Tuan Muda Buta Dan Gadis Lumpuh

Tuan Muda Buta Dan Gadis Lumpuh
Cerita bibik Inah


__ADS_3

" Apakah kau di paksa oleh mereka? "


eh??


" Kau? "


" iya aku tau. aku memang buta tapi aku bisa merasakan ketidak nyamanan mu. " ucap Austin sambil menatap kosong


sedangkan sofia hanya diam karena dia tidak tau harus berbicara apa. tiba tiba saat tengah sibuk dengan pikirannya terdengar suara tawa seseorang. ya dia adalah Austin.


" ha ha ha ha." ucap Austin tertawa. sedetik kemudian dia berwajah datar


" Leo batalkan saja perjanjian nya, aku tidak ingin memaksa seseorang untuk menikah dengan pria buta seperti ku. " ucap Austin dengan suara datarnya.


setelah berkata demikian, Austin berdiri dan melangkah menuju pintu.


" tunggu. " ucap Sofia menghentikan langkah Austin.


" ada apa? kau tak ingin menikah dengan ku kan? sekarang aku sudah membatalkannya jadi apa lagi yang kau tunggu, pergilah, aku membebaskan mu. pergilah. " ucap Austin sambil terus memandang kosong di depannya.


" mmm a aku mau menikah dengan mu. ta tapi bisa kah kau menyelamatkan adiku? " ucap Sofia sambil terus memandang memandang punggung Austin yang kekar dan lebar. Kelihatan nyaman jika di peluk. ehh?


" hapus pikiran liar mu sofiaaaa astagaaa.. " ucap sofia sambil mengalihkan pandangannya dengan pipi yang merah.


dan semua itu di perhatikan oleh Asisten Leo.


" tak apa Leo mungkin dia bukan jodoh mu. " ucap Leo dalam hati sembari meringis ngilu.


" Kamu yakin? sebelum kamu berkata iya pikirkanlah, karena setelah masuk kemungkinan untuk keluar adalah hal yang sulit. " ucap Austin tetap pada posisinya.


terlihat sofia berpikir kemudian menghela nafas yakin.


" Iya aku yakin! mari kita bersama berjuang untuk membuktikan pada dunia kalau kita bukan orang lemah dan mudah di tindas!. " ucap sofia sambil memandang punggung Austin dengan yakin.


Deg.


Deg.


Deg.


Jantung Austin seketika berpacu setelah mendengar itu, untuk pertama kalinya ada orang yang mengatakan itu padanya dan entah kenapa ia merasa dadanya menghangat.


perlahan bibirnya tertarik dan membentuk senyum tipis yang tak pernah di lihat oleh siapa pun.


" Kalau begitu jangan menyesal. " ucap Austin sembari melanjutkan langkahnya dan keluar dari ruangan VVIP tersebut.


sekarang di ruangan tersebut tinggalah Sofia dan Asisten Leo yang masih memandang sofia lekat.

__ADS_1


" sekarang nona ikutlah dengan saya, saya akan mengantar nona ke rumah baru nona. " ucap Leo sembari mendorong kursi roda Sofia.


mereka berjalan menuju parkiran, dan berhenti di sebuah mobil. Sofia sedikit terkejut saat melihat Austin sudah duduk manis di dalam mobil.


" bagaimana bisa dia berjalan ke mobil tanpa tersesat dalam keadaan buta?" ucap sofia dalam hati sambi memandang Leo bingung.


mengerti apa yang di rasakan sofia, asisten Leo menjelaskan.


" tuan adalah orang yang tangguh, dan tuan tidak suka di anggap remeh oleh orang lain. saya harap nona juga bisa begitu. " ucap Leo sambil membantu sofia untuk masuk mobil.


sofia duduk tepat di samping Austin.


pada akhirnya mobil pun mulai melaju membelah jalanan yang ramai. dalam keheningan sesekali sofia memandang Austin.


" kalau di lihat lihat dia tampan juga, tinggi, badan kekar, kaya, beuhhhh suami able banget sihh. apa lagi dia juga--"


" sudah puas memandangi ku? " tanya Austin sambil menatap kosong kursi di depannya.


ehh?


