"Hiks hiks ayah, hiks ayah" rengek Ayyara sambil menangis dipelukan Reyhan
"Hey sayang, ada apa katakan pada ayah apa yang terjadi disini. Kenapa dia bisa seperti itu (sambil menunjuk ke arah ana yang sudah terbaring pingsan) dan kenapa kau menangis. Siapa yang berani membuat putri kesayangan ayah ini menangis" tanya Reyhan beruntun dengan aura dingin yang pekat sama dengan milik Ayyara sebelumnya
Mereka yang merasakan hawa dingin itu lagi, kembali merasa panas dingin dan sulit bernafas.
"Ayah hiks aku mau pulang, Ara tidak mau disini. Ara mau pulang bersama ayah" lirih ayyara meminta untuk pergi dari sana masih dengan tangisnya
Reyhan yang mendengar suara dan tangis dari sang putri mengeratkan pelukannya dan menggendong Ayyara ala koala hug.
(Para rider pasti tau, tidak perlu dijelaskan)
Reyhan membawa pergi Ayyara dari sana tanpa sepatah katapun, dengan ayyara yang berada dalam gendongannya yang masih menangis dan sesekali sesegutan menuju tempat dimana ia tadi memarkirkan mobilnya.
Saat hendak membuka pintu ada suara teriakan yang membuat Reyhan menghentikan niatnya itu
__ADS_1
"Om tunggu sebentar" teriak seseorang itu yang ternyata adalah Zein yang berlari diikuti sahabatnya dan juga teman-teman Ayyara
Reyhan hanya memandang datar kedatangan Zein dan juga yang lain, kemudian bertanya
"ada apa" tanya Reyhan kepada mereka berlima dengan suara yang dingin
Zein dan yang lainnya merasakan nada tidak suka dari ucapannya, hanya dua kata yang Rey ucapkan namun mampu membuat Zein berkeringat dingin
"Ehh itu om, saya mau mengembalikan handphone Ayyara yang tadi jatuh. Tapi sepertinya harus di servis" ucap Zein sambil menyodorkan handphone Ayyara yang sudah hancur itu
Reyhan menerimanya dan berterimakasih. Rey langsung masuk mobil dan meninggalkan kelima remaja itu yang merasa khawatir dengan kondisi Ayyara
Reyhan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumahnya dengan ayyara yang berada dalam pangkuannya, sesekali Rey mengelus pucuk kepala putrinya itu dengan penuh kasih sayang.
Skip sampai dirumah
Reyhan memarkirkan mobilnya digarasi dan kembali menggendong ayyara menuju kamarnya dikarenakan putrinya tertidur, kelelahan menangis.
Setelah membaringkan dan menyelimuti putrinya, Reyhan kemudian mencium kening gadis kecilnya itu dengan penuh kasih sayang dan berlalu keluar untuk menelepon bawahannya untuk menghendel masalah diluar kota karena ia tak mungkin meninggalkan putrinya sendirian dirumah dalam keadaan sedang kacau.
Dalam telpon:
"Hendel pekerjaan di kota X, saya tak bisa pergi. Putri saya sedang sakit dan harus dirawat" ucap Rey memberi alasan pada bawahannya itu
"Baik, laksanakan tuan" kata si A
Reyhan langsung memutus sambungan telpon dan pergi menuju kamarnya untuk istirahat, kejadian hari ini membuat kepalanya terasa sakit. Dimana mendapatkan kabar bahwa kafenya yang berada diluar kota mengalami kebakaran dan kerugian yang ditaksir bisa mencari puluhan bahkan ratusan juta. Ditambah masalah putrinya yang menangis dan mencoba membunuh seseorang yang ia sendiri belum kenal.
Reyhan hanya dapat menghela nafas untuk meredakan sakit kepala dan menuju kamar untuk istirahat sejenak.
(Oke makasih banyak buat pembaca yang sudah support dan mampir ke novel ku)
Jangan lupa tinggalkan jejak berupa
like
komen
favorit
Stay healthy and stay happy buat pembaca semua
__ADS_1
I love you 💕