
"Ini si Ara bego atau apa, masa barang penting kayak gini disimpan dibawah pakaian. Emang yah holang kaya mah beda" ucap seseorang yang berada ditubuh Ara
πππππππ
Ayyara POV on;
"Yah gak ada salahnya juga sih jadikan gua gampang nyarinya, gak perlu susah payah nyari sampe gali tanahkan" ucapku karena setidaknya tidak perlu membuat tubuh ini kotor atau terluka
Aku membuka kotak kayu yang berisi sebuah dokumen, kalung dengan liontin batu giok, dan sebuah black card. Aku mulai membuka dokumen itu dan membacanya dengan teliti satu persatu. Dan alangkah terkejutnya aku ternyata ini dokumen surat kepemilikan mansion ini, perusahaan, butik, bahkan restoran. Aku yang masih terkejut terus membolak-balik halaman kertas itu dan dilembar terakhir ternyata disana ada surat kepemilikan sebuah villa dipuncak gunung.
Aku benar-benar terkejut ternyata Ayyara anak tunggal kaya-raya, aku menutup mulutku saking terkejutnya melihat apa yang ku pegang ini.
"Gila cuy, ternyata si ayyara anak tunggal kaya-raya, gila hartanya aja kagak bakal abis tujuh turunan kalau begini. Ini juga kenapa lu bego banget sih Ra, ini mansion atas nama Lo, perusahaan, restoran, butik bahkan villa. Lo bisa ngusir para hama pengganggu itu dengan surat kuasa ini, a*jirlah gua ngiri ba**ke! eh tapikan sekarang gua jadi Ayyara berarti apa yang Ara punya juga punya gue dong. Ah seneng banget gua anjir gak perlu susah payah nyari duit ini mah"
"Tapi tunggu dulu itu berarti, perusahaan yang dipegang sibaj*ngan itu berarti milikku. As* liat aja Lo nanti kadal buntung gua bakal bikin perhitungan sama Lo yang udah make uang gua seenaknya aja, liat aja nanti tunggu tanggal mainnya"
"Kayaknya gua harus keluar dari mansion ini dulu deh, biar gua gampang buat jalanin rencana balas dendam gua" ucapku kembali sembari tersenyum sinis π
(Ya ini adalah sifat sebenarnya dari seorang Clarissa, eh kok disebutin lagi raider jadi pada tahu deh, gak papa lah mereka juga pasti dah tau)
(Itulah sifat Clarissa, Risa sebenarnya adalah orang yang baik dan suka menolong. Dia memiliki sifat bar-bar, memiliki senyum yang manis dan sedikit sengklek, tapi itu hanya ketika dihadapan orang yang iya sayangi terutama sang ayah. Namun dia akan memasang wajah datar dan bersifat dingin kepada orang yang tidak ia sukai dan orang bermuka dua)
Ayyara POV end
back to story'
Sang istri mencoba mencoba menenangkan suaminya yang masih berteriak marah kepada anak tirinya itu.
"Pah udah jangan teriak-teriak terus, nanti tenggorokan mu sakit. Lagipula anak itu tak akan mendengar teriakanmu" ucap Arabella Mahesa istri sekaligus ibu tiri Ayyara itu mencoba menenangkan suaminya
"Yang mamah bilang benar papah, jangan membuang-buang tenaga dan suara papah untuk anak tidak tau diri itu" ucap putri dari Arabella yaitu Annabella Mahesa, saudari tiri dari Ayyara
Mendengar ucapan istri dan putri kesayangannya itu membuat Danu mulai tenang. Setelah kembali tenang dan duduk kembali dia kembali dikagetkan dengan suara seseorang yang menuruni tangga dengan cepat, siapa lagi kalau bukan Ayyara.
Ayyara keluar kamar dengan menggendong ransel dipunggung nya yang berisi beberapa potong pakaian dan surat warisan dari sang bunda.
