
"(setelah diana dan adrian memilih cincin pernikahan adrian lalu mengantarkan diana pulang,sebulan hampir berlalu dan hari yg ditunggu-tunggu pun tiba)"
"(diana duduk dimeja rias, dengan gaun warna putih yg sangat cantik, ia belum menyangka bahwa ia akan menikah dengan orang yg tidak sama sekali ia cintai)"
"(tiba-tiba nadin datang menghampiri diana yg masih lemas tidak bersemangat)"
Nadin : "hei diana!!! ada apa dengan wajahmu ini" (sambil merapaikan gaun diana) "sudahlah jangan berpikir yg tidak* aku yakin adrian adalah orang baik" (sembari meyakinkan diana yg masih terlihat bingung)
Diana: (diana pun terdiam sejenak mengingat senyum bahagia kedua orangtua nya,, diana merasa sangat bangga bisa membahagiakan orang tuanya walaupun dengan cara menuruti orang tua nya menikahi laki* yg tidak ia cintai) "nadin apakah aku akan bahagia?? " (diana bertanya pada nadin yg sibuk merapikan gaun diana)
Nadin : "bukankah kamu sudah mendengar penjelasan dari adrian?? bahwa kamu tidak semestinya melakukan tanggung jawab sebagai istri??" (nadin merasa bahwa adrian adalah lelaki baik, mana ada coba laki* yg tidak meminta tanggung jawab seorang istri demi membuat istri nya nyaman dengan pernikahan nya, ucap nadin dalam hatinya)
__ADS_1
(Diana merasa sedikit tenang dengan perkataan nadin, yg mengingatknanya akan perjanjian mereka itu)
Nadin : "sudah lah diana semangat dong ayo senyum" (sambil memegan kedua sudut bibir diana agar tersenyum)
(Diana pun tersenyum dan melupakan sejenak kekhawatiran nya terhadap pernikahan yg ada didepan matanya, dan tiba-tiba terdengar ada seseorang mengetuk pintu dan itu adalah ayahnya karena acara pernikahan akan dimulai)
ayah : "diana sayang.. apa kamu sudah selesai??" (ayahnya begitu gugup karena ini adalah hari bahagia buat putrinya)
ayah : (ayah terkejut ketika putrinya begitu sangat cantik dan anggun mengenakan gaun pernikahan seketika ayah terharu ia tidak menyangka bahwa putri kecilnya akan segera menikah dan pergi) "diana kamu sungguh cantik nak persis dengan ibumu dulu" (dengan terharu ayah mencium kening diana)
(diana pun langsung memeluk ayahnya dengan sebuah tangisan yg menyentuh hati, membuat nadin merasa terharu)
__ADS_1
Ayah : "sudah* jangan menangis lagi nanti riasan nya hilang" (sambil menghapus air mata putrinya)
Diana : "ayah ibu dimana??" (karena ia hanya melihat ibunya sekali dipagi hari mempersiapkan gaun untuk dipakai diana setelah itu ia tidak melihat ibunya)
ayah : "ibumu sangat bersemangat nak dia sedang memeriksa semua hidangan agar tidak ada kesalahan" (ayah dan ibumu sangat menunggu hari ini nak semoga kamu bahagia, ucap ayah dalam dengan tatapan haru pada putrinya)
(sementara diruang ganti Adrian begitu tampan, dan gagah dengan balutan jas hitam dan sepatu hitam yg membuat adrian semakin mempesona dengan aura nya yg karismatik membuat dia semakin berwibawa)
mama : "nak ayo kita keluar acara sudah mau dimulai" (hari yg ditunggu-tunggu telah tiba, mama adrian merasa lega dan bangga melihat anaknya yg akan segera menikah, dengan haru mamanya mencium kening adrian dan berkata) "semoga bahagia selalu nak, hargai diana cintai dia dengan sepenuh hati mu nak agar rumah tangga kalian sampai akhir hayat nak" (sambil mengusap air matanya sembari memeluk anaknya yg sangat dia cintai itu)
Adrian : "ma,, aku berjanji akan memperlakukan diana dengan sebaik mungkin ma,, mama tenang saja aku tidak akan menyakiti nya ma" (adrian adalah lelaki bertanggung jawab walaupun ia tidak mencintai diana, tapi ia tetap akan memperlakukan nya sebagai seorang istri)
__ADS_1
Bersambung..