
(diana terbangun dan betapa terkejut nya ia, dengan posisi ia memeluk adrian dengan begitu dekat, diana langsung melepaskan pelukan nya, membuat adrian terbangun,, walaupun terkadang ia tidak malu memeluk adrian, tapi bagaimana mungkin ia memeluk nya sambil tidur bukankah itu terlalu intim, pikir nya dengan kritis,, adrian melihat jam nya ternyata sudah jam 8 pagi,, adrian tahu ia sudah terlambat, dia pun menelpon jimmy untuk datang terlambat kekantor)
adrian : "jimmy, undur semua jadwal meeting hari ini, sepertinya aku terlambat kekantor, istriku dari semalam menahanku" (sambil tersenyum menggoda diana)
diana : "kamu!!! aishh" (diana merasa kesal dengan adrian mengatakan hal yg memalukan itu pada orang lain)
adrian : "kenapa terkejut?? bukankah kamu menikmati tidur sambil dipeluk??" (adrian tersenyum jahat pada diana, membuat diana tidak tahan dan langsung memukul tangan adrian, adrian pun pura² kesakitan) "aww,, kamu sudah tidur di tangan ku semalaman dan rasanya sangat pegal, bukan nya kamu urut malah dipukul, keterlaluan kamu" (pura² meringkuk kesakitan, membuat diana tak enak hati)
diana : "apakah sakit?? pegal?? maaf aku sungguh minta maaf, aku tidak sengaja memukul mu, kamu juga kenapa selalu menggoda ku" (wajah cemberut diana memelas, membuat adrian tertawa dan mengatakan)
__ADS_1
adrian : "tertipu" (sambil mengedipkan mata nya dan beranjak pergi untuk mandi)
diana : "huuuh dasarr laki² tampan, untung kamu tampan kalau tidak habis kamu" (diana tersenyum sendiri mengatakan hal itu)
(saat adrian akan berangkat, diana tiba² berlari memanggil nya untuk memberikan bekal makan, untuk sarapan dikantor)
diana : "tuan muda yg tampan tunggu!!!" (dengan tersenyum diana berlari menuju adrian, adrian melihat diana yg berlari dengan rambut terurai, sungguh wanita yg cantik, ucap nya dalam hati)
diana: "karena semalam kamu sudah membantu ku melewati malam yg gelap, aku menyiapkan sarapan untuk kamu" (dengan lesung pipi diana yg manis menyelimuti senyumnya,, membuat adrian deg²an)
__ADS_1
adrian : "baiklah nyonya adrian, saya terima sarapan nya, tapi kenapa kamu tidak mengikat rambut mu, bukankah sudah kubilang selain dikamar kamu tidak boleh mengurai nya??" (adrian meletakkan sarapan nya diatas mobil dan mengambil pengikat rambut diana)
(awalnya diana terkejut, kenapa tiba² adrian merebut ikat rambut dari tangannya saat ia akan mengikat rambutnya,, ternyata adrian mengikat rambut diana,, dengan lembut adrian membelai rambut diana sambil merapikan nya, membuat diana terpesona, akan keromantisan adrian, ia tidak menyangka kalau adrian bisa melakukan hal yg seharusnya dilakukan seorang pacar yg mencintai wanita nya,, tapi kenapa dia mengikat rambut ku,, ucap diana dalam hati)
(setelah selesai mengikat rambut diana, adrian langsung berangkat dan mengambil sarapan nya tanpa pamit pada diana, membuat diana bingung)
diana : "huhh bukankah tadi dia sok romantis, tapi sekarang dia pergi begitu saja,, dasar aneh" (diana mengoceh sendiri,, dan masuk kedalam rumah untuk beres²)
(sementara dimobil adrian merasa sangat gugup, untuk pertama kalinya ia terang²an menyentuh rambut diana, membuat jantungnya berantakan ia merasakan suasana hatinya yg bahagia, dia masih terbayang akan kelembutan dan wangi rambut diana yg begitu khas,, adrian menoleh ke arah bekal nya, dengan senang ia mengambil dan tersenyum,, bagaimana bisa dia Mengurai rambut nya dengan bebas, bagaimana jika ada yg melihat nya untung saja aku langsung mengikat nya,, dengan tersenyum bangga tiba² terlintas dalam pikiran adrian bukankah aku sudah gila,, dan kembali tersenyum lagi)
__ADS_1
Bersambung..