Tuan Muda Buta Dan Gadis Lumpuh

Tuan Muda Buta Dan Gadis Lumpuh
Club


__ADS_3

" Tuan muda dulunya tidak buta, namun karena kecelakaan mata tuan muda jadi begitu. tapi orang tua tuan muda sama sekali tidak peduli pada nya. "


Sofia mengenyitkan dahinya mendengar cerita Bibik inah. Bagaimana mungkin ada orang tua yang tidak peduli pada anaknya sendiri? itulah yang di pikirkan Sofia.


Mengerti apa yang di pikirkan Sofia, bibik inah pun melanjutkan ceritanya.


" Nyonya dan tuan besar tak pernah memberikan kasih sayang nya pada Tuan Muda. tuan muda hanya menghabiskan masa kanak kanak nya di perpustakaan. dan itu semua karena tuan dan nyonya besar terlalu sibuk. sampai akhirnya tuan muda kekurangan kasih sayang dan ikut balapan liar. " ucap bibik inah sambil menghela nafas sebelum melanjutkan ceritanya.


" Di sana lah akhirnya tuan muda kecelakaan dan menyebabkan permasalahan pada matanya dan tuan muda menjadi buta. tuan muda ingin berobat namun tuan dan nyonya besar malah mengusirnya dan menganggap bahwa tuan muda tidak berguna. bisnis dari keluarga cole pun di serahkan pada Kakak tuan Austin yaitu brian Cole. "


" karena sakit hati, tuan muda dan sahabatnya nak Leo akhirnya membangun perusahaan dari nol. entah bagaimana caranya namun perusahaan tuan muda Austin bahkan sekarang lebih besar dan berkuasa dari pada perusahaan Keluarga Cole sendiri. "


" bibik harap dengan mendengarkan cerita ini, nona mau memberikan sedikit kebahagiaan untuk tuan Austin. karena bagaimana pun tuan Austin adalah orang yang sangat baik. Tuan muda hanya kurang kasih sayang saja. dan bibik harap kasih sayang itu di berikan oleh nona. " ucap bibik inah sambil memandang Sofia penuh harap.


Mendengar itu entah kenapa hati Sofia sedikit sakit.


" ternyata ada orang sama menderitanya dengan ku. "


sofia menatap mata bibik inah dan tersenyum.


" saya akan berusaha ." ucap Sofia sambil tersenyum. bibik inah yang melihat itu pun jadi ikut tersenyu.


" nona tidak usah formal begitu dengan bibi, nona bisa memanggil bibik jika perlu sesuatu. " ucap bibik Inah tersenyum lembut.


" baik bik, " ucap Sofia sambil tersenyum.


" Baiklah nona, bibik keluar dulu jika butuh sesuatu nona bisa menekan tombol merah ini. " ucap bibik sembari memberikan sebuah tombol merah pada Sofia.


" iya, terima kasih bik. " ucap sofia. dan diangguki oleh bibik Inah.


.


.


.


Di sebuah ruangan yang gelap, ada dua orang lelaki yang sedang memeriksa berkas.


" ini berkas untuk proyek pembangunan yang akan dilaksanakan di bali, restoran ini akan bertemakan tradisi bali agar para turis tertarik untuk makan di sini. dan di restoran ini juga akan berada di tebing gunung yang ada di bali. agar para turis juga bisa menikmati pemandangan alam nya. " ucap Leo menjelaskan.


" Baik, kau persiapkan saja pembangunannya. apalagi ini proyek pembangunan kecil. " ucap Austin sambil menghela nafas.


" oh iya bagaimana dengan permintaan gadis itu. " tanya Leo sembari merapikan dan memasukan beberapa berkas untuk diarsipkan.


" turuti saja, dan berikan gadis itu rumah. " ucap Austin sambil menyandarkan kepalanya di sandaran kursi.


" mmm Austin, apa kau tidak mau melanjutkan pengobatan mu? ini sudah 2 tahun apa kau tidak ingin sembuh? apa kau sangat menyukai kegelapan? " Tanya Leo dengan sarkas.


" mmm aku sudah nyaman dengan kondisi ku. " ucap Austin datar sembari memejamkan matanya.

__ADS_1


" kau manusia bukan sih? kok ada ya manusia gk bau sembuh ? dasar aneh. "


" jangan mengumpat ku, walaupun aku buta tapi aku tau kau sedang mengumpat. " ucap Austin datar.