"Mau kemana lagi kamu, baru juga pulang sudah mau pergi lagi. Anak macam apa kamu, hanya bisa menjadi aib keluarga Mahesa saja" ucap danu yang melihat Ayyara akan pergi meninggalkan rumah
Ayyara yang mendengar penuturan dari b*ajingan yang dia sebut dengan ayah itu langsung memberhentikan langkahnya dan berbalik menatap Danu dengan tatapan yang dingin dan tajam
"Jaga bicara anda itu, saya bukanlah aib keluarga ini justru istri dan juga anak anda itu yang menjadi aib. Saya adalah anak keturunan dari darah keluarga Mahesa dan terlahir dari rahim wanita baik-baik juga terhormat bukan dari darah orang rendahan dan rahim seorang ******" ucapnya sambil melirik kearah ibu dan saudari tirinya itu
Mendengar sindiran dari Ayyara, Arabella menjadi emosi dan mengepalkan tangannya kuat-kuat begitu juga dengan Annabella. Sedangkan Danu yang mendengar istri dan anaknya di permalukan naik darah dan kembali berdiri dari duduknya.
__ADS_1
"Dasar anak kurang ajar, bukannya introspeksi diri malah menuduh orang lain. Dasar anak tidak berguna tak tau untung" umpat Danu yang ia lontarkan kepada Ayyara
Mendengar hal itu bukannya takut, Ayyara justru terkekeh mendengarnya
"Hahahaha apa tadi katamu tuang Danu, tak tau diuntung, bukankah itu kata yang tepat untuk menggambarkan dirimu sandiri dan juga mereka berdua. Haha lucu sekali, kau yang bukan siapa-siapa dan bahkan hanya orang pinggiran itu telah diangkat derajatnya oleh bundaku yang seorang putri tunggal dari keluarga Mahesa. Jadi disini sebenarnya siapa yang aib keluarga, anak yang memiliki darah keturunan murni keluarga atau seorang suami tidak tau diri yang berani mengkhianati istrinya dan memiliki seorang simpanan dan anak diluar nikah. Sebenarnya disini siapa yang aib, hahahaha" jawaban sarkas dan tepat sasaran dari Ayyara mampu membungkam mulut orang-orang tak tau diri itu
Sebelum ibu tirinya mengucapkan kata untuk menimpali ucapannya, Ayyara kembali berucap
"Aku akan keluar dari mansion ini tapi ingat satu hal, aku akan mengambil kembali apa yang menjadi milikku dan membalaskan dendam sakit hati bundaku, kalian tunggu saja dan nikmati apa yang bisa kalian nikmati karena setelah aku kembali aku akan merebut semuanya termasukβ¦" Ayyara menjeda kata-katanya sejenak dan kembali melanjutkan
"Nyawa kalian. Karena dalam prinsip hidupku, mata dibalas mata dan nyawa dibalas nyawa" sambungnya lagi dengan tatapan tajam dan aura dingin yang begitu pekat membuat semua orang merinding mendengarnya
Tanpa menunggu lebih lama ayyara keluar dari mansion itu dan saat sampai di gerbang keluar ia berbalik untuk melihat mansion keluarga Mahesa untuk yang terakhir kalinya. Dan mengingat apa yang ia janjikan kepada pemilik asli tubuh ini
Flash back
Dihari dimana tubuh Clarissa dikubur dan tubuh Ayyara ditemukan, jiwa dari Clarissa tersesat di sebuah taman bunga yang begitu indah dan sejuk, disana ia melihat seorang gadis memakai dress putih sedang bermain ayunan bersama seorang wanita yang memakai pakaian yang sama. Mereka bercanda dan tertawa bahagia, Clarissa yang melihat hal itu sedikit merasakan sakit didadanya karena ia tak pernah merasakan bagaimana kasih sayang seorang ibu.
Disaat Risa sedang melamun iya dikagetkan dengan suara yang memanggilnya dengan keras.
"Risa ayo kemari" ucap gadis itu yang ternyata adalah ayyara atau Ara
Clarissa yang bingung mengapa Ara bisa tau namanya tetap berjalan menghampiri kedua perempuan beda usia itu
"Tentu aku akan tau nama penolongku, benarkan bunda" jawab Ara sambil menengok kebelakang kearah sang bunda
"Penolong apa maksudnya"
"Risa" panggil Ara sambil mendekat kearah Risa
"Bisakah aku meminta tolong padamu untuk membalaskan dendam ku dan juga bunda" tanyanya kepada Risa
Clarissa semakin bingun setelah mendengar ucapan dari ara, Ayyara yang melihat wajah bingung Risa mulai menceritakan kisah hidupnya, yang dimana ia sebelumnya hidup bahagia bersama bunda dan ayahnya namun semua itu hancur akibat tragedi kecelakaan yang membuat Kartika meninggal, dan itu semakin buruk karena setelahnya sang ayah membawa ibu tiri dan saudari tirinya tinggal di mansion Mahesa. Hari demi hari Ara lewati dengan rasa sakit akibat siksaan yang ia terima tak ada yang bisa membantunya karena sang ibu tiri akan memecat siapa saja yang berani menolongnya dan itu terjadi kepada bi Yati dan mang diman. Dan sampai dimana ia mengetahui bahwa ternyata kecelakaan itu direncanakan oleh ayah dan ibu tirinya, dan dihari itu juga ia bunuh diri karena sudah tak sanggup menerima kenyataan hidup lagi
"Begitulah ceritanya Risa" Ara mengakhiri ceritanya sambil menangis
Risa yang mendengarnya ikut sedih dan geram karena hanya harta nyawa seseorang bahkan bisa saja dikorbankan seperti hanya sebuah mainan yang kalau sudah bosan bisa dibuang sesuka hatinya.
