
Pagi hari nya Sofia bangun dan menyiapkan makanan untuk adiknya, kemarin dia sempat membeli bahan makanan di pasar dan sekarang akan dia olah. walaupun dia tak terbiasa tapi dia pernah melihat tutorialnya di internet.
saat tengah asik memasak tiba tiba datang adiknya yg mengagetkan dia dari belakang.
" duaarrr! " teriak maria dari arah belakang.
" eh ayam ayam, " kaget sofia sembari menjatuhkan ayamnya dan memandang maria kesal. maria hanya cekikikan melihatnya.
" santai dong kak, masa melototinya gitu banget sih. " canda Maria
"abis nya kamu ngagetin " ucap sofia sembari mencuci ayam yg sudah jatuh tersebut. belum 5 menit masih bisa di makan 😂😂
" iya iya maaf, ada yang bisa aku bantu gk kak? " tanya maria sembari melihat lihat pekerjaan yg bisa di bantu.
saat akan menjawab, tiba tiba suara pintu depan di ketuk.
" yaudah kak biar aku aja yang buka, kakak lanjut masak aja. " ucap maria sembari berjalan ke arah pintu.
saat pintu terbuka orang yg ada di luar membuat maria mematung.
" kak Dimas? " ucap Maria agak kaget.
" hai maria! kakak mu ada? " ucap Dimas tersenyum
" ada, ayo masuk kak. maaf rumahnya sempit tidak seperti dulu. aku harap kakak nyaman. "ucap maria dan mempersilahkan dimas untuk duduk. sedangkan maria mulai ke belakang untuk memanggil kakaknya.
Dimas memperhatikan seluruh sudut rumah dan tiba tiba senyum tipis muncul di bibirnya. tak berapa lama sofia datang namun sendiri sedangkan maria lanjutkan masakan nya dengan bantuan internet.
Sofia duduk di depan dimas, dimas tersenyum menatap sofia.
" maaf dim, dirumah ini gk ada teh atau kopi, adanya air keran tapi belum di masak. " ucap Sofia sendu karena sedih dengan keadaanya sekarang.
" gak pa pa kok, oh iya kau kan belum cerita, gimana orang tua kamu bisa meninggal dan kenapa kamu bisa tinggal di sini dalam keadaan seperti ini? " tanya Dimas memandang sofia lekat.
sofia menghela nafas lalu menjawab.
" keluarga ku bangkrut dim, uang perusahaan di korupsi sama seseorang. dan perusahaan harus menanggung beban hutang yang sangat banyak. makanya perusahaan harus di ambil alih dan semua aset milik keluarga termasuk rumah, mobil dan tanah semua di sita. " ucap sofia panjang lebar dia memandang Dimas agar bisa melihat ekspresi nya namun ekspresinya sangat tidak mudah di tebak.
" ayah kena serangan jantung, lalu setelah beberapa hari ibu di temukan di toilet dengan keadaan over dosis. ini saja aku dapat membeli rumah karena uang tabungan ku. " ucap sofia mengakhiri ceritanya dengan helaan nafas.
" aku bisa membantu ekonomi keluarga mu. aku bisa menolong mu dan adik mu. " ucap dimas santai sembari menatap Sofia tersenyum.
sofia yang mendengar itu langsung berbinar binar, dia pikir dia akan dapat pekerjaan yg gajinya cukup untuk makan dan kebutuhan dia dan adiknya.
dimas mengeluarkan sebuah berkas dan meletakanya di atas meja. lalu mengeluarkan sebuah pena di sana.
" ini surat kontrak kerja, tanda tangani ini, dan kau akan aku terima bekerja. " ucap Dimas tersenyum.
awalnya sofia agak sedikit bingung, bagaimana bisa Dimas memberikan kertas kontrak kerja padanya bahkan awalnya dia tidak menceritakan apa pun.
tapi bagaimana bisa langsung ada suratnya? tapi karena dia dan adiknya butuh pekerjaan tanpa pikir panjang dia langsung menandatangani, toh dimas adalah pacarnya kan?
