
(setelah diana minta dibawa pergi, diana sudah tidak bisa menahan air matanya,, dia menangis didalam mobil, adrian lalu meminggirkan mobilnya, diana lalu keluar dari mobil untuk menghirup udara segar, sambil menangis diana berkata)
diana : "apa aku terlihat konyol?? apa aku begitu bodoh, bertahun² meraka menipu ku dan membohongi ku, apa aku tidak pantas untuk mendapatkan cinta sejati" (sambil menangis, air mata diana pecah ketika ia mengingat betapa bodohnya ia telah percaya begitu saja pada beny dan siska, selama bertahun² mereka telah berselingkuh pada akhirnya tidur bersama membuat diana sangat sakit dan tidak bisa berkata²,,tiba² adrian mendekati diana dan berkata)
adrian : (adrian menghapus air mata diana sambil menghibur nya) "bukankah seharusnya kamu bersyukur karena tuhan memperlihatkan sifat asli mereka,, bagaimana jika kamu menikah dengan nya lalu dia masih berhubungan dengan sahabat mu itu, bukankah itu lebih menyakitkan??"
(diana merasa ada benarnya juga dengan perkataan adrian, diana lalu menghapus air matanya karena ia merasa rugi telah menangisi orang yg tidak penting)
adrian : "sudahlah,, aku berjanji tidak akan membuat mu sedih,, aku pastikan kamu akan bahagia dengan pernikahan ini" (adrian menatap diana begitu serius, membuat jantung diana berdebar² dan tersipu malu)
__ADS_1
diana : "baiklah aku pegang kata²mu,, awas saja kalau sampai kamu selingkuh, kamu akan tahu akibatnya,, ingat jika kamu selingkuh aku akan meninggalkan mu!!" (dengan tegas diana memperingati adrian,, membuat adrian merasa senang karena diperlakukan seperti itu)
adrian : "baik lah nyonya adrian,, kemana kita harus makan,, bukankah kamu sudah lapar??" (adrian tahu diana sudah dari tadi lapar, tapi siapa sangka ada hal yg menghambat mereka untuk makan)
diana : "baiklahh tuan mudaa,, bagaimana jika aku yg menentukan tempatnya" (sambil menaikkan alis mata diana,, adrian pun tersenyum dan mengangguk kan kepala)
(mereka lalu pergi mencari tempat makan yg dipilih diana,, mereka makan dipinggiran jalan,, walaupun diana adalah anak manja nan kaya tapi hatinya begitu tulus tidak pernah membeda²kan kaya atau miskin, ia bisa saja makan dimana pun sesuai keinginan nya,, adrian merasa diana itu sangatlah menarik perhatian, bagaimana tidak, adrian pikir diana hanya tau belanja barang² mewah makan diresto mahal, dan ternyata dia mempunyai hati yg begitu tulus bagaimana bisa ada orang mengkhianati nya dengan begitu kejam, adrian memikirkan itu semua,, sepertinya hati nya mulai luluh dengan diana)
(saat mereka selesai makan, mereka langsung pulang, karena diana sudah lelah, sampainya dikamar, diana dikagetkan dengan penampkan kamar yg tok tempat tidur saja tidak memiliki sofa dikamar,, membuat diana bingung dimana ia akan tidur, tidak mungkin kan kami tidur bersama, ucapnya dalam hati,, sementara adrian sudah selesai bersih² dan ingin tidur, dia melihat diana bingung dan berkata)
__ADS_1
adrian : "sudah lah kita tidur bersama saja, aku tidak akan melakukan hal aneh terhadap mu, kita tidur pakai pembatas saja" (adrian langsung ketempat tidur dan berbaring)
diana : (diana merasa ragu untuk satu tempat tidur dengan adrian) "kenapa tidak ada sofa disini bukankah dirumah mama ada??"
(diana tidak tahu bahwa mama mertuanya tahu kalau mereka tidak tidur bersama, karena mamanya tidak sengaja mendengar percakapan mereka ketika mamanya diam² keatas untuk melihat perkembangan mereka, kemudian mamanya memperingati agar adrian tidak tidur terpisah dengan diana,, karena mamanya menyuruh kiki untuk mengawasi mereka)
adrian : "mama tau kita tidak tidur bersama, jadi dia menyuruh kiki untuk memindahkan sofa yg disini,, sudah lah tidur saja aku mengantuk" (adrian pun langsung tertidur, dan disusul diana yg berbaring di samping adrian dengan penuh kewaspadaan)
Bersambung..
__ADS_1