Tuan Muda Buta Dan Gadis Lumpuh

Tuan Muda Buta Dan Gadis Lumpuh
membawakan makan siang


__ADS_3

brukkk!!.......


Sofia terjatuh karena tidak bisa meraih kursi rodanya.


" auuhhh!!... " rintih Sofia yang merasakan sakit di bokongnya karena terhantam lantai yang dingin.


mendengar suara rintihan tertahan seseorang, membuat Austin pun terbangun. dia meraba raba kasurnya namun tak menemukan apa yang ia cari.


" Dimana kau Sofia??!!" ucap Austin meraba raba samping kasurnya.


" aku di bawah.. " ucap Sofia


Mendengar suara Sofia, Austin pun seketika meraba raba mencari keberadaan sofia. setelah menemukan nya, seketika Austin langsung mengangkat tubuh itu dan meletakan nya di kasur.


" kenapa kau bisa sampai jatuh?? " tanya Austin dengan tajam sembari mengungkung tubuh Sofia.


" mmm aku cuma mau meraih kursi roda, tapi karena terlalu jauh aku jadi terjatuh. " ucap Sofia sembari mengalihkan pandangannya tak berani menatap Austin yang begitu dekat dengan nya.


" lain kali jika kau perlu sesuatu panggil aku, jika aku tidak ada kau bisa memanggil pelayan yang ada di mansion. jika kau terjatuh seperti tadi bagaimana jika tidak ada yang menolong mu? "


" maaf,,,, " cicit Sofia takut takut.


Mendengar itu Austin pun Menghela nafas dan beranjak dari atas tubuh Sofia. saat akan melangkah ke kamar mandi, sofia memegang ujung bajunya.


" mmm apa kau masih marah tentang yang kemarin? " tanya Sofia ragu ragu.


" tidak!. " ucap Austin datar.


" benar? " tanya Sofia memastikan


" iya. " ucap Austin lalu melangkah ke kamar mandi.


Sedangkan sofia hanya menatap punggung Austin sebelum ke walk in closet untuk menyiapkan pakaian Austin.


.


Setelah selesai bersiap siap, mereka pun segera turun ke bawah menggunakan lift. di bawah sudah ada Asisten Leo yang duduk di sofa dengan pandangan yang terus fokus pada tabnya.


" selamat pagi asisten Leo!." sapa Sofia yang melihat kehadiran Leo.


Leo pun menoleh ke arah sumber suara dan langsung berdiri saat melihat kedua majikannya sedang berjalan ke arahnya.


" selamat pagi menjelang siang tuan dan nyonya muda ."sapa Leo dengan wajah jengkel nya.


" ada apa dengan wajah mu Asisten Leo? apa kau sedang marah? " tanya Sofia yang bingung melihat wajah kesal Leo yang di tujukan pada nya.


" ah tidak nyonya muda, hanya saja tuan Austin ada rapat jam 10 pagi ini dengan para pemegang saham. dan ini sudah hampir jam 10." ucap Leo sembari memandang Sofia dan Austin dengan tatapan jengkel.


" mmm tunda rapatnya sampai jam 11 nanti, ayo kita segera ke kantor. " ucap Austin sambil berjalan ke arah pintu keluar di ikuti Asisten Leo.


Sofia yang melihat itu pun segera mengikuti dengan menggunakan kursi roda elektrik nya.


" tu tunggu, kau tidak sarapan dulu?? " tanya sofia sambil mengikuti Austin yang sudah membuka pintu mobil.


" tidak,,, aku akan langsung ke kantor!. " ucap Austin sebelum masuk mobil diikuti asisten Leo yang juga ikut memasuki mobil dan perlahan mobil melaju membelah jalanan meninggalkan mension.


sofia pun masih berdiri di sana sampai mobil Austin hilang dari pandangannya.


setelahnya Sofia masuk ke dalam mansion, ia melihat bibik inah yang hendak pergi ke belakang.


" bik!. "


bibik inah pun menoleh dan segera menghampiri Sofia.

__ADS_1


" iya nona? nona membutuhkan sesuatu?. " tanya bibik inah sopan.


