
suara hingar bingar lalu lalang para perawat yang sedang bolak balik sesuai dengan tugasnya tak menyulutkan langkah dua orang gadis cantik yang tengah berjalan terburu buru dengan derai air mata.
mereka berlari ke sebuah ruangan kelas 3 dengan tergesa gesa. mereka menghampiri seorang wanita tua yang di penuhi selang di tubuhnya.
" ibuu! " ucap mereka sembari menghampiri wanita tersebut. gadis yang lebih muda menggengam tangan kiri ibunya begitu pula gadis yg lebih tua mengenggam tangan kanannya.
perlahan kelopak mata keriput itu terbuka, samar samar dia melihat kedua putrinya menangis tersedu sedu. hati seorang ibu sakit melihatnya, ingin rasanya ia memeluk mereka namun tubuh lemahnya tak bisa di gerakan.
" kak ibu sudah bangun! lihat matanya bergerak! " ucap gadis yg lebih muda
" ibuu! tunggu sebentar aku panggilkan dokter, " ucap sang kakak
namun langkah sang kakak di hentikan oleh sebuah tangan dingin yg memengang tangan nya. gadis itu menoleh.
" tidak perlu... ibu.. cuman ingin.. mengatakan sesuatu.. jaga.. adik mu ..dengan baik.. sofia.. ibu.. sudah.. tidak... kuat... lagi... kalian.. harus... saling.. melindungi.. maafkan ibuu.. nakk.. ibu sudah... egoisss.. ibu.. tidak sanggup.. menerima.. kepergian.. ayahmuu.. maafkan ibuuu nakk.. " ucap wanita itu sebelum perlahan matanya menutup dan pegangan tangan nya pada putri sulungnya terlepas.
kedua gadis itu berteriak memanggil ibu mereka, namun semua itu sia sia. ibu mereka telah pergi untuk selamanya.
.
.
.
Hujan deras membasahi sebuah gudukan tanah, terlihat dua orang gadis cantik tengan menangis tersedu sedu. payung payung berwarna hitam mengerumuni mereka, para pelayat mulai meninggalkan kedua gadis itu.
" ayoo dek, kita akan kembali nanti " ajak sofia pada adiknya yang masih memeluk batu nisan ibu mereka.
terlihat di samping makam ibu mereka terdapat sebuah makam yang masih basah, milik ayah mereka.
kini mereka telah menjadi yatim piatu.
" kak kenapa ibu sama ayah tega ninggalin kita? kenapa hikh. hikh. hikh. " ucap adiknya
" maria, ibu sama ayah gk ninggalin kita, mereka akan selalu ada buat kita. di hati kita, mereka ada di hati kita. pokoknya km tenang saja, kakak akan selalu ada buat kamu " ucap sofia sambil memeluk maria.
__ADS_1
akhirnya mereka pergi meninggalkan makam kedua orang tua mereka. kedua kakak beradik itu sampai di sebuah rumah sederhana.
" kak kita tinggal di sini sekarang? " tanya maria.
" maaf dek, uang hasil tabungan kakak cuma cukup untuk ini, tapi tenang aja nanti kakak akan berusaha buat memenuhi kebutuhan kita walaupun gk sama seberti dulu " ucap sofia menenangkan adiknya.
" aku akan bantu kakak, aku akan kerja juga " ucap maria sambil memeluk kakaknya. sofia tersenyum dan mengelus rambut maria sayang
" jangan, kamu fokus aja sama sekolah mu. 6 bulan lagi kamu lulus sma kan? jadi kamu gk perlu mikirin apapun lagi. biar kakak aja yang kerja" ucap sofia lembut.
maria mengangguk namun dalam hati ia bertekat akan mencari pekerjaan tambahan setelah dia lulus. kondisi ekonominya tak sama seperi dulu,
jika dulu dia sering boros sekarang dia harus berhemat karena keuangan nya juga menipis sekarang. apalagi kakaknya juga belum dapat pekerjaan.
mereka memutuskan untuk masuk, keadaan rumah cukup kotor dan berantakan. sangat jauh beda dengan rumah mereka dulu, yang besar, mewah dan luas. mungkin benar kata orang, roda kehidupan berputar dan mungkin sekarang dialah yang berada di bawah.
