Tuan muda aku mencintaimu

Tuan muda aku mencintaimu
episode 27 mengemasi koper


__ADS_3

(sementara dikediaman adrian, dia dan diana sedang mengemasi pakaian dan lain sebagainya,, adrian sejenak tiba² berfikir teringat akan fely, apakah kabar menikah nya dia sudah sampai ketelinga fely, ya adrian merasa bingung, selama ini ia selalu mengingat fely kenapa fely meninggalkannya,, tapi ia baru tersadar semenjak ia menikah dengan diana, sekalipun ia tidak pernah mengingat fely bahkan lambat laun sakit hatinya terasa semakin membaik,, iya begitu lah adrian,, adrian memang sangat susah untuk melupakan fely, tapi selama ini ia tidak menyerah,, makanya dia sangat membenci jika ada yg menyebut nama fely dihadapannya)


(diana dari tadi memperhatikan adrian yg sedang melamun,, diana pun teringat akan siang tadi tentang adrian yg membuatnya terkejut,, diapun berencana membuat nya terkejut,, tapi siapa sangka hal konyol pun terjadi,, saat diana ingin memukul bahu adrian, tiba² telepon adrian berbunyi membuat diana dan adrian saling bergerak dan membenturkan kepala mereka berdua,, membuat diana merasa kesakitan)


diana : "aaduhhhh kenapa kamu bergerak sihhh??? kan kepala ku jadi sakit tauu" (sambil mengelus² kepalanya yg merah)


adrian : "kamu juga kenapa tiba² mau memukul ku" (adrian tidak tahu apa maksud diana memukul nya)


diana : "aku ingin membuat mu terkejut seperti kamu membuat ku terkejut siang tadi,, malah kenak senjata makan tuan" (ucap diana dengan ketus,, pernyataan diana membuat adrian tertawa kecil)


adrian : "wah,, aku tidak menyangka ternyata kamu ini pendendam juga" (adrian menggoda diana yg sedang kesakitan)


diana : "huhh,, siapa suruh kamu melamun, aku kira akan membuat mu terkejut,, memang nya kamu memikirkan apa??,, jangan bilang kamu...??? (diana merasa ada yg salah dengan adrian,, bagaimana jika ia memikirkan tentang perkataan ku tadi tentang memilik anak, oh astaga tidak mungkin kan dia memikirkan itu,, ucapnya dalam hati)

__ADS_1


adrian : "apa?? jangan² apa??? kamu pikir aku mempunyai pemikiran yg ada dipikiran mu itu" (adrian tahu,, diana pasti memikirkan tentang perkataan nya yg tadi siang, adrian dengan mudah menebak isi pikiran diana)


diana : "memangnya kamu tahu apa yg aku pikirkan??" (diana begitu polosnya berkata pada adrian,, membuat adrian memiliki kesempatan untuk menggoda diana)


adrian : "jelas aku tahu, bukankah kamu ingin mempunyai anak bersama ku?? apa kamu mau mencoba nya" (sambil mengedipkan mata dan membelai rambut diana,, membuat diana terkejut dan malu)


diana : "dasar kamu mesum apa yg mau kamu lakukan hah!!! (diana begitu panik dan menyilangkan tangan nya ke dadanya,,karena perlakuan adrian yg membuat nya merasa malu dan membuat pipi diana langsung merah)


diana : "dasarrr kamu adriann,, menjauhlah aku tidak mau kamu dekat² denganku!!!! (diana sudah tidak tahan dengan adrian yg menggoda nya)


adrian : "kenapa wajah kamu memerah diana?? jangan² kamu benar² ingin melakukan itu" (lagi² adrian menggodanya, sampai akhirnya diana benar² tidak tahan dan keluar dari kamar)


diana : "dasar mesummm,, aku tidak mau melihat mu!!!" (diana langsung keluar dari kamar dengan wajah memerah dan malu, ia merasa adrian setengah gila, bagaimana bisa ia mengatakan hal sebodoh itu, diana terus² saja mengoceh dalam hati, sampai mamanya heran melihat diana dan bertanya ada apa dengan nya)

__ADS_1


mama : "diana,, ada apa sayang?? kenapa kamu terlihat sangat kesal?? apa adrian melakukan sesuatu?? (mamanya bertanya dengan khawatir,, ia khawatir kalau mereka berdua bertengkar)


diana : "ahh,, tidak maa,, tidak apa²,, kami baik² saja ma,, hanya saja tadi di grup chat aku mereka semua menggoda ku ma,, karena aku menikahi seorang CEO terkenal,, iya begitulah ma" (diana tidak mungkin memberitahukan mamanya yg sebenarnya dong tentang kelakuan anaknya yg sangat ia cintai itu,, ucapnya dalam hati)


mama : "syukur lah sayang mama kira kalian bertengkar,, sudah lah panggil adrian biar kita makan malam bersama"


(diana tidak mungkin kembali lagi kekamar,, karena ia sudah terlanjur malu,, saat mamanya akan pergi, diana buru² mengatakan pada mamanya)


diana : "maa,, mama saja ya yg panggil adrian, aku buru² mau ke toilet ma,, ya maaa" (diana langsung kabur dan pergi kearah kamar mandi,, membuat mamanya tertawa kecil)


mama : "baiklah anak manis" (sambil berjalan menuju kamar adrian)


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2