" Adiku maria sudah berangkat sekolah ya bik? " tanya Sofia yang tidak melihat kehadiran adiknya sejak dia keluar kamar tadi.


" iya non," sahut bibik inah.


memang Maria sudah mulai sekolah sejak Sofia dan Austin menikah.


" baik lah bik, mm bik bisa tidak bibik membantu ku? " tanya Sofia ragu ragu.


" tentu non, apa yang bisa bibik bantu? " tanya Bibik inah.


" mm begini, aku ingin memasak makan siang untuk suami ku. jadi bisa kah bibik menyiapkan bahan masakan yang akan aku masak? " tanya sofia penuh harap.


" maaf non, tapi bagaimana jika saya saja yang memasak makan siang nya? takutnya nanti jika nona memasak tuan akan marah. " ucap bibik inah takut takut.


" tak apa bik, suami ku tak akan marah. jadi tolong siapkan ya? "ucap Sofia dengan wajah penuh harap.


" baik lah nona. " ucap bibik inah pasrah.


setelah bibik inah selesai menyiapkan bahan bahan masakan, dengan telaten sofia pun mulai memasak di bantu oleh pelayan yang membantu memotong dan mencuci bahan bahan masakan.


satu jam kemudian,, seluruh masakan Sofia sudah selesai.



iga bakar madu.



cumi bakar madu.



ayam bakar madu.




sambal bawang..


" wah nona, kelihatannya masakan anda sangat enak. " ucap salah satu pelayan yang lebih muda.


" iya aku jadi ingin mencicipi. " sahut pelayan yang lain.


" aaa perutku lapar sekali, bahkan hanya dengan melihat bentuknya yang menggugah selera tapi wangi nya juga sangat harus. " puji salah satu pelayan yang ada di sana.


Sofia yang mendengar itu pun tersenyum dan mengambil kotak makan dan mulai memasukan masakan buatannya di dalam kotak makan siang tersebut.


Namun ia tak membawa semuanya, ia masih menyisakan cukup banyak karena, ia juga ingin adiknya makan makanan buatannya sepulang sekolah.


" sisanya untuk adiku dan kalian juga boleh memakan nya. " ucap Sofia


Mendengar itu para pelayan pun terkagum kagum dengan nyonya muda mereka, karena sangat baik dan ramah pada mereka. sangat jarang ada majikan yang sangat baik pada pembantu nya.


" baiklah, saya ke kamar dulu. kalian kalau ingin makan, makan lah. aku akan siap siap ke kantor untuk membawakan makan siang. "ucap Sofia sambil menuju lift dengan kursi roda elektrik nya.


dalam kamar...


setelah selesai mandi sofia memilih beberapa pakaian untuk di pakai, akhirnya Sofia memilih untuk menggunakan dress berwarna biru.


__ADS_1


(anggap lagi duduk di kursi roda)


setelah menggunakan make up agar wajahnya tak pucat, sofia pun turun sembari membawa kotak makan siang untuk Austin.


sampai di depan mansion, rupanya sudah ada seorang pria paruh baya yang berdiri di samping mobil yang akan mengantar Sofia ke kantor Austin.


" selama siang nyonya, saya adalah Ardi supir pribadi nyonya. jika nyonya ingin bepergian maka saya akan mengantar nyonya dengan selamat. " ucap Supir itu sembari membungkuk hormat.


Sofia yang mendengar perkataan sang sopir pun tertawa terbahak bahak.


" ha ha ha ha.. bapak lucuuu... bapak bicara seakan akan saya adalah seorang tuan putri kerajaan... santai saja pak jangan formal begitu. " ucap Sofia sembari tersenyum.


sopir itu pun mengangguk lalu membungkukan badannya sembari membuka pintu dan membantu Sofia untuk masuk ke mobil.


" pak ke kantor tuan muda ya." ucap Sofia setelah duduk di kursi belakang.


" baik nyonya. " ucap supir itu, sambil mulai menjalankan motor nya menuju. A. Corp , perusahaan milik suaminya yang sangat terkenal dan berkuasa di seluruh kotanya bahkan di negaranya dan terkenal di sekitaran benua Asia dan Eropa.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambunggg.........


__ADS_2