Tuan Muda Buta Dan Gadis Lumpuh

Tuan Muda Buta Dan Gadis Lumpuh
Aku pasti mengenali mu


__ADS_3

" kau juga harus makan,,, makan lah. " ucap Austin sambil mengarahkan sendok ke mulut sofia.


ragu ragu sofia pun membuka mulutnya dan mulai makan satu piring berdua. Maria yang melihat itu pun meringis.


" hehh,,, kalo mau uwu uwu an jangan di depan aku dongggg dasar pasangan tak tau malu,, bikin ngiri aja. " umpat maria dalam hati.


karena muak melihat kemesraan dua sejoli yang sedang bermesraan tepat di depan mata nya, maria pun cepat cepat menyelesaikan makan malam nya dan segera pamit ke kamar.


" kak, kakak ipar aku duluan ya. " ucap maria pamit yang diangguki oleh sofia. sedangkan Austin hanya diam saja.


" ayo lanjutkan suapi aku! aku masih lapar. " ucap Austin yang mengagetkan sofia yang tengah memandang punggung adiknya.


" ah iya,, ini makan lah. " ucap sofia lanjut menyuapi.


.


.


.


malam harinya,, saat sofia tengah merapikan pakaian Austin yang berantakan di walk in closet. tiba tiba Austin datang dan mengagetkan sofia.


" tolong siapkan pakaian ku. " ucap Austin tiba tiba yang seketika membuat sofia kaget.


" astaga!! hah,,,, hah,,, hah,,. " ucap sofia ngos ngosan karena kaget.


" kau kenapa? " tanya Austin bingung karena mendengar suara nafas sofia. lalu meraba raba berusaha meraih wajah sofia. dan memeriksa keningnya.


" ee ee aku tak apa apa. " ucap sofia gugup saat wajahnya di sentuh oleh Austin.


" mmm syukurlah. kalo begitu tolong rapikan baju ku dan masukan ke koper. " ucap Austin yang seketika membuat sofia kaget.


" loh kenapa? kau ingin pergi? " tanya sofia kaget.


" iya aku harus dinas ke luar negeri.. " ucap Austin


" ooohhh berapa lama? " tanya sofia dengan nada sedih, entah kenapa ia merasa sedih karena di tinggal oleh suaminya padahal mereka baru saja dekat.


" sekitar 1 bulan. " ucap Austin yang entah kenapa juga tak rela untuk pergi.


" kenapa bisa lama sekali? " tanya sofia dengan nada semakin murung.


" ada banyak yang harus aku urus di sana.. ." ucap Austin dengan mengepalkan tangannya karena menahan gejolak yang ada di hatinya.


" ooh kapan kau akan pergi? " tanya sofia menahan perasaan nya.


" sekarang jam 10 malam,,,. " ucap Austin


dan seketika itu juga air mata sofia tak bisa terbendung, air matanya meluncur begitu saja.


Austin yang mendengar tangisan sofia pun mendekatkan diri dan langsung memeluknya.


" hikh,, hikh,, kau .. " ucapan sofia terbata bata dengan air mata yang terus meluncur.


Austin pun dengan sabar mengelus punggung nya berusaha menenangkan sofia.


" aku akan cepat kembali,, tak usah takut.. " ucap Austin menenangkan sofia.


Austin berjongkok dan meraba pipi sofia lalu menghapus lembut air mata yang mengalir di pipi sofia.

__ADS_1


lalu mengecup bibi nya beberapa kali sebelum ********** dengan sangat lembut. dengan perasaan sayang ia mengelus rambut panjang sofia.


setelah di rasa tenang, Austin pun melepaskan tautan bibirnya. dan menyatukan kening mereka.


entah kenapa rasanya sangat tidak rela jika berpisah dengan wanita ini,, padahal wanita ini baru beberapa hari hadir di hidupnya namun entah kenapa rasanya begitu berat harus berpisah walaupun hanya satu bulan.


tok tok tok


ketukan pintu mengganggu momen syahdu milik mereka. Austin hampir saja mengumpat orang yang mengetuk pintu itu.


