
(setelah beberapa saat diana sudah tertidur, adrian sebenarnya belum tidur, ia hanya pura² agar diana tidak terlalu waspada kepada nya,, adrian melihat diana yg begitu manis ketika tertidur, rambut nya yg panjang hampir menutupi permukaan bantal nya, wangi rambut diana membuat nya sangat nyaman, adrian tidak lupa untuk memebelai rambut diana,, saat adrian membelai rambut diana, tiba² diana bergerak dan menggeliat membuat adrian terkejut dan berdebar,, diana memang tidur tidak pernah elegan,, dia tidur bagaikan anak ayam yg tidak bisa diam, sampai ketika diana menggeliat dan baju tidur nya tidak sengaja memperlihatkan perut diana yg putih dan mulus membuat adrian menelan ludah sekaligus malu, pelan² adrian menurunkan pakaian nya, dan kembali tidur)
(pagi telah tiba, alarm diana berbunyi dari tadi dan ia terbangun jam 7,dia melihat kesamping adrian sudah tidak ada, betapa malunya dia, bahwa adrian lebih dulu bangun darinya,, diana lalu buru² mandi dan turun kebawah,, saat ia sampai bawah dia melihat adrian sudah rapi dan tampan untuk pergi ke perusahaan, sejenak diana terpesona akan kegagahan adrian, dia melihat adrian sedang merapikan dasinya, buru² diana lari dan membantu nya merapikan)
diana : "tunggu,, tunggu,, kemariii biar saya yg merapikan dasi anda tuan muda"
(adrian tidak sempat menolak karena diana langsung menarik kerah baju adrian, mau tidak mau adrian menerima bantuan diana)
adrian : "apa tidur mu nyenyak??" (bertanya sambil memandangi rambut diana yg sangat wangi)
diana : "mmm,, yaa, lumayan" (diana tidak menyadari bahwa adrian memperhatikan nya dari tadi,,)
__ADS_1
adrian : "syukur lah" (menatap diana dengan lembut)
(akhirnya diana selesai merapikan dasi adrian, diana lalu mendongak pada adrian, membuat jantung nya berdebar, ia tidak pernah sedekat itu dengan laki²,,bahkan mantan nya saja tidak pernah mencium nya, mungkin karena ini dia dikhianati dan jatuh kepelukan temannya, diana mencium aroma parfum adrian yg sangat lembut tanpa sadar diana menutup matanya dan menikmati aroma adrian,, membuat adrian tersenyum melihat diana,, dia berpikir bukankah perempuan ini terlalu berterus terang, sambil tersenyum adrian menepuk bahu diana)
adrian : "diana,, bukankah sudah cukup menikmati nya" (sambil berbisik ditelinga diana, membuat nya terkejut dan mundur)
diana : (diana sangat malu karena ia lupa diri sejenak) " ah,, baiklah,, tapi maaff kamu bilang apa tadi?? menikmati??" (diana tidak mau mengakui bahwa ia memang menikmati aroma parfum adrian)
diana : "aa,, aku hanya tidak pernah mencium aroma parfum mu, jadi aku mencoba untuk mengenali nya,, yah begitu lah" (sambil menundukkan matanya dan malu)
adrian : (adrian melangkah maju tepat dihadapan diana dan membisikkan) "kalau kamu mau aku bisa memberikan nya saat kita dikamar" (sambil meniup telinga diana, membuat nya merinding,, adrian lalu pergi dengan suasana hati yg bahagia,, karena dipagi hari sudah menggoda istri nya)
__ADS_1
diana : "apa maksud nya dikamar, dan meniup telinga ku?? yaa ampun aku sampai merinding" (diana merasa adrian sangat aneh)
(sementara dimobil adrian memegang dasinya sambil tersenyum,, membuat jimmy yg melihat nya dari kaca mobil merasa heran dan bertanya)
jimmy : "tuan apakah pagi ini anda mendapat hadiah?? apakah dasi itu dari seseorang?? (jimmy mencoba menggoda adrian, karena ia tidak pernah melihat adrian dengan hati yg bahagia setelah putus dari nona fely)
adrian : (adrian langsung mengubah ekspresi nya menjadi serius dan berkata) "jangan banyak bicara atau kamu saya kirim ke afrika"
(pernyataan adrian membuat jimmy langsung diam dan melanjutkan perjalanan, hampir saja membuat nya marah, ucapnya dalam hati)
Bersambung..
__ADS_1