
(diana merasakan jantung yg berdegup kencang dan keringat dingin,, ia merasa apa yg terjadi dengan nya, apa ia penyakit jantung atau bagaimana, semua pemikiran itu terlintas membuat nya menghindari adrian)
diana : "ke,, kenapa kamu begitu dekat, dan kenapa kamu berbisik adrian!!!" (diana berteriak pada adrian, karena bisikan nya membuat jantungnya berantakan dan bedebar)
adrian : "aku hanya berbisik dan itu lumrah, bahkan kalau aku ingin melakukan itu,,,???" (adrian mengedipkan mata, menggoda diana)
diaan : "apa?? melakukan apa?? jangan harap!!! wekkk" (diana mengejek adrian dengan tertawa seketika gigi gingsul nya pun terlihat membuat nya semakin cantik) "sudah lah ayo kita makan aku sudah lapar"
(diana dan adrian lanjut makan,, setelah selesai makan adrian pergi ke ruang kerja, seperti biasa adrian memulai pekerjaan nya melalui tablet,, ia terdiam sejenak memikirkan fely yg menghubungi nya tadi siang,, ia benar² tidak habis pikir, setelah ia mulai melupakan fely kenapa ia malah kembali membuka luka lama, adrian tanpa henti memikirkan itu semua, dan tiba² ia mendengar suara diana yg tertawa dilorong sedang menerima telepon)
diana : "apa?? kamu akan pulang?? apa studi mu sudah selesai?? kapan kamu akan kembali??" (iyaa,, itu adalah telepon dari sahabatnya brian, yg memulai karirnya di korea sebagai desainer terkenal ia melanjutkan studinya dibidang fashion,, ia sudah lama berteman dengan diana, bahkan diana tidak tahu kalau brian menyukainya sejak dibangku SMA tapi brian takut untuk menyatakan nya,, karena ia merasa kalau diana hanya menganggap nya sebagai sahabat,, ia takut jika mengutarakan perasaan nya diana akan menjauh darinya)
__ADS_1
brian : "aku akan pulang sekitar sebulan lagi,, aku harap bisa melihat mu dan makan bersama" (brian belum tahu kalau diana sudah menikah,, ia berharap bisa menyatakan cinta nya pada diana saat ia bertemu nanti,, tapi siapa sangka bukan hanya cinta nya yg bertepuk sebelah tangan, bahkan ia sudah tidak bisa memiliki diana seutuhnya)
(diana ragu untuk menjawab brian, tidak mungkin ia pergi dengan laki² lain, bisa² adrian akan marah,, apa lagi ini bersama laki²,, tiba² diana terkejut akan suara adrian)
adrian : "diana,, apa kamu sedang berselingkuh??" (perkataan adrian membuat diana terkejut dan langsung mematikan telepon)
(brian merasa aneh, kenapa diana tiba² mematikan telepon nya dan suara laki² ada apa ini , siapa laki² itu?? ucap brian dalam hati, brian masih terpikir, ia coba menelepon diana tapi tak di angkat diana, brian mencoba untuk tenang, besok ia akan mulai menghubungi diana kembali)
diana : "selingkuh??? siapa yg selingkuh"
(tiba² adrian langsung merebut hp diana dan melihat nama yg menelpon nya)
__ADS_1
adrian : "brian?? bukankah dia laki²,,apa dia teman mu?? atau kekasih gelap mu??" (adrian bertanya pada diana seolah² diana betul² selingkuh,, membuat diana merasa geram)
diana : "heiii,, dia temanku itu benar,, dia selingkuhanku itu tidak benar, kamu tahu aku adalah wanita berkelas wanita yg setia pada pasangannya" (dengan bangga dan menepuk lengan adrian, membuat adrian tersenyum dengan gaya diana)
(adrian melangkah mendekat tepat di hadapan diana sambil memegang bahu diana dengan tatapan serius adrian berkata)
adrian : "aku pegang kata² mu jangan pernah membohongi ku ataupun berselingkuh" (adrian langsung balik badan dan pergi menuju ruang kerjanya, meninggalkan diana yg masih terlihat bingung)
(diana merasa jantung nya semakin lama semakin tidak beraturan dan membuat nya berdegup kencang)
diana : "ada apa dengan nya,, bukankah dia tidak menyukaiku kenapa dia harus seserius itu,, oh astaga,, dan ini kenapa jantung ku selalu berdebar kalau dekat dengan dia,, ahh sudah lah" (diana terus kepikiran dengan jantung nya apakah ia jatuh cinta atau memang dia punya penyakit,, diana frustrasi dengan pikiran nya dan kembali kekamar untuk menenangkan hatinya)
__ADS_1
Bersambung..