
Bulan mulai menunjukkan wujudnya menggantikan sang matahari. Sosok gadis itu mulai membuka mata diatas pembaringan, menyesuaikan cahaya ruangan dan beranjak duduk bersandar sambil memegang kepalanya yang terasa sangat sakit.
"Apa begitu bencinya dirimu kepada mereka, sebesar itukah sampai-sampai hanya karena amarah, kesedihan dan penghianatan kau sampai bisa membunuh mereka" monolog nya kepada diri sendiri
Ya saat ini Risa sedang berbicara pada Ayyara yang hampir saja membuatnya membunuh Annabella dikantin sekolah siang tadi, dia mengambil alih kendali tubuhnya. Perasaannya mengendalikan tubuh itu untuk bergerak dengan meminjam kekuatan Risa.
Risa mendongakkan kepala dan menghela nafas " Ternyata sebesar itu rasa amarahmu kepada mereka Ayyara, sebesar itukah sampai kau mengambil alih tubuh ini"
Selesai mengatakan itu Risa membuka matanya dan menghadap kearah depan yang dimana ia dapat melihat roh Ayyara yang menangis dihadapannya dengan begitu pilu.
"Aku bukan bermaksud untuk mengambil kembali tubuh itu kembali tapi aku kesal, aku marah, mereka yang sudah membunuh bundaku masih hidup dengan tenang, bahagia, tertawa sedangkan aku menderita menanggung semua sendirian. Aku benci diriku sendiri yang tidak memili keberanian ataupun kekuatan untuk membalas mereka, aku membenci itu semua, aku benar-benar marah karena tak bisa dan pada akhirnya meminta bantuanmu."
"Apa kau tidak percaya, kalau aku bisa membalaskan dendam mu pada mereka. Sampai-sampai kau berbuat sejauh itu"
"Tidak. Aku bukan tak mempercayai mu, tapiβ¦
"Tapi karena kebencianmu itu membuat amarahmu tak terkendali hingga bisa berbuat senekat itu, benar bukan"
Ayyara (roh) hanya dapat menundukkan kepalanya karena merasa bersalah
__ADS_1
"Dengarkan aku Ara, bukan aku tidak mau membalas mereka terutama ana. Aku hanya ingin menungggu waktu yang tepat untuk membalas rasa sakit yang kalian rasakan. Jika mereka hanya menerima kematian tanpa merasakan penderitaan dan rasa sakit yang pernah kau dan bundamu alami itu sama dengan percuma saja kau meminta bantuanmu untuk membalas mereka. Kalau hanya itu tujuanmu, lebih baik sekarang saja ambil kembali tubuh ini dan pergi sekarang juga untuk bunuh mereka semua, tapi apa setelahnya kau akan puas. Mereka yang membuatmu menderita dan merasakan sakit mati dengan mudahnya tanpa merasakan penyesalan atupun rasa sakit sedikitpun. Kalau memang begitu aku angkat tangan, karena aku tidak mau melakukannya. Kau memintaku untuk membuat keadilan untukmu dan juga bunda, tapi jika hanya segitu keadilan yang kau inginkan maka aku tak bisa membantumu lebih jauh lagi" ucap Risa dengan marah dan kesal pada Ayyara yang mudah terbawa amarah maupun nafsu untuk membalas
Ayyara yang mendengar penuturan Risa hanya mampu menundukkan kepalanya dan menangis, dia tak berfikir sampai sejauh itu sebelum melakukan perbuatan yang dapat merugikan Risa.
"Kalau sudah seperti ini, aku harus merubah semua rencana awal yang sudah kususun. Ini benar-benar membuat sakit kepala" lanjutnya dengan memegang kepala yang semakin berdenyut sakit
"Maaf" hanya satu kata itu yang dapat Ayyara katakan
"Sudah lah yang terjadi biarkan saja terjadi, tapi kau harus berjanji satu hal padaku. Jangan sampai kau merusak kembali rencana yang sudah kususun susah payah, jika kali inipun kau mengacau maka saat itu juga jangan harap aku akan membantumu membalas dendam pada mereka semua" tegas Risa sambil menatap pada Ayyara
Ayyara yang mendengar itu hanya mengangguk semangat dan tersenyum, berterimakasih kepada Risa dan kembali menghilang dari pandangan seperti tak pernah ada sebelumnya.
Hahh⦠Risa hanya mampu menghela nafas, pusing memikirkan bagaimana selanjutnya sedangkan rencana awalnya sudah hancur berantakan, mungkin setelah ini dia akan pergi jauh untuk menenangkan diri. Pergi ketempat tenang dan menyusun kembali rencana balas dendam macam apa yang akan dia lakukan untuk kedepannya.
πππππππ
Mentari mulai menunjukkan sinarnya, Ayyara (Risa) sudah rapih dengan menggendong tas dipundaknya dan tangan kanan yang menggeret sebuah koper yang lumayan besar, memasuki bandara untuk melakukan boarding tas sebelum lepas landas. Ayyara berbalik dan memeluk tubuh sang ayah dengan erat dan berkata
"Ayah, Ayyara berangkat dulu yah, jaga diri ayah baik-baik. Jangan lupa makan dan minum vitamin, jangan terlalu sering begadang, tidur yang cukup. Sekarang Ara harus pergi dulu untuk sementara, ayah jaga diri baik-baik. Oke!!!" ucapnya sambil tersenyum memandang wajah yang akan sangat ia rindukan itu
__ADS_1
"Ayah mengerti sayang, kau juga harus jaga diri disana. Jangan melakukan hal-hal yang aneh ataupun yang dapat membahayakan dirimu sendiri, paham" jawab Reyhan dengan mengusap pipi putri semata wayangnya itu
"Aku paham ayah" tak lama pengumuman untuk penerbangan Ayyara akan segera lepas landas
"Aku berangkat, jaga diri ayah baik-baik" Sabil mengecup pipi kanan Reyhan dan berlalu pergi sambil melambaikan tangannya
Reyhan membalas lambaian tangan itu dan menatap kepergiannya dengan sendu, baru satu bulan dia bertemu kembali dengan putrinya yang sudah meninggal dan kembali dengan wujud orang lain. Tapi sekarang dia harus kembali melepas kepergian sang putri untuk menenangkan pikiran dan hatinya.
Setelah Ayyara sudah tak nampak dalam pandangannya, Reyhan berbalik pergi dan menuju kafe untuk sekedar menyibukkan diri untuk dapat mengurangi rasa sedih hatinya.
(Abi minta maaf buat kalian semua yang udah nunggu lama, harusnya sudah up dari awal bulan kemarin tapi Abi juga banyak kesibukan lain dan baru bisa sekarang up karena lagi nunggu pengumuman nilai akhir dan nentuin konsentrasi untuk kuliah kedepannya)
(Yang sudah kuliah tau lah yah gak perlu dijelasin lagi π , jadi Abi mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pembaca semua π)
jangan lupa, like, komen, favorit kalau bisa tolong di vote juga oke!!!
stay healthy and stay happy buat pembaca semua
I love you π
__ADS_1