" mmmmm,,,, biar aku saja yang buka. " ucap sofia gugup lalu segera berlalu dan membuka pintu


" eh asisten Leo... " ucap sofia setelah melihat pelaku yang mengetuk pintu.


namun entah kenapa Leo merasa aura di kamar ini sangat tidak enak,, seakan akan ada aura hitam yang menyelimuti nya. dia pun menatap Austin yang duduk tetapi dengan raut wajah yang tidak enak.


" eh apakah mereka sedang bertengkar? " ucap Leo dalam hati tanpa menyadari kesalahannya. bahwa dialah yang membuat aura di kamar itu suram.


" asisten Leo? " ucap sofia menyadarkan asisten Leo dari lamunan nya.


" ah maaf nyonya muda,,, tetapi saya ingin menjemput tuan Austin untuk kebandara. karena penerbangan 3 jam lagi. " ucap asisten Leo mengingatkan.


" ah baiklah, tetapi saya harus membereskan pakaian yang akan di bawa tuan muda,, " ucap sofia hendak kembali ke walk in closet untuk memasukan pakaian Austin ke koper.


namun tiba tiba Austin menahan kursi roda nya dan secara tiba tiba mengangkat tubuh Sofia ke dalam pelukanya.


" ee ee apa yang kau lakukan? " tanya sofia saat melihat tubuhnya di gendongan Austin.


" diamlah,, aku ingin menikmati waktu ku bersama mu sebelum pergi. Leo kau masukan pakaian ku ke koper. " ucap Austin sambil berjalan menuju pintu meninggalkan Leo yang ternganga mendengar ucapan nya.


" dasarr bos laknat!. " umpat Leo pelan sebelum mengerjakan tugas nya.



anggep kek gitu posisinya 😅😅


hanya keheningan yang menemani mereka dengan Austin yang menguyel uyel manja dada empuk sofia.


sedangkan sofia hanya mengelus rambut Austin dengan lembut lalu mengecup kepalanya dengan sayang. Austin yang di perlakukan begitu pun semakin mengeratkan pelukannya dan membenamkan wajahnya di dada Sofia.


" mmmmm. mmmmm" gumam Austin tak jelas. Sofia yang melihat itu pun tersenyum,


" kau sangat manja... dan entah kenapa membuat aku semakin mencintaimu.,,, " ucap sofia dalam hati


ya entah kapan, tapi ia sudah mulai menyadari jika ia mencintai Austin,, mencintai perhatian nya, sikap lembutnya, dan semua yang ada pada dirinya.


semua rumor itu tidak benar! Auatin adalah orang yang lembut.. dan sangat penyayang.


saat ini, itulah yang di pikirkan oleh sofia dan itu semua semakin membuatnya jatuh cinta..


" saat aku pergi, aku mau kau mengobati kaki mu. " ucap Austin sembari semakin membenamkan wajahnya


" baik aku akan mengobati kaki ku, lalu kau kapan akan mengobati mata mu? " tanya sofia lembut sembari mengelus sesekali mengecup kepala Austin.


" belum saatnya, yang penting kau harus sembuh dulu.. " ucap Austin


" apa kau tak ingin melihat wajah ku? " tanya sofia


" untuk apa? memangnya kau secantik apa sehingga aku harus melihat wajah mu? " tanya Austin sembari mengambil tangan sofia dan mengecupinya.

__ADS_1


" mmmm,,, aku tidak tau, makanya aku menyuruh mu untuk berobat agar kau bisa melihat dan menilai sendiri secantik apa diriku ini. " ucap sofia.


" hehh,,, aku bisa menebak bagaimana wajah mu.. bahkan tanpa melihat sekali pun. " ucap Austin percaya diri.


" oh ya? kalau begitu apakah kau akan mengenali ku jika kau sudah bisa melihat nantinya? " tanya sofia iseng.


" tentu saja,,, aku pasti akan mengenali mu,, tanpa kau beritahu pun aku akan tau jika itu kau. " ucap Austin sembari kembali membenamkan wajahnya di dada sofia lagi..


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


bersambunggggggg.......


__ADS_2