Risa paling tidak suka orang-orang seperti itu apalagi melihat orang teraniaya dia tak akan tinggal diam
"Apa yang bisa aku bantu untukmu dan juga bundamu" tanya Risa setelah mendengar cerita Ara dengan seksama
"Tolong balasan dendam kami" ucap ibu dan ank itu serempak
__ADS_1
"Tolong balas semua rasa sakit dan penderitaan yang aku dan bundaku alami Risa, dan setelah itu kau bisa hidup dengan bebas menggunakan tubuhku" sabung Ara
Risa yang mendengar dia bisa hidup kembali dengan menggunakan tubuh Ara menjadi senang itu artinya dia bisa bertemu kembali dengan ayahnya yang sangat ia rindukan itu.
"Baiklah aku setuju tapi kau harus memberiku ingatanmu agar aku lebih mudah membalas perbuaran mereka" jawab Risa
"Baiklah" ucap Ara dan mulai maju kehadapan Risa dan menyentil pelan dahi Risa, yang seketika itu pula memori Ara berputar dalam kepalanya seperti film dan itu menyebabkan kepalanya sangat sakit dan beberapa saat rasa sakit itu hilang seperti tak pernah terjadi.
Risa yang melihat adegan penyiksaan itu merasa sangat geram bagaimana seorang ayah bisa diam saja mengetahui anaknya disiksa oleh ibu tirinya itu bisa diam saja. Risa berjanji pada Ara dan juga bundanya bahwa dia akan membalas rasa sakit mereka berkali-kali lipat dari yang mereka berikan.
"Bagaimana aku keluar dari sini" tanya Risa
"Kau lihat cahaya disana pergilah kesana dan kau bisa keluar" bukan Ara yang menjawab melainkan bunda kartika
sebelum Risa pergi Kartika mengucapkan terimakasih sambil memeluk Risa dengan erat
"Terimakasih Risa karena kau mau membantu bunda dan juga Ara, terimakasih banyak" ucap Kartika kepada Risa
Risa yang mendapatkan pelukan erat yang hangat itu pun membalas dan mengangguk kecil. Setelah itu mereka melepas pelukannya dan Risa berjalan kearah cahaya dan berbalik dengan melambaikan tangan dan senyuman termanisnya.
Tubuh Ara yang sebelumnya meninggal kembali hidup namun dengan jiwa yang berbeda.
Flash back off
"Aku berjanji kepadamu Ara, aku akan membalas mereka berkali-kali lipat dibandingkan dengan rasa sakitmu dan juga bunda" janji yang terucap dari mulut Risa
(sekarang kita panggil Risa dengan sebutan Ara yah)
Setelah mengucap janji itu Ara langsung pergi dan tidak berpaling ke belakang lagi. Dan Ara berjalan ke halte bus terdekat untuk pergi ke alamat villa yang berada diluar kota. Lebih tepatnya dikota kelahiran Risa yang dulu, yaitu kota Jakarta. Ara merasa bahagia karena akan bertemu dengan ayahnya kembali ia sudah tak sabar untuk segera sampai. Untuk urusan memberi penjelasan mengapa ia ada ditubuh Ara akan Risa pikirkan nanti.
oke sampai sini dulu gak kerasa sudah hampir dua ribu kata, Abi sengaja tuntasin si episode ini karena akan memakan waktu dan ide yang sudah muncul akan sia-sia π jadi mohon maaf bila kepanjangan ya raider
Terimakasih yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak berupa
like
komen
favorit
Stay healthy and stay happy buat pembaca semua
I love you π
__ADS_1