" gk kok masa aku mengumpat bos ku sendiri, sudahlah aku pulang dulu. dan sekalian aku mau menjemput adik dari nona sofia. " ucap Leo yang di jawab deheman oleh Austin.


sekarang tinggalah Austin yang sendirian di ruangan gelap tersebut.


terlihatlah Austin menghela nafas beberapa kali sebelum akhirnya keluar dari ruang kerja nya.


Austin berjalan menuju meja makan tanpa kesusahan sedikit pun. memang posisi rumah dan alat alat rumah tidak ada yang berbeda sedikit pun.


jadi Austin tidak kesusahan untuk menjangkau tempat tempat seperti dapur, uang kerja, dan lain lain.


tiba lah di meja makan terlihat sofia juga duduk di depan Austin. mereka pun akhirnya makan dalam keheningan. sesekali Sofia curi curi pandang melihat Austin.


" Apa yang ingin kau bicarakan? " ucap Austin sambil memakan makanannya.


" eh kok dia tau aku ingin bicara sesuatu, dia bisa baca pikiran? kok aku merinding ya?? " ucap Sofia sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Mmm se sebenarnya a aku ingin bertanya, apakah adik ku baik baik saja? " tanya sofia sembari menatap lekat Austin


" Leo sedang menjemputnya, kau tenang saja adik mu pasti akan selamat. " ucap Austin sembari meraih gelas dan meminumnya.


" mmm terima kasih, aku sangat berhutang budi pada mu." ucap sofia sembari menatap penuh haru pada Austin.


" tidak usah berterimakasih, persiapkan saja dirimu untuk menikahi pria buta seperti ku. " ucap Austin sembari melanjutkan makanan nya.


" Kau tau setiap orang mempunyai kekurangan dan kelebihan masing masing. mari saling melengkapi. " ucap Sofia dengan bersemangat.


" ku rasa kau tak usah terlalu berharap akan pernikahan ini. aku tak ingin mengecewakan mu. " ucap Austin menegaskan lalu akhirnya pergi meninggalkan meja makan.


Sofia hanya menatap sedih punggung Austin yang perlahan menghilang.


" Tak apa jika kau belum mencintaiku. aku yakin seiring berjalannya waktu kita pasti bisa saling mencintai. " ucap Sofia sambil menyemangati dirinya sendiri.


.


.


.


Di sebuah club malam, seorang gadis tengah menangis. terlihat gadi tersebut duduk di pojokan kamar mandi.


terlihat beberapa orang mengedor gedor pintu kamar mandi tersebut. melihat itu gadis tersebut semakin terisak dan menangis histeris.


" hei gadis kecil keluar kau!! jangan banyak bertingkah, jika kau tak keluar juga ku pastikan akan menyeret mu. " ucap seorang wanita dengan tubuh gempal berbalut pakaian super seksi.


" hiks,, pergiii!! pergii kalian semua jahat!! " ucap Gadis tersebut sembari terus memeluk lututnya.

__ADS_1


" heii kau harus bertanggung jawab, kau sudah membuat tuan josh pingsan dengan kepala yang berdarah. keluar kau!! " ucap Wanita tersebut terus mengedor gedor pintu.


" jika kau tidak keluar aku akan mendobrak pintu ini!! hei kau dobrak pintu ini! " ucap wanita gempal tersebut sembari menyuruh seorang pria kekar untuk mendobrak pintu toilet tersebut.


pria tersebut pun mendobrak pintu itu, namun tiba tiba ada seorang wanita bertubuh seksi dengan pakaian menerawang menghampiri wanita gempal tersebut.


" Mami, ada seorang pria tampan yang ingin menemui mami. " ucap wanita tersebut.


" mm baiklah, hei kau lanjutkan pekerjaan mu aku kan menemui tamu ku dulu. " ucap wanita tersebut sembari pergi menemui orang itu.


.


terlihat di sebuah meja VVIP seorang pria tampan tengah duduk sembari meminum wine nya.


" hai tuan tampan. " ucap wanita gempal tersebut sembari berjalan kearah pria tersebut.


" Aku tidak ingin berbasa basi. aku ingin gadis ini. " ucap pria tersebut sembari menyerang kan foto seorang gadia belia yang sangat cantik.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambunggggg....


__ADS_2