Tuan Muda Buta Dan Gadis Lumpuh

Tuan Muda Buta Dan Gadis Lumpuh
Malam pertama


__ADS_3

" Kakak tidak tau saja, aku sudah melukai kepala seorang pria botak yang kurang ajar pada ku. aku juga mematahkan lengan dari laki laki yang menyentuh ku. pokoknya tidak akan ada yang berani menyentuh ku. " ucap Maria bangga karena berhasil mempertahankan kehormatan nya di tempat laknat itu.


" iya iya ku akui kau memang bisa bela diri. tapi syukurlah kau baik baik saja. " ucap Sofia tersenyum.


" iya dongg, Maria gitu lohhh. " ucap Maria membanggakan diri.


" yasudah ayo kita tidur, udah malam. " ucap Sofia. sambil berusaha naik ke tempat tidur di bantu Maria.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Tiba lah di hari pernikahan Austin dan Sofia.


pernikahan yang berlangsung sangat sederhana dan tidak banyak orang yang datang. pernikahan hanya di hadiri pelayan mansion dan beberapa orang orang kepercayaan Austin.


setelah mengucapkan janji, kini mereka resmi menjadi sepasang suami istri.


sofia mencium tangan Austin dan Austin mencium kening Sofia lembut.


" Aku berjanji akan berusaha menjadi istri yang baik dan berbakti untuk mu. aku akan berusaha memenuhi kewajiban ku sebagai seorang istri, dan bersama mu dalam suka maupun duka. dalam sakit maupun sehat. dalam keadaan kaya maupun miskin. "


" aku tak tau apakah yang aku lakukan ini benar atau tidak, tapi entah kenapa aku berharap aku cuma menikah sekali seumur hidup ku. "


mereka pun melakukan sesi foto pernikahan.


setelah pesta usai, sofia di bawa ke kamar Austin, sedangkan Austin sedang berbicara dengan Leo di ruangan pribadinya.


tiba lah Sofia di kamar Austin.



" ckkk!! dia suka sekali kegelapan. kalo gelap begini jadi bikin takut saja. " ucap Sofia sambil menyalakan lampu


" nah begini kan lebih baik. " ucap Sofia sambil melihat lihat kamar Austin yang sangat simpel dan sedehana. namun elegan.


" ahh lebih baik aku ganti baju dulu. " ucap Sofia sambil ke kamar mandi dan mulai berendam di bath tub nya yang luas.



tanpa sadar jika Austin telah kembali ke kamarnya.


" kemana gadis itu? kenapa di sini sepi sekali?? ah sudahlah mungkin dia bersama adiknya. " ucap Austin sambil melepas bajunya hingga telanjang dan berjalan ke kamar mandi.


Saat melihat Austin tel*njang di depannya, sofia pun berteriak.


" Aaaaaaaaaaaaaaa!!! " teriak sofia setelah melihat sesuatu yang tidak boleh di lihat di depan matanya.


karena kaget dengan teriakan sofia, Austin tak bisa menyeimbangkan pijakan kakinya dan akhirnya jatuh ke bath up yang sama dengan Sofia.


untuk beberapa saat mereka saling bengong sambil berbelukan dengan tubuh yang sama sama polos.


Sofia merasakan sesuatu yang keras, besar, dan mmmmm tepat di bagian terlarang.


" aaaaaaaaaaa!! mesummmmm!! " ucap Sofia berteriak sambil menutup matanya. wajahnya benar benar merah sekarang


Karena terlalu berisik, Austin pun membekap mulut sofia dengan bib*rnya. eh?


" Mmmmmmmmm.... " gumam sofia dalam ci*man.


karena sofia tak mau diam, Austin pun semakin memperdalam ci*man mereka.