" dek, kakak bersihkan dulu ya rumahnya, kalo kamu mau istirahat, istirahat aja " ucap sofia sambil mulai membersihkan debu debu
" ayo kak aku bantu biar cepat selesai. " ucap maria sambil memungut sampah sampah yang masih ada.
" gak aku mau bantuin kakak aja " ucap maria kekeh, hingga sofia pun akhirnya mengalah dan membiarkan adiknya membantunya.
tak terasa semua pekerjaan terselesaikan saat sore hari, kedua kakak beradik itu memutuskan untuk beristirahat.
Sofia POV ON
hari itu adalah hari terburuk dalam hidupku, dimana keluarga ku bangkrut dan ayah meninggal karena serangan jantung.
kami hanya punya ibu, tapi ibu malah ditemukan di kamar mandi setelah meneguk banyak pil tidur. ibu di temukan oleh tetangga dan langsung di bawa kerumah sakit. aku dan adiku yang sedang di sekolah di telfon oleh tetangga kami.
kematian ibu membuat kami menjadi anak yatim piatu, aku tidak tau dimana aku harus mulai. tapi yang pasti adiku maria membutuhkan aku.
aku akan berusaha membahagiakan adiku. walaupun tidak bisa seperti dulu tapi aku yakin aku bisa memenuhi kebutuhan adiku dan aku sendiri.
mulai besok aku harus bekerja, aku tidak bisa berdiam diri. uang tabungan ku semakin menipis, dan kebutuhan juga semakin banyak. aku tidak boleh boros seperti dulu. aku harus pandai mengatur keuangan. aku harus bangkit dari keterpurukan.
__ADS_1
aku pasti bisa melewati semua ini. iya pasti bisa.
sofia POV OFF
sofia kembali ke kamarnya dan beristirahat, tapi sebelum itu ponselnya berbunyi.
" Dimas? " gumam sofia setelah melihat nama penelfon. segera dia menggeser tombol hijau untuk mengangkat panggilan masuk tersebut.
" Halo Dimas? kenapa ponsel mu tak bisa di hubungi? " tanya sofia langsung pada pacarnya. iya, dia dan dimas adalah sepasang kekasih
" Halo, sofia maafkan aku. aku dengar ayah dan ibu mu meninggal dunia. maaf selama ini aku tak bisa di hubungi dan tak bisa melayat ke pemakaman orang tua mu. " ucap Dimas dengan nada sedih.
" Dimas kau ini kemana saja selama ini? kenapa saat aku membutuhkan mu kau tak ada? aku... hikhh.. " ucap sofia dengan menahan tangis mengingat kedua orang tuanya yg sudah meninggal.
" sofia ada hal yang tak bisa ku jelaskan pada mu, ku harap kau mengerti. aku akan menemui mu besok di rumah mu. " ucap dimas tegas.
" Jangan.. mmmm " ucap Sofia ragu ragu mengatakan kalau ayahnya bangkrut dan sekarang dia tinggal di rumah petak sederhana.
" Ada apa? kau menyembunyikan sesuatu? " tanya Dimas penasaran.
" aak aku sudah tidak tinggal di sana lagi. aku akan menceritakannya nanti, akan ku kirim alamatnya nanti" ucap sofia
" Mm baik lah.. " Tuttt tutt tutt
sofia hanya menghela nafas sambil memperhatikan ponselnya yang sudah mati.
apakah Dimas akan menerima keadaannya yang sudah miskin. apalagi Dimas adalah anak orang kaya, apakah dia masih mau berpacaran dengan orang miskin sepertinya?.
Dan bagaimana tanggapan oarang tua Dimas, apalagi ibu Dimas sangat tidak menyukainya, bahkan dulu waktu mereka pacaran dengan terang terangan ibu Dimas malah menjodohkan Dimas dengan sahabatnya sendiri...
" ahh, sudahlah apapun yang terjadi aku harus siap menghadapinya besok. " gumam Sofia sambil merebahkan diri mengistirahatkan tubuh dan pikirannya setelah seharian ini.
.
.
__ADS_1
Bersambung....