
apakan dia merindukan nya?
" hah gila!" umpat Austin pada dirinya sendiri.
ia pun melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya dan turun menggunakan tangga mansion. karena di mansion nya yang ada di prancis tidak ada liftnya.
iya, di prancis dan negara negara dimana dia membangun cabang perusahaan. disana Austin pasti akan membangun mansion juga. karena apa? karena Austin sangat malas jika keluar masuk hotel.
dia malas jika bertemu orang banyak.
di bawah para maid sedang bebersih kawasan mansion. ada yang memasak dan ada juga yang sedang menyusun makanan di meja makan.
salah satu maid yang sedang membawa alat bersih bersih melihat jika tuan mereka tengah berjalan menuju ruang makan.
seketika para maid itu langsung menunduk, walaupun Austin tak bis melihat, namun Austin bisa merasakan dan membaca pikiran orang lain.
maka dari itu, ia membungkuk hormat pada Austin.
" katakan apakah makanan di dapur sudah selesai? " tanya Austin dingin ada maid itu.
mendengar pertanyaan Austin, seketika tubuh maid itu keluar keringat dingin.
" be belum tuan,, beberapa maid sedang menyiapkannya. " ucap maid itu gugup, dia takut karena hal ini dia sampai di marahi oleh Austin.
" mmm jika sudah selesai, panggil aku. " ucap Austin kemudian berlalu ke ruang tamu.
dia tidak marah pada maid nya, karena ini juga terlalu pagi untuk nya bangun. tentu saja para maid masih memasak di jam segini.
tak lama setelah Austin duduk di ruang tamu, maid yang bertugas di dapur mengatakan bahwa makanannya sudah siap.
Austin pun berjalan ke meja makan dan mulai memakan sarapan nya. namun Austin hanya makan beberapa sendok saja sebelum menyelesaikan sarapannya.
entah kenapa nafsu makan Austin sangat buruk akhir akhir ini. dia merasa hidupnya hampa tanpa warna. yah seperti ada yang kurang di hidupnya. dia juga sangat merindukan wanita yang sudah tiga minggu ini tak bersamanya.
dia merindukan semua yang di berikan wanita itu, walaupun dia baru saja selesai berbicara dengan sofia di telfon tetap saja rasa rindu nya tak bisa di elakan.
yah, sekarang dia mulai mengakui jika wanita itu sudah sangat berpengaruh di hidup nya. dan seperti nya dia sudah tidak sabar untuk pulang dan bertemu wanita yang sudah menjadi istri nya itu.
" halo tuan muda,, selamat pagi! " sapa asisten Leo membuyarkan lamunan Austin.
" mm ayo kita ke kantor,, dan segera menyelesaikan semua pekerjaan. " ucap Austin langsung ke luar meninggalkan Leo yang hanya bisa menggeleng gelangkan kepalanya.
" hah dasar gila kerja,, tidak bisa apa istirahat sebentar dan berlibur menikmati kota prancis." umpat Leo dalam hati karena memang setelah sampai di prancis, mereka langsung bekerja,
bahkan hari minggu pun mereka terus bekerja demi menyelesaikan pekerjaan yang sangat banyak itu. belum lagi masalah masalah perusahaan selama Austin tidak di sini. benar benar sangat menguras tenaga.
" jangan mengumpat ku, jika tidak Gaji mu ku potong. " ucap Austin tenang namun tidak dengan Leo.
" bagaimana ini bisa terus terjadi?! dia tidak menaruh alat perekam di otak ku kan? astaga walaupun sudah lama bersamanya tetap saja aku takut.. kalau saja ada pekerjaan lain pasti aku sudah mengundurkan diri... hah,, menakutkan. "
" ma maaf tuan,, " cicit Leo dengan suara yang super pelan.
" kau di maafkan tapi dengan satu syarat.. " ucap Austin tenang
__ADS_1
" a apa tu tuan? " ucap Leo takut takut dengan syarat yang di berikan Austin.
" selesaikan semua sisa pekerjaan kita dalam waktu tiga hari,,, atau gajimu bulan ini di potong 100 %, jika kau bisa menyelesaikan semua pekerjaan ini dalam waktu tiga hari, gaji mu ku lipat ganda kan." ucap Austin yang seketika membuat Leo lemas bagai tak bertulang.
" hah? dia bercanda kan? bagaimana mungkin semuanya akan selesai dalam waktu tiga hari,,, yaampunn.... apa kesalahan yang pernah ku buat? kenapa kau sekejam itu? ambil saja gaji ganda mu, aku tidak butuh. aku juga mau istirahat.... " ucap Leo mendengus kesal, tapi dalam hati 😅😅😅
" baik pak, akan saya usahakan. " yah hanya itu yang bisa Leo ucapkan sembari tersenyum pilu meratapi nasibnya yang mengenaskan.
sampailah mereka di perusahaan, seperti biasa Austin dan Leo berjalan ke ruangan mereka dan mulai mengerjakan pekerjaan mereka yang super duper banyak.
.
Sedangkan di tempat dan waktu yang berbeda.
kini sofia tengah berlatih berjalan dengan di bantu oleh dokter Angellia.
" kak Angel, maria, lihat lihat sekarang aku sudah bisa melangkah sebanyak sepuluh langkah!!." ucap sofia girang. maria pun tersenyum mendengar itu.
" iya kak, aku bangga pada mu.. aku yakin dalam waktu satu minggu kau pasti bisa berjalan kembali. " ucap maria girang
" betul maria,, aku yakin juga begitu. sofia kau pasti secepatnya akan bisa berjalan kembali." ucap dokter Angellia tak kalah senang. kini Angellia tak memanggil sofia dengan sebutan nona lagi karena, atas permintaan sofia. sofia dan maria sudah menganggap dokter Angellia sebagai kakak sendiri.
" wah,, kalau begitu bagaimana jika kita makan makan untuk merayakan ini? " tanya maria girang.
" mmm baiklah, sepertinya itu ide yang bagus, kita juga sudah lama tidak makan makan di luar. " ucap sofia menyetujui.
" wah pasti seru, bagaimana kak Angel? " tanya maria memandang wajah cantik Angellia.
" mm aku rasa itu ide yang bagus. " ucap Angellia tersenyum
" aku juga akan siap siap. " ucap maria.
tak berapa lama setelah selesai bersiap siap, kini tiga gadis muda itu tengah berjalan jalan di mall.
mereka masuk ke toko pakaian dan melihat lihat apakan ada yang bagus atau tidak.
" kak lihat lah, baju ini pasti sangat cocok untuk mu? ya kan kak angel? " tanya maria mengambil sebuah baju untuk sofia.
" benar,, sofia aku yakin kau akan cantik memakai itu. " ucap maria setuju dengan pendapat maria.
Namun belum sempat sofia menjawab, tiba tiba ada seseorang yang merebut baju itu dari tangan maria.
" sayang,, apa baju ini cocok untuk ku? " tanya orang itu yang ternyata adalah belle dan dimas
" mm itu baju yang cocok untuk mu. " ucap dimas namun pandangannya mengarah pada sofia.
" hei kau!! itu baju miliku. aku yang mengambilnya duluan. " ucap maria merebut baju itu lagi.
" hei,, kau ternyata. aku tidak menyaka akan bertemu dengan seorang ****** dan gadis lumpuh di sini. dan kau ******! bagaimana bisa kau berkeliaran di sini? tempat mu itu di club, lihatlah pasti disana sudah banyak om om tua yang menunggu tubuh mu. " ucap belle mengejek maria.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambungggg.....