
Vella terbangun karena mendengar seseorang sedang memanggilnya, ternyata Bram yang sedari tadi memanggilnya bahkan Bram menyuruh pelayan wanita untuk mengguncang pelan tubuh Vella agar terbangun.
"ahhhhh" Vella tanpa malu menguap di depan para pelayan " Maafkan aku sudah merepotkan kalian untuk membangunkanku" sambil tersenyum malu.
" Ia nona muda, saya tidak keberatan karena kewajiban saya" sambil menundukan wajahnya.
Dengan hormat Bram menuntun Vella ke rumah utama Dirga. Vella sangat kagum melihat isi rumah Dirga yang sangat wawww baginya, rumahnya sangat luas sekali. sesekali Vella menyentuh dan melihat lihat barang yang terpampang di rak lemari yang sangat besar, gucinya sungguh mengkilap entah berapa kali di lap oleh pelayan. Bram yang melihat nona mudanya yang terlalu katrok hanya menghela nafas lembut sambil memejamkan matanya. Vella terkejut karena mendengar suara deheman dari tangga, dilihatnya Dirga sedang menuruni anak tangga sambil melihatnya dengan tatapan tidak suka.
"Apa yang sedang kau lakukan" Dirga berbicara dengan nada datar namun membuat jantung Vella hampir copot karena terkejut melihat Dirga secara tiba tiba.
" eeee engak papa, cuman lihat lihat barangmu saja tidak lebih" Vella menundukan kepalanya sambil memejamkan matanya.
__ADS_1
" Lain kali jangan sentuh semua barang yang ada di sini sembarangan"
"Baik tuan"
" Baguss,,Bram antarkan aku menemui seseorang" Bram membungkukan badannya bertanda ia siap mengantar tuannya pergi kemana pun tanpa mengenal lelah." Ohh ya kau gadis kecil, nanti ada seorang pelayan yang akan mengantarmu menuju kamarmu sendiri" Mendengar hal itu Vella hanya memincingkan alisnya.
" kenapa ekspresimu begitu" Vella hanya menggelengkan kepalanya. Tanpa lama lama Dirga pergi meninggalkan Vella yang masih berdiri di pinggir lemari.
" Nona, biarkan saya mengantar anda kekamar nona" ucap salah satu pelayan yang umurnya tidak jauh dari Vella.
" Nona saya permisi, selamat malam" ketika hendak pergi, vella menghentikan langkahnya.
__ADS_1
" Tunggu" pelayan tersebut membalikan badannya.
" hhe jangan panggil aku nona panggil saja Vella" sambil menjabatkan tangannya kepada pelayan tersebut, pelayan tersebut sedikit kaget mana ada nona muda mau berkenalan dengan seorang pelayan, tanpa berpikir panjang pelayan tersebut memperkenalkan dirinya.
" nona perkenalkan saya Lila, saya sebagai tukang bersih-bersih di rumah ini sekaligus kamar nona. Vella tersenyum.
" Kamu ini sudah aku bilang jangan panggil nona masih aja panggil nona, sekarang kita berteman" Vella tersenyum menampakan giginya. sedangkan Lila hanya menganggukan kepala.
"Maaf nona, saya hanya seorang pelayan tidak pantas menyebut nama anda secara langsung nanti bisa bisa saya akan tekena hukuman yang ada di peraturan rumah ini" Lila menundukan kepalanya.
" hmm baiklah kamu boleh panggil aku nona kalau ada pelayan lain, tapi kalau kita berdua seperti ini tidak ada orang lain kamu panggil nama saya aja gak papa" Vella berbicara sedikit berbisik kelada Lila.
__ADS_1
" lagian umur kita gak jauh beda, mungkin kamu lebih tua dari pada saya" Vella sedikit tertawa dengan ucapannya barusan.
"Baik nona, ehh Vella" jawab Lila gerogi. ia merasa bahwa nona mudanya ini sangat baik, ramah dan juga sedikit lucu tidak seperti yang dia kira bahwa nona mudanya akan sombong dan sangat kejam seperti perempuan yang di bawa tuan mudanya dulu, ia juga melihat wajah vella yang begitu cantik, postur badanya tidaklah tinggi ataupun pendek, kulitnya putih.