Tuan Muda Buta Dan Gadis Lumpuh

Tuan Muda Buta Dan Gadis Lumpuh
Apa Kau di paksa oleh mereka?


__ADS_3

" Me menikah?? " ucap Sofia terkejut.


" iya, aku ingin kau menikah dengan tuan muda Cole. " ucap Belle


" kalau aku tidak mau apa yang akan kau lakukan?? " tanya sofia menantang.


" hahh! sepertinya kau tidak mendengarkan apa yang aku katakan. baiklah akan aku tegaskan sekali lagi, kalau kau tak mau menuruti keinginan ku maka adik mu akan jadi taruhannya. " ucap belle sambil meremas dagu sofia.


sofia berusaha memberontak dia menahan air matanya agar tak jatuh namun, apa daya dia tak kuat menahan semua penderitaan yang ia rasakan.


" baiklah aku akan menuruti keinginan mu tapi jangan sekali sekali kau menyakiti adik ku atau kau akan tau akibatnya. " ucap sofia dengan nada mengancam


" hahahahahahahaha. saat tak berdaya seperti ini kau masih bisa mengancam ku?? lihatlah keadaanmu lebih dahulu. " ucap Belle meremehkan.


" sudahlah persiapkan saja diri mu karena kau tak akan bisa berbuat apapun kalau memberontak. itu akan membuang tenaga mu saja. " ucap Belle sambil berlalu pergi dari hadapan sofia.


sofia pun hanya bisa menangisi keadaan yang lemah dan tak bisa berbuat apa apa.


.


.


.


.


.


.


Tiga hari kemudian.....


saat sofia sedang makan siang tiba tiba pintu di dobrak dengan sangat kasar.


" hei cepat pakai pakaian ini." ucap belle sambil melemparkan sebuah gaun pada sofia.


" kenapa aku harus menggunakan pakaian ini? kau ingin berbuat apa lagi pada ku? " ucap Sofia sambil memandang benci pada Belle.


" tak usah banyak tanya! cepat pakai baju itu dan gunakan make up untuk menutupi wajah buluk mu itu." ucap Belle sarkas sambil memberikan peralatan make up pada Sofia.


pada akhirnya sofia pasrah saat dia di dandani oleh seseorang utusan belle, setelah selesai belle masuk keruangan dan melihat penampilan Sofia.



anggap lagi di rumah sakit ya 😂😂😂


" sial dia semakin cantik saja!! padahal lagi di rumah sakit. sialan!! jika dimas melihatnya dia pasti akan berpaling dari ku!! aku harus segera menikahinya dengan Austin Cole!! " gumam Belle geram


" nona saya sudah selesai menyiapkan nona ini. wajahnya sangat cantik jadi saya cuma menaruh lipbam di bibirnya agar tidak pucat. " ucap wanita yang mendandani sofia berbinar binar karena dia belum pernah melihat gadis secantik sofia.


" alahhhh gak usah banyak ngomong!! jelek begitu di bilang cantik. dasar buta!! " umpat Belle tak mengakui kecantikan sofia.


" udah sana pergi!! ngapain di sini. " ucap belle dan wanita tersebut pun pergi.


belle pun menghampiri sofia dan mencengkam dagu nya sambil berbisik.

__ADS_1


" gk usah sok kecantikan!! gk usah ge er karena neraka mu akan segera datang. " ucap Belle menghempaskan dagu sofia dengan kasar.


Sofia pun hanya memandang Belle dengan tatapan benci. lalu belle pun mendorong kursi roda sofia keluar dari rumah sakit dan memasuki mobil.


.


.


.


Tiba lah mereka di restoran yang sudah di pesan, belle masuk ke sana dan masuk ke ruangan VVIP yang sudah di pesan sebelumnya.


saat masuk ke ruangan di sana terdapat tiga pria yang sedang menunggu mereka.


dua diantaranya sangat tampan. ketika pintu terbuka pandangan mereka menatap kedua gadis yang menghampiri mereka. satu diantaranya sedang duduk di kursi roda dan satunya mendorong kursi roda.


asisten Leo dan dimas terpana melihat kecantikan sofia. meskipun dia memakai make up yang sederhana hanya dengan lipbam namun sudah seperti seorang peri.


