
Masih flash back:
"Paman siapa namamu" tanya Risa kepada pria asing itu
"Hmm nama paman adalah reyhan, dan tadi siapa namamu? Risa!" jawabnya sambil memastikan bahwa nama gadis yang ada disampingnya ini adalah Risa
"Iya paman. Namaku Risa, Clarissa Putri bunda Niken dan anak-anak panti yang lain memanggil dengan sebutan Risa, paman juga boleh memanggilku dengan sebutan risa" jawab Risa sambil tersenyum dan menatap paman yang diketahui bernama Reyhan itu.
Reyhan yang melihat senyum manis terpapang jelas diwajah kecil itu tidak bisa menyembunyikan senyumnya juga. Ia tersenyum sambil mengelus pucuk kepala Risa dan menjawab,
"Hahaha Risa kau adalah anak yang manis, orang tua mu itu termasuk bodoh karena mereka berani mencampakkan anak manis dan pintar sepertimu" jawab Reyhan dengan mengacak rambut Risa yang mana membuat Risa cemberut
"Ih paman rey, rambut Risa jadi berantakan karena paman, ih paman rey" sambil memasang ekspresi cemberut dan tangannya memukul tangan Rey yang membuat rambutnya berantakan
"Hahaha baiklah maaf paman, paman tidak melakukannya lagi" jawab rey sambil merapihkan rambut Risa kembali
Setelahnya ruangan itu menjadi hening, karena Rey maupun Risa merasa canggung tidak memiliki topik apa untuk kembali memulai percakapan. Ditengah keheningan itu perut Risa berbunyi lumayan nyaring, Risa yang mendengar perutnya berbunyi minta diisi merasa malu dan menundukkan kepalanya karena malu. Sedangkan Reyhan yang mendengar itu hanya bisa terkekeh gemas iapun kembali mengelus kepala Risa dan berkata,
"Kekeke apa Risa merasa lapar" tanya Rey pada Risa
Risa yang mendengar penuturan paman rey itupun semakin menundukkan kepalanya karena merasa sangat malu.
"Iy-iya paman rey, Risa lapar" jawabnya sambil menatap mata Rey dengan wajah memelas dan mata polosnya yang berhasil membuat Reyhan terkena heart attack dan memegang dadanya dan sesekali ia usap itu
(ciah bilang aja lo gak bisa nahan keimutan seorang Risa 🤣🤣🤣)
Back to story'
__ADS_1
Reyhan yang sudah berhasil mengembalikan kewarasannya itu langsung menawarkan makanan kepada Risa, Risa yang mendengar itupun jadi bersemangat dan memberikan Rey senyuman termanisnya.
Reyhan yang kembali mendapat serangan langsung berdiri menuju sambil tangannya yang memegang dada sebelah kirinya dan tangan kiri memegang hidungnya ia meresa sesuatu akan keluar dari hidungnya jika ia berlama-lama berada disamping gadis kecil yang memberikannya senyuman manis itu.
"Terimakasih paman rey" ucap Risa sedikit berteriak karena melihat Rey yang sudah agak jauh menuju dapur itu.
Setelah menunggu sekitar 25 menit Risa merasa bosan dan memutuskan untuk berkeliling rumah Reyhan yang bisa dibilang lumayan besar. Karena dirumah tersebut terdapat dua kamar dilantai dua dan satu kamar dilantai satu dan Risa pikir mungkin itu kamar untuk tamu yang akan menginap nantinya.
Risa kembali berkeliling dan melihat sebuah pintu yang tidak tertutup dengan rapat karena rasa penasarannya risa pun menghampiri dan membuka pintu ruangan itu. Alangkah terkejutnya Risa saat melihat banyak piala didalam lemari kaca yang berjejer rapih didalam sana. Risa masih sibuk mengagumi dan melihat-lihat koleksi piala itu dan iapun penasaran sebenarnya piala apa itu! mengapa sangat banyak sekali? Risa menghampiri salah satunya dan membaca apa yang tertulis di piala itu.
