
Sebelumnya
"Gue bisa aja buat Lo gak dihukum tapi ada syaratnya. Lo mau gak" tawar elang pada Ayyara
Sedangkan ayyara setelah mendengar itu menjadi senang dan menganggukkan kepalanya dengan semangat yang mana justru terlihat menggemaskan dimata elang.
"Lo harus mau jadi…
💐💐💐💐💐💐💐
"Lo harus mau jadi pacar gue, deal or no deal" kata elang sambil sedikit membukukan badannya dan wajah mereka hanya berjarak satu senti saja
Ayyara dapat merasakan hembusan nafas beraroma mint itu dan elang dapat mencium aroma mawar yang begitu menenangkan dari tubuh Ara yang mana membuatnya semakin mendekat dan hidung mereka sudah saling menempel.
Ayyara yang merasa terlena terbawa suana dan menutup kedua matanya saat kedua bibir hampir menempel. Namun sayang sebelum kedua bibir itu berciuman Ara justru mendengar suara orang terjatuh dan suara pukulan. Diapun refleks membuka mata dan melihat elang yang tergeletak dibawah dengan sudut bibir yang mengeluarkan darah. Sedangkan setelahnya ia melihat melihat Zein yang berdiri dengan kedua tangan yang terkepal dan menatap Ayyara dengan marah.
"Lo itu apa-apaan sih, mau aja Lo dicium sama dia" kata Zein dengan marah dan menunjuk elang yang masih meringis menahan sakit
Ayyara yang ingin membela diri langsung terdiam mendengar perkataan dari Zein selanjutnya
"Oh gue tau, atau jangan-jangan yang dibilang sama Ana itu bener lagi kalau sebenarnya Lo itu emang jal*ng ia, gue bener-bener gak nyangka ya sama Lo, ternyata kelakuan Lo emang gitu atau Ana juga bener soal dia yang ngomong kalau ibu Lo juga seorang jal*ng" lanjutnya sambil berteriak kencang dan marah yang mana tak menyadari bahwa apa yang dia ucapkan sudah menyakiti hati dari Ayyara
Karena sudah terlanjur marah dan tidak dapat mengontrol emosi Zein yang ingin kembali melayangkan ucapannya namun terhenti karena perbuatan dari Ayyara
PLAK
"Berani banget Lo ngehina bunda gue, emang Lo tau apa soal bunda gue hah" balas Ara yang juga berteriak dihadapan wajah Zein
"Dan gue emang salah karena sebelumnya terbawa suasana, gue bakal terima kalau Lo mau ngehina gue sesuka dan semau Lo tapi, jangan pernah Lo sesekali ngehina bunda gue dengan mulut kotor Lo itu"
Ayyara langsung pergi meninggalkan Zein yang berdiri mematung sambil memegang pipinya yang masih terasa panas, sedangkan elang yang sudah bangun pergi meninggalkan Zein sendirian menuju UKS dan dia pasti akan membalas perbuatan Zein yang sudah memukulnya dengan keras itu.
__ADS_1
Disisi lain, Ayyara pergi kearah taman yang memiliki danau buatan didepan taman tersebut, disana dia berteriak dan juga mengumpat Zein dengan mengabsen satu persatu penghuni kebun binatang itu.
(Oke kita skip aja yah, soalnya Abi sendiri pusing mau ngetiknya macem mana 😅)
Back to story'
Setelah puas mengabsen penghuni kebun binatang yang banyaknya nauzubillah itu, Ayyara memilih duduk dan memejamkan mata untuk menenangkan pikirannya yang sedang emosi. Ayyara memilih membolos sampai jam makan siang nanti toh kalau mau masuk dia sedang tidak mood
💐💐💐💐💐💐💐
Zein yang sudah tersadar dari terkejutnya mulai mencari dimana Ayyara sekarang berada. Dia sudah seperti orang gila yang berlarian kesana-kemari tanpa memperdulikan teriakan para guru yang bertanya padanya. Yang sekarang ia pikirkan sekarang hanya mencari Ayyara dan meminta maaf, dia menyadari apa yang dikatakan sebelumnya memang sudah keterlaluan. Tapi dia melakukan itu semata-mata karena rasa cemburu dan marah karena 'gadisnya' hampir saja berciuman dengan pria lain.
(Oh ayolah Zein, kau bahkan belum mengungkapkan perasaanmu dan malah cemburu dan marah ketika Ayyara hampir berciuman dengan pria lain, itu bahkan baru '"hampir" belum terjadi dan dia sudah berkata kasar apalagi nanti kalau sudah terjadi, mungkin Zein akan bermain tangan nantinya)
(Ya begitulah sifatnya Zein bukan kasar tapi lebih kearah posesif. Dia tak ingin apa yang sudah ia klaim sebagai miliknya disentuh oleh orang lain bahkan oleh sahabatnya sendiri)
Oke lanjut
Zein terus mencari dan akhirnya menemukan Ayyara di taman tempat dia menenangkan pikirannya. Zein langsung saja menghampiri ara dan duduk disampingnya.
