
Masih lanjutan:
Risa yang melihat hal itu juga tak kuasa menahan tangisnya dan ikut merasakan bagaimana perasaan Reyhan.
"Saat istri paman sedang melakukan persalinan, berjuang antara hidup dan mati untuk melahirkan buah hati kami. Paman saat itu sedang mengikuti turnamen beladiri internasional dan aku saat itu memenangkan nya kau pun sudah melihatnya kan" ucap nya
Risa yang mendengarnya pun langsung teringat dengan piala turnamen yang ia lihat sebelum keluar ruangan.
"Piala itu adalah yang terakhir paman dapatkan karena di hari turnamen itu berlangsung istri paman menghembuskan nafas terakhirnya karena mengalami pendarahan setelah persalinan" ucapnya sambil terisak "Dan setelahnya paman hidup hanya berempat bersama putri dan kedua orangtua paman. Paman membuka sebuah kafe dan itu berjalan lancar sampai tragedi itu datang dan merenggut semuanya. Setelah dua tahun berlalu sejak meninggalnya istri paman, kedua orangtua dan juga putri paman ikut menyusulnya. Mereka meninggal karena mengalami kecelakaan dan tewas ditempat tanpa mendapatkan penangan medis" lanjutnya lagi sambil menoleh kearah Risa dengan senyum yang penuh luka dan air mata
Risa yang mendengar hal tersebut tak kuasa menahan rasa sakit hatinya, ia merasakan dadanya berdenyut nyeri mendengar cerita dari Rey
"Kalau begitu paman bisa mengajari aku beladiri dan menganggap aku putri paman" tanya Risa kepada Rey
Rey yang mendengarnya pun sedikit terhibur dan berhenti menangis dan berkata kepada Risa
"Tentu paman akan mengajarimu tapi ingat satu hal ini beladiri digunakan untuk melindungi dirimu dan membantu orang lain, bukan untuk menyakiti orang lain dan selalu prioritas kan keluarga kau mengerti risa " ucap Rey sambil menasihati Risa agar Risa tidak melakukan kesalahan yang pernah ia lakukan dulu
"Baik paman aku mengerti" jawab Risa dengan tersenyum
Dan mulai saat itu Risa selalu pergi kerumah Rey untuk berlatih setelah pulang sekolah
💐💐💐💐💐💐💐
__ADS_1
Seorang gadis yang sedang istirahat sambil mengenang pertemuan pertamanya dengan sang guru dikejutkan dengan suara teriakan dari sang bunda
"Risa ayo masuk sudah waktunya makan siang" teriak nya memanggil Risa
Risa tidak menjawab dan langsung masuk untuk membersihkan diri dan bergabung dimeja makan. Bunda Niken yang melihat hal itu tidak bisa melakukan apa-apa selain menghembuskan nafas sabar, setelah kejadian 2 tahun kalau sifat Risa menjadi berubah total dia selalu memasang wajah datar dan bersikap dingin pada siapapun, Risa seperti memasang tembok pembatas yang besar dan menjulang tinggi agar siapapun tidak dapat bisa memasuki ataupun melihat apa yang ada didalam hatinya.
Skip selesai makan siang
Risa memilih pergi ke kafe, biasanya sang guru ada disana untuk memantau perkembangan kafe pada hari weekend.
Risa yang sudah sampai langsung masuk dan langsung pergi kelantai dua, dimana ruangan pribadi sang guru yang sudah ia anggap sebagai ayahnya sendiri itu. Para pegawai yang melihatnya membiarkan saja karena mereka sudah tau siapa Risa bagi bos mereka itu.
Risa yang sudah didepan pintu mengetuknya dan langsung masuk begitu mendengar jawaban dari dalam.
"Tidak memangnya ada apa" jawabnya sambil melihat ke arah Risa
"Risa Minggu depan ada turnamen dan sekolah memilih Risa sebagai perwakilan, Risa ingin paman hadir disana sebagai wali Risa yah" ucap Risa sambil menampilkan wajah memohon takut orang yang iya sudah anggap ayah ini tidak menyetujuinya
Reyhan yang melihat wajah memohon dari Risa itu terkekeh sambil menjawab
"Tentu paman akan datang sebagai walimu, dan menyaksikan-mu menjadi juara sambil mengangkat piala kemenangan" jawabnya sambil mengusap kepala Risa
Risa yang mendengar jawaban dan juga usapan lembut dikepalanya itu tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya dan tersenyum kepada Reyhan
__ADS_1
(Buat kalian yang tanya kok Risa dingin ke bunda Niken dan malah bersikap manja ke Rey, jadi karena setelah kejadian Risa yang kabur dari panti dan setelah pulang langsung berubah sikap ke bunda Niken, karena merasa kecewa kepada bunda yang tidak mengatakan langsung dengan jujur padanya bahwa dia memang tidak memiliki ayah dan bunda seperti teman-teman nya yang lain. Risa akan mengerti jika saja bunda Niken langsung berkata jujur padanya, tetapi ia justru malah memilih berbohong dan itu yang membuat Risa membuat Risa kecewa)
(Terus kenapa Risa gak tinggal sama Rey aja? Rey sudah menawarkan Risa untuk tinggal bersamanya tapi Risa menolak karena bagaimanapun ia masih memiliki hutang Budi kepada Niken yang sudah mengurusnya sadari kecil. Tapi tenang aja walaupun risa tinggal di panti tapi kebutuhan hidupnya ditanggung oleh Rey begitupun dengan kebutuhan anak panti yang lain. Bisa dibilang Rey adalah donatur panti asuhan tersebut)
💐💐💐💐💐💐💐
Sedangkan disebuah rumah sakit terdapat seorang anak perempuan yang menangis didepan ruang UGD sambil menyebut kata "Bunda"
Kira-kira siapa anak perempuan yang menangis itu? dan apa yang membuat gadis kecil itu terus menyebut kata "bunda"!!!
Nantikan di episode selanjutnya yah
Tapi sebelum itu jangan lupa tinggalkan jejak berupa
like
komen
favorit
stay healthy and stay happy buat pembaca semua
I love you 💕
__ADS_1