Transmigrasi Clarissa

Transmigrasi Clarissa
Amarah seorang Risa


__ADS_3

Ayyara maupun Zein sudah memesan makanan dan minuman, saat sedang menikmati makanannya tiba-tiba datang si boneka Anabel dan menggebrak meja dengan keras yang mana menarik atensi dari seluruh siswa yang sedang berada disana.


BRAK'


"Gue udah pernah bilang sama Lo, jangan pernah deketin Zein tunangan gue. Kenapa Lo masih aja deketin dia hah" ucap ana sambil berteriak dan menggebrak meja dengan keras


Ayyara masih diam tidak membalas dan lebih memilih melanjutkan makannya. Sebenarnya dalam hati dia sudah menyumpah serapahi orang yang menggangu makan siangnya yang tenang, dan menahan amarah agar tangannya tidak dia layangkan untuk membungkam mulutnya yang sangat berisik.


Seluruh pandangan mata tertuju pada Ayyara yang masih dengan santai menyantap makan siangnya itu. Sedangkan Ana yang merasa diabaikan langsung saja marah dan mengungkapkan identitas yang selama ini Ayyara tutupi, karena dia sangat membenci orang-orang yang sudah membuat dia harus kehilangan sosok ibu dan menjalani hidup yang amat sangat menyedihkan.


"Dasar anak tidak tahu diuntung. Kau seharusnya merasa beruntung karena ibu dan ayahku masih mau menampung anak pembawa sial seperti dirimu" kata Ana dengan marah dan mengencangkan suaranya agar seluruh siswa disana mendengarnya.


Ayyara yang mendengar perkataan dari Ana sontak menghentikan sendok yang akan ia angkat dan mendengar apalagi yang akan dikatakan oleh si boneka terkutuk itu.


Sedangkan teman-teman Ayyara dan juga Zein dkk langsung menolehkan kepala mereka kearah ayyara yang tak jadi mengangkat sendoknya itu.


Melihat tatapan semua orang terutama tatapan bingung dari Zein, Ana kembali buka suara untuk kembali memojokkan Ayyara. Bukan Zein tidak tau bahwa mereka saudari tiri tapi yang tak Zein mengerti adalah maksud Ana yang mengatakan bahwa ayyara anak pembawa sial.


"Hei kalau semua dengarkan baik-baik apa yang bakal gue katakan ini. Dia (sambil menunjuk kearah Ayyara yang masih belum bergeming) adalah anak pembawa sial yang menyebabkan ibunya sendiri meninggal dan karena dia dan juga ibunya, ayah dan ibu gue harus berpisah karena ibunya yang menjadi orang ketiga dikehidupan kami. Ibunya mencintai ayahku, namun ayahku yang saat itu memiliki keluarga menolak dengan tegas, tetapi ibunya (menunjuk ayyara dengan telunjuknya) tak terima dan menghalalkan segala cara untuk memisahkan mereka. Ya dan kalian tahu apa yang diperbuat oleh ibunya itu, ibunya dengan tak tau malunya menjebak ayahku untuk tidur bersama alhasil jal*ng itu hamil dan dia adalah anak yang dilahirkan dari hubungan gelap itu" teriak Ana yang masih menunjuk Ayyara dengan mata yang membelalak karena marah


Tatapan tajam dan bisik-bisik mulai terdengar oleh ayyara, Ayyara yang mengetahui semua kebenarannya tak terima ketika sang bunda dihina sebagai perebut suami orang apalagi disebut sebagai wanita jal*ng yang dimana itu semua tak benar.


Justru kenyataannya ayahnya lah yang menjebak ibunya untuk tidur bersama dengan, yang mengakibatkan bundanya hamil dan terpaksa menikah dengan ayahnya sekarang yang dimana, sudah memiliki sebuah keluarga dan saat sang bunda mengetahuinya termasuk rencana mereka untuk membunuh Ayyara, yang mana ahli waris yang sah dari keluarga besar Mahesa dan sang bunda sebagai anak tunggal satu-satunya keturunan Mahesa.


Kini giliran Ayyara yang sudah diambang kesabarannya menggebrak meja dengan tangan kanannya yang dimana membuat meja itu langsung patah menjadi dua bagian.


Semua yang melihat itu membolakan matanya terkejut, termasuk Ana yang sudah memprovokasinya. Ana mulai refleks berjalan mundur ketika Ayyara berjalan maju menuju dirinya, dengan memberi tatapan tajam dan aura dinginnya yang mana langsung merubah atmosfer diseluruh kantin itu.