" bagaimana dia bisa tau aku memandanginya?? apa dia bisa membaca pikiran? aku jadi takut padanya. " ucap sofia dalam hati sembari mengalahkan pandangannya.


" khemmm,,,, masalah adik mu aku akan membebaskannya. kau tenang saja. " ucap Austin Cole memecah keheningan.


" Benarkah?? " tanya Sofia berbinar, bahkan dia sampai memegang tangan Austin saking senangnya.


" te tentu saja. " ucap Austin sedikit gugup karena bersentuhan langsung dengan kulit Sofia.


" tuan, kenapa wajah tuan memerah?? tuan sakitt?? " ucap Sofia sembari meraih tangan Austin.


dan hal itu semakin membuat jantung Austin serasa melompat keluar dari sarangnya.


" A aku tidak apa apa. " ucap Austin dengan nada gugup.


"tapi kenapa wajah tuan memerah? " tanya sofia sembari memandangi wajah Austin.


" aku Aku hanya kepanasan, sudahlah aku tidak apa apa." ucap Austin sembari melepaskan perlahan pegangan tangan mereka.


" ooh maaf aku pikir tuan sakit. " ucap Sofia sambil meremas gaun yang iya pakai.


akhirnya keheningan kembali menyusup di antara mereka. tak terasa mobil mereka telah sampai ke sebuah mansion mewah yang sangat luas dengan air mancur di tengahnya.



mobil pun berhenti dan di sana terlihat puluhan pelayan dan pekerja yang berbaris menyambut tuan muda mereka.


Austin turun dengan berwibawa, lain halnya Sofia yang masih harus di bantu oleh Leo untuk duduk di kursi roda nya.

__ADS_1


Sofia terpelongo melihat mension milik Austin yang super mewah. apakah ini istana?


" Ayo kita masuk nona. " ucap Asisten Leo menyadarkan Sofia dari lamunan nya dan mendorong kursi rodanya.


para pelayan pun seketika menunduk saat Austin, Leo dan Sofia melewati mereka.


"bukankah ini terlalu berlebihan? dulu saja aku tidak begini , orang kaya biasa dan sultan memang beda. " decak Sofia sembari terus memandangi desain mension tersebut. sesekali berdecak karena kagum akan kemewahan nya.


mereka pun akhirnya tiba di ruang tamu, terlihat Austin duduk di sana dan para pelayan dengan sigap melepaskan sepatu Tuan Muda Austin Cole.


" bik tolong siapkan sebuah kamar untuk perempuan yang duduk di kursi roda itu. " ucap Austin sambil memakai sandal rumahan dan berjalan ke arah lift.


.


.


" ini nona kamar mu, semoga betah dan nyaman. " ucap Pelayan paruh baya tersebut sembari mendorong kursi roda menuju ke ranjang.



" terima kasih bibik? "


" Inah, nona bisa memanggil bibik, bik inah. oh iya nama nona siapa? "


" nama ku Sofia Amelia Joster, panggil sofia saja bik " ucap Sofia sambil tersenyum manis.


" astaga nona cantik sekali, tapi kenapa nona kelihatan sedih? " tanya Bibik inah yang melihat kesedihan di mata Sofia.


Sofia yang melihat itu pun menghela nafas, dan mengeleng.


" saya tidak apa bibik, cuma boleh saya tau apakah tuan muda memang sudah mmm seperti itu sejak lama? " tanya sofia agak ragu sembari memandang bibik inah takut takut.


bibik inah yang melihat itu hanya tersenyum. dan tidak terasa air matanya menetes.


" bik! apa saya melukai hati bibik. maaf bukan maksud saya begitu saya. saya cuma-"


" ah tidak apa nona, bibik cuma sedih jika mengingatnya. hahhh.... sebenarnya dulu tuan adalah orang yang sangat ramah, namun karena suatu hal dia jadi begitu.. bibik paling tau karena bibik adalah orang yang merawat tuan muda dari kecil. " ucap bibik sembari menghapus air matanya yang entah kenapa terus menetes.


" Tuan muda dulunya tidak buta, namun karena kecelakaan mata tuan muda jadi begitu. tapi orang tua tuan muda sama sekali tidak peduli pada nya. "


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambungggg.....


__ADS_2