" hekhemmmmm!! " ucap Belle membuyarkan lamunan kedua lelaki tersebut.


wajahnya kelihatan merah menyala dan ketidak sukaan sangat terasa jelas di matanya. dia benci ketika sofia begitu menarik perhatian semua orang.


mereka pun duduk, sofia duduk tepat di hadapan Austin Cole.


dia bisa melihat dengan jelas jika pria tersebut sangat tampan walaupun dia buta. tubuhnya kekar dan sangat berotot.


" jika dia sangat kaya kenapa dia tidak berobat?? apakah dia begitu menyukai kegelapan? " pikir sofia sambil manatap lekat Austin sedangkan yang ditatap sibuk meminum kopinya.


" khemmm!! apakah kita bisa mulai?." ucap Belle yang muak melihat wajah terpesona kedua pria tersebut yang memandangi sofia.


yah siapa lagi jika bukan Dimas dan Asisten Leo.


" astaga Leo sadarlah jika dia akan menjadi majikan mu!! jangan sampai kau jatuh cinta padanya. " gumam Leo sambil meremas tangannya menahan debaran.


" kau cantik sekali sofia, andai kau bukan keluarga pembunuh sudah pasti kau akan aku nikahi. " gumam dimas sembari mengalihkan pandanganya, tak sanggup menatap wajah sofia.


sofia akhirnya membuka kertas kertas tersebut. membacanya sebentar.


isi surat :


......Surat perjanjian Pra Nikah......


pihak pertama : Austin Cole


pihak Kedua : Sofia Amelia Joster


peraturan pertama : pihak pertama selalu benar.


peraturan kedua : pihak kedua harus patuh pada pihak pertama.


peraturan ketiga : pihak kedua harus menuruti semua keinginan pihak pertama.


peraturan keempat : jika seandainya pihak kedua melanggar peraturan kedua dan ke tiga maka pihak kedua harus menerima hukuman apa saja dari pihak pertama.


peraturan kelima : pihak kedua tidak boleh menggugat cerai dari pihak pertama.

__ADS_1


peraturan keenam : pihak ke dua harus menyerah kan hidup dan matinya pada pihak pertama.


peraturan ketujuh : pihak pertama bebas menikah ataupun menceraikan pihak ke dua tanpa harta gono gini.


peraturan ke delapan : pihak kedua tidak boleh berselingkuh. jika ketahuan maka pihak pertama bebas menghukum pihak ke dua.


demikian surat ini di buat dan di tandatangani tanpa paksaan dan di harapkan surat ini dapat di gunakan sebaik baik.


.


.


" apa ini?? apakah ini adil? " ucap Sofia setelah selesai membaca surat tersebut.


" tentu saja. kau harusnya sadar jika pernikahan ini hanyalah kontrak sementara. " ucap Austin Cole sambil menyeruput kopinya.


belle yang melihat itu pun tersenyum bahagia.


"rasakan itu! sekarang kau akan menderita seumur hidup mu!! "


pada akhirnya sofia pun pasrah dan menandatangani surat perjanjian pra nikah tersebut. belle yang melihat itu tersenyum sangat bahagia. sedangkan dimas hanya menatap Sofia penuh arti.


" baiklah tuan muda Cole aku rasa pembicaraan kita telah selesai. saya permisi dulu. " ucap Belle sambil berusaha mendorong kursi roda Sofia.


" tunggu nona." ucap Leo sambil menghentikannya belle.


" iya ada apa ya asisten Leo? " tanya belle bingung


" tinggalkan saja nona Sofia di sini dan anda sudah boleh pergi. sekarang nona Sofia adalah tanggung jawab kami. " ucap asisten Leo mewakilkan Tuan Austin Cole.


" ta tapi..,, ah baiklah. " ucap belle setelah melihat tatapan tajam asisten Leo.


setelahnya dua orang itu pun pergi. sedangkan Sofia masih duduk dengan kedua pria yang berwajah dingin tersebut.


" Apakah kau di paksa oleh mereka? "


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambungggggg.....


__ADS_2