"Juara satu lomba seni beladiri taekwondo tingkat internasional" Risa yang membacanya merasa terkejut dan semakin terkejut karena ada yang memanggilnya dari arah pintu ruangan itu
"Risa paman mencarimu kemana-mana, paman kira kau sudah pulang karena paman terlalu lama didapur tapi ternyata kau ada disini" tanya Reyhan pada Risa dan merasa lega ternyata Risa masih disana
"Eh maafkan aku paman aku tidak mendengarmu memanggilku tadi" Risa langsung meminta maaf karena merasa tidak enak dengan paman rey yang mencarinya sampai berkeliling rumah
Reyhan tersenyum dan mengajak Risa untuk segera keruang makan dan makan bersama setelahnya ia akan mengantar Risa pulang
"Tidak paman ayo kita segera makan perut Risa sudah berbunyi dari tadi" jawab Risa
"Baiklah ayo" ajaknya sambil menggandeng Risa menuju ruang makan
Skip selesai makan
Risa yang merasa penasaran pun bertanya tentang ruangan yang dipenuhi dengan piala juara perlombaan bela diri itu karena, disana bukan hanya kemenangan untuk beladiri taekwondo tetapi juga seni pedang taichi, muaitai, kungfu dan lainnya. Dengan ragu iapun bertanya,
"Hmm paman boleh aku bertanya, apa paman dulu adalah seorang ahli beladiri" tanya Risa karena merasa penasaran langsung bertanya dengan ragu karena takut menyinggung perasaan Reyhan
__ADS_1
Reyhan yang diberi pertanyaan itu tidak langsung menjawab, ia terdiam beberapa saat. Melihat itu Risa menjadi tidak enak dan merasa bersalah, karena seharusnya ia tidak boleh menanyakan kehidupan pribadi orang sudah mengobati luka dan memberi makanan kepadanya itu.
"Tidak perlu menjawabnya paman kalau paman merasa keberatan dan maafkan Risa yang tidak sopan menanyakan kehidupan pribadi paman" ucap Risa yang merasa tak enak karena merasa menyinggung perasaannya itu
Reyhan yang mendengar penuturan Risa pun tersenyum dan menjawab
"Paman tidak masalah dengan pertanyaan-mu itu paman hanya kembali mengingat kenangan indah yang harus berakhir karena sebuah keegoisan belaka" jawab rey dengan terlihat perasaan bersalah dan penyesalan diwajahnya itu
Risa yang melihatnya seperti merasakan perasaan paman rey-nya itu dan matanya mulai berkaca-kaca, merasa bersalah karena menanyakan hal tersebut. Sebelum Risa kembali membuka mulutnya induk meminta maaf, reyhan kembali berkata,
"Risa apa kamu mau mendengarkan cerita paman" tanyanya pada risa, Risa yang melihatnya-pun hanya dapat menganggukkan kepala dengan mata yang siap menumpahkan airnya itu. kemudian menggenggam tangan besar Reyhan dengan tangan kecilnya seolah memberinya kekuatan, Reyhan yang melihatnya tersenyum dan mulai bercerita
"Paman dulu adalah orang yang sangat menyukai seni beladiri, sejak masih duduk di kursi sekolah dasar paman sudah berlatih beladiri dan saat menginjak kelas V paman mulai mengikuti acara lomba beladiri dan dilomba yang pertamakali paman ikuti itu paman mendapatkan juara pertama itu membuat kebanggan tersendiri untuk paman dan keluarga paman. Paman masih terus mengikuti lomba sampai paman lulus kuliah, diperlombaan itu paman melamar kekasih paman untuk menikah didepan banyak orang. Awalnya paman mengira akan ditolak ternyata dia menerimanya dan satu bulan kemudian kami menikah. Pernikahan kami bahagia dan ditambah akan ada malaikat kecil sebagai pelengkap hidup kami" ucapnya sambil menerawang jauh kemasa dimana penyesalan itu bermula dan tanpa terasa air mata mulai membasahi pipinya itu.
Risa yang melihat hal itu juga tak kuasa menahan tangisnya dan ikut merasakan bagaimana perasaan Reyhan.
oke stop dulu gak kerasa udah lebih dari seribu kata
buat kalian yang kepo langsung ke episode selanjutnya aja
tapi jangan lupa tinggalkan jejak
like
komen
dan klik favorit yah
__ADS_1
stay healthy and stay happy buat pembaca semua
I love you 💕