"Gue nyariin Lo sampe muter kemana-mana, ternyata Lo malah disini"
Setelah Zein mengatakan itu tak ada jawaban apapun yang keluar dari mulut Ayyara yang mana membuatnya semakin merasa bersalah. Tak ada percakapan apapun selama hampir satu jam dan mereka masih sibuk dengan pemikiran masing-masing, sampai pada saat bel jam makan siang berbunyi yang mana membuat mereka tersaadar dan Zein mengajak Ayyara untuk pergi makan siang.
"Ayo sudah waktunya makan siang, gue traktir sekalian ada yang mau gue omongin" ucap Zein kali ini dengan lembut dan dengan sedikit ragu meraih tangan itu untuk ia genggam dan pergi menuju kantin.
Awalnya Zein berpikir bahwa ayyara akan menepis tangannya karena marah padanya, namun ternyata ayyara justru memilih diam walau masih memberinya tatapan dingin dan wajah tanpa ekspresi. Zein memaklumi itu karena dia tau pasti bahwa kesalahan sulit untuk dimaafkan. Zein dan ayyara bergandengan tangan menuju kantin sekolah untuk makan siang. Perjalanan menuju kantin terasa sangat hening namun Zein tetap menggenggam tangan ayyara.
Skip sampai kantin sekolah
Zein melihat sekitar dan melihat bahwa sahabat dan teman Ayyara ternyata duduk dimeja yang sama. Zein langsung menarik tangan ayyara dan berjalan menuju tempat para sahabatnya.
__ADS_1
Sahabat Zein merasa aneh karena sebelumnya mereka tau bahwa Zein keluar kelas hanya izin untuk pergi ke toilet, namun sampai jam istirahat makan siang dia tidak kembali dan justru sekarang datang dengan bergandengan tangan dengan ayyara.
"Lo hutang penjelasan sama gua" kata Dion sambil menatap Zein yang duduk disebelahnya
Zein yang mendengar penuturan sahabatnya itu hanya mengangguk kepala saja sebagai tanda dia akan memberi penjelasan nantinya.
Sedangkan teman Ayyara merasa bingung karena sebelumnya mereka belum bertemu dengan Ara saat jam pelajaran berlangsung, namun justru mereka bertemu di kantin saat jam makan siang tengah berlangsung.
Ayyara yang merasakan tatapan dan wajah bingung dari kedua temannya itu kemudian berucap
"Nanti gue jelasin" ucapnya dengan dingin tanpa menoleh dan justru sibuk bermain handphone
(Oke disini ayyara lagi chat reyhan buat nanyain apa dia sudah menemukan kosan yang dekat dengan sekolah agar nanti teman-temannya tidak curiga. Sebenarnya Rey kurang setuju dengan ayyara yang ingin ngekos dari pada tinggal dirumah bersamanya. Rey merasa trauma karena sebelumnya Risa (ayyara yang sekarang) mengalami kecelakaan dan meninggal dunia saat tidak dalam pengawasannya, karena kejadian itu pula dunianya terasa hancur. Namun saat sosok risa yang berada didalam tubuh ara datang kepadanya dan mengatakan bahwa dia adalah Risa namun hidup diraga orang lain, hal itu membuatnya kembali bersemangat dan berjanji untuk sebisa mungkin menjaga Risa agar tidak terluka. Ya tapi apa mau dikata Rey tak dapat menolak permintaan putri kesayangannya itu dan akhirnya menyetujui untuk mencarikan tempat untuk tinggal Ara nanti, namun dengan syarat saat weekend nanti dia harus pulang dan menginap dirumahnya yang mana disetujui oleh Ayyara.)
Back to story'
Ayyara maupun Zein sudah memesan makanan dan minuman, saat sedang menikmati makanannya tiba-tiba datang si boneka Anabel dan menggebrak meja dengan keras yang mana menarik atensi dari seluruh siswa yang sedang berada disana.
BRAK'
(Kira-kira si boneka Anabel mau buat kerusuhan apalagi, dan apakah kali ini Ayyara akan diam atau justru membalas. Saksikan di episode selanjutnya yah 😉)
(Satu lagi tanggal 13 Juni nanti Abi ulang tahun dan genap berumur 19 tahun. Semoga diberikan panjang umur dan kesehatan juga kelancaran nanti untuk UAS yang akan diadakan tanggal 20 Juni mendatang. Mohon doanya yah dari para pembaca semua dan maaf juga mungkin untuk tanggal 20 sampai tanggal 30 Juni nanti tidak akan up 😟 tapi Abi usahain akan up terus tapi mungkin agak malam atau sore nanti 🙏)
Terimakasih sudah mampir dan support nya, jangan lupa tinggalkan jejak berupa
like
komen
favorit
__ADS_1
Stay healthy and stay happy buat pembaca semua
I love you 💕