__ADS_1


lama kelamaan sofia mulai terlena dan akhirnya menikmati ci*man tersebut.


tangan Austin mulai bergerak kemana mana. bergerak dan berselancar sana sini. perlahan tapi pasti, Austin mulai mengangkat tubuh Sofia dan menggendong nya seperti koala.


tanpa melepaskan tautannya, Austin terus berjalan keluar dari toilet dan membawa tubuh telanjang Sofia ke kasur.


merebahkannya dengan penuh kelembutan. dan mulai menyusuri tubuh *olek tersebut dengan bibir.


memberikan jejek kep*milikan sana sini, hingga seluruh kulit putih sofia menjadi merah merah dan penuh dengan tanda .


ciuman Austin turun ke kedua gun*ng yang sangat menggoda iman. harum dan pas di tangan. Austin menyentuh gu*ung itu dan langsung meminum dari sumbernya.


menghi*apnya dengan lembut dan penuh cinta.


gu*ung yang satunya tak di biarkan menganggur, di remasnya gu*ung tersebut hingga memerah. dan sofia men de sah


Austin yang mendengar de*sahan sofia pun tersenyum dan meraih wajah sofia.


" panggil nama ku, aku tidak suka jika kau memanggil ku tuan. " ucap Austin dengan b*bir yang bersentuhan dengan b*bir Sofia.


dan akhirnya malam pertama merema pun terjadi. malam yang penuh g*ir*h, walaupun itu yang pertama namun Austin seakan tidak pernah puas menjamah tubuh itu.


malam yang dingin mereka habiskan dengan berolah raga panas.


tak ada rasa lelah bagi Austin, tubuh Sofia bagaikan ca*du untuknya. ca*du yang tak bisa ia hentikan.


dan entah kenapa saat menjamah tubuh itu, jantung nya berdetak sangat cepat. berdekatan dengan sofia membuat kerja jantungnya tak normal. tak terasa sudah 3 ronde mereka lewati.


" udah yah, aku capek. pinggang ku sakitt. " ucap Sofia sembari mengelus rambut Austin yang sedang memeluk nya dengan sangat erat.


" mmm satu ronde lagi. " ucap Austin sembari mulai mengecupi leher sofia.


" a aku capek, badan ku sakit, besok lagi ya. " ucap Sofia berusaha menawar.


" ckkk baiklah, " ucap Austin merenggut kesal sembari membenamkan wajahnya di ceruk leher Sofia.


" terima kasih. " ucap Austin di sela sela tidurnya.


" untuk? " tanya sofia Bingung


" karena kau telah menjaganya untuk ku. " ucap Austin dengan suara lirih.


" jangan tinggalkan aku. " ucapnya dengan suara yang hampir tak bisa di dengar.


" aku akan berusaha membuat mu bahagia. " ucap sofia sambi tersenyum dan memejamkan matanya.


" terima kasih. " ucap Austin lirih


dan akhirnya mereka tertidur sambil berpelukan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


jam 8.00

__ADS_1


" bik apa tuan muda sudah bangun?? " tanya Leo yang sudah menunggu dari jam 7 pagi tapi Austin tidak turun turun juga.


ponsel nya juga tidak bisa di hubungi padahal mereka ada rapat jam setengah 9 di sebuah restoran.


" belum den, dari tadi bibik ketuk pintunya tidak di buka. " ucap bibik inah khawatir.


" ya ampun, yaudah bik. " ucap Leo sembari menghempaskan tubuhnya di sofa ruang tamu sembari mendesah lelah.


saat tengah memijit pelipis nya yang nyeri, seseorang menghampiri nya.


" Hai. " ucap orang tersebut yang ternyata Maria


" mm kau gadis kecil. " ucap Leo bergumam


" dimana kakak mu? " tanya Leo yang sedari tadi tak melihat keberadaan sofia.


" aku tidak tau, mungkin sedang berada di dalam kamar bersama kakak ipar. kau pasti tau kan yang biasa dilakukan pengantin baru?" tanya Maria sambil menyatukan kedua jari telunjuknya.


" ckkk!! berapa umur mu hah?." tanya Leo heran.


" 18 tahun memangnya kenapa? "


" kau itu masih kecil, bagaimana kau bisa tau urusan orang dewasa?? lebih baik kau belajar sana!! " ucap Leo mengusir Maria


" ckkk anak SMP saja sudah ada yang menikah. lagian aku sudah besar sekarang tau. wajar jika aku tau hal hal yang berbau dewasa. " ucap Maria tak mau kalah.


" ck dasar mesum. " cibir Leo


mendengar itu maria tidak terima dan hendak menghampiri Leo yang duduk di seberang nya. namun karena tersandung oleh karpet. Langkah Maria jadi oleng dan jatuh.


cup.......


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambunggggg.....


__ADS_2