__ADS_1


Semua orang yang berada ditempat itu merasa tercekat sulit untuk bernafas, semua karena aura dingin Ayyara. Sedangkan sang empu tak menghiraukan sekitar dan terus berjalan menuju Ana.


"Katakan satu kali lagi, apa yang kau ucapkan tadi. Gue gak denger" kata Ayyara dengan suara dingin dan wajah tanpa ekspresi nya


Semua orang merasa merinding mendengar suara dingin dan wajah datar ara, apalagi Ana yang berada di hadapan Ayyara itu langsung saja berkeringat dingin dan dengan tubuh yang bergetar menjawab pertanyaan dari Ayyara itu dengan suara tercekat.


"Gu…gue bilang ibu Lo itu wanita ja…jal*ng yang udah rebut ayah dan kebahagian keluarga gue" ucap ana dengan suara yang kini tak lagi berteriak keras


Ayyara yang mendengar menganggukkan kepalanya dan berbalik namun bukan untuk pergi tapi memberikan tendangan menyamping ke arah perut, yang mana membuat Ana langsung terpental membentur tembok.


Semua terbelalak kaget melihat tindakan dari Ayyara yang langsung menendang Ana dengan kerasnya. Sedangkan Ana berteriak kesakitan memegangi perutnya dan perlahan tubuhnya merosot, terduduk dilantai bersandar pada tembok.


Ayyara tak berhenti sampai disitu, dia mengambil garpu yang berada dimeja sebelahnya dan berjalan menuju Ana yang masih menangis memegangi perutnya yang sakit dengan santai, dan berkata.


"Lo punya keberanian yang besar juga, sebelumnya gue udah peringati Lo untuk jangan berani menghina bunda gue. Tapi, kenyataannya Lo masih aja gak mengindahkan peringatan dari gue, jadi ya. Gue gak ada pilihan lain selain ngasih Lo pelajaran" ucap Ayyara dengan dingin sambil memegang beberapa garpu ditangannya dan kembali berucap


Tindakan itu sontak membuat para siswi menjerit dan menutup mata tak mau melihat, sedangkan para siswa membelalakkan matanya, terdiam mematung ditempat masing-masing.


Ayyara kembali melanjutkan berjalan kearah Ana dan saat jarak mereka kurang lebih tiga meter lagi ayyara kemudian berhenti dan kembali berucap sambil terus melemparkan garpu kearah Ana yang sudah menangis keras sambil berteriak meminta tolong, namun sayang tak ada yang mau menolong setelah melihat tindakan Ayyara tadi.


"Bukan bunda gue yang jal*ng tapi kalian semua yang iblis. Karena kalian yang haus akan harta gue harus kehilangan orang yang paling gue sayang" tanpa sadar air matanya mengalir saat mengatakan itu


"Karena kalian gue kehilangan kasih sayang bunda"


"Karena kalian gue benci dunia ini"


"Karena kalian dunia gua hancur, kalian merebut semua kebahagiaanku"

__ADS_1


"Karena kalian bunda pergi ninggalin gue sendiri"


"Karena ayah baj*ngan Lo itu, kebahagian gue berubah jadi penderitaan"


"Kalau saja saat itu bunda gue gak pernah ketemu sama baj*ngan itu pasti, pasti bunda gue masih ada. Semua penderitaan gue dimulai setelah kalian masuk kedalam keluargaku" marahnya sambil melemparkan garpu satu persatu kearah Ana yang sudah lemas dan pingsan


Ayyara yang melihat Ana yang terbaring pingsan kemudian melangkah maju dengan wajah dinginnya namun dengan tatapan yang menyiratkan kesedihan dan amarah yang begitu sangat besar.


Siapapun yang melihat mata yang penuh dengan kesedihan itu tak akan mampu untuk menahan tangisnya, begitu pula yang terjadi pada seluruh siswa-siswi Abimanyu school itu.


Mereka menangis dalam diam seperti merasakan kesedihan maupun amarah dari ayyara


Sedangkan ayyara yang sudah berada dihadapan Ana berjongkok mensejajarkan tubuhnya dan mengarahkan tangannya kerah leher Ana untuk mencekiknya, namun teriakan seseorang membuatnya berhenti


"Berhenti disana Ayyara Kartika Putri" teriak seseorang menggema disana


(Oke makasih buat para pembaca semua yang sudah membaca maupun mendukung cerita ini, mohon maaf baru bisa up karena Abi lagi sibuk dengan kuliah)


Terimakasih sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak berupa


like


komen


favorit


Stay healthy and stay happy buat pembaca semua

__ADS_1


I love you 💕


__ADS_2