" sudah. " ucap Sofia selesai menandatangani surat tersebut. dimas yg melihatnya tersenyum. lalu memasukan surat itu lagi.
" baiklah aku pergi dulu sampai jumpa, nanti aku beritahu kalau kau sudah boleh bekerja." ucap Dimas berlalu pergi tanpa memandang sofia sedikit pun.
sofia awalnya merasa sangat sedih, karena pacarnya sudah banyak berubah. sangat cuek dan seperti tak mau berlama lama dengannya lagi.
__ADS_1
tapi dia pikir itu semua karena beban pekerjaan nya. tak berpikir lama lagi dia segera ke dapur dan memberitahu adiknya.
" dek kakak dapet kerjaan " ucap sofia pada maria setelah sampai di dapur.
" beneran kak? kak dimas ngasi kakak pekerjaan? " tanya maria girang
" iya, pokoknya kamu tenang aja karena kakak udah dapat pekerjaan kakak aja yang kerja okay? " ucap sofia dan maria pun mengangguk mengiakan.
akhirnya mereka pun makan bersama.
.
.
.
beberapa hari kemudian.
saat sofia dan maria sedang bersantai di rumah mereka sambil mengobrol. tiba tiba terdengar pintu di ketuk. terlihat pelaku yang mengetuk pintu adalah beberapa preman. tiba tiba ketakutan di benak sofia muncul saat melihat mereka.
" apa benar ini rumah nona maria? " tanya salah satu preman yg botak.
" iya, ada perlu apa kalian dengan adik saya? " tanya sofia was was.
" banyak bacottt!! kalian berdua pegangin dia. sisanya kedalem cari maria!! " ucap preman botak itu. mendengar itu buru buru sofia akan menutup pintu tapi terlambat, kedua preman itu sudah memegangi tangannya.
" lepaskan akuu! lepas! aku akan laporkan kalian ke polisi!! " teriak sofia memberontak.
" laporkan saja, dan lihat siapa yg akan di tangkap oleh polisi." ucap preman botak itu santai.
" kak ada apa ini? " tanya maria yg terkejut melihat kakaknya di pegangi dua preman. dia menyusul kedepan karena mendengar teriakan kakanya.
" dek cepat kamu masuk ke dalam! jangan pedulikan kakak! cepat!!. " teriak sofia tegas, mendengar itu maria tambah bingung.
sedangkan preman yg mendengar itu segera menangkap tangan maria, maria yg melihat itu terkejut dan segera memberontak.
" lepaskan adiku!! atau aku aku akan berteriak! tolong!! tol..... mmmmmmmm!! " salah satu perman membungkam mulut sofia.
lalu preman botak itu mengkode untuk segera membawa maria ke mobil. sofia yg melihat itu segera memberontak dan menggigit tangan preman tersebut.
" kenapa kau menangkap adiku?! apa salah kami pada mu?! " teriak sofia.
" kau memang tidak ada salah apa. tapi adik mu telah di jual! dan kamu juga sudah membayar dengan tuntas. jadi tidak ada yg salah! kami sudah membayar dan kami harus mendapatkan bayarannya. cepat bius gadis itu! " perintah preman itu dan segera di laksanakan oleh preman lainnya.
sofia yg melihat itu sangat terkejut, dia berusaha memberontak untuk menyelamatkan adiknya yg telah pingsan. namun semua itu sia sia.
" aku tidak pernah menjual adiku!! siapa yg mengatakan hal itu. " tanya sofia geram.
" hahhhh ha ha ha ha ha! Kau tau siapa yg menjual adik mu? Dimas! dia lah yg menjual adik mu senilai 1 milyar. " ucap preman tersebut sebelum masuk mobil dan mobil tersebut melaju dengan kencang.
sofia berusaha mengejarnya, namun tidak bisa. sofia menangis meraung memikirkan nasib adiknya.
" Dimas!! Aku harus menemui dia! dia harus menjelaskannya pada ku! harus!! " ucap sofia menghapus air matanya dan segera ke rumah Dimas.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
......
__ADS_1
Bersambuuunggg......