Tuan Muda Buta Dan Gadis Lumpuh

Tuan Muda Buta Dan Gadis Lumpuh
Kau kenapa?


__ADS_3

mendengar itu maria tidak terima dan hendak menghampiri Leo yang duduk di seberang nya. namun karena tersandung oleh karpet. Langkah Maria jadi oleng dan jatuh.


cup


Bib*r Maria dan Leo bersentuhan dengan lembut. membuat Maria melototkan matanya dan segera mendorong dada Leo dengan kasar.


" Dasar maniak mesummmmmm!!. kau sudah mencuri ciuman pertama ku!! " ucap Maria mengusap bibirnya kasar.


" Heh kau yakin? aku rasa kau sudah di sentuh oleh orang orang di club itu. " ucap Leo tanpa perasaan.


Maria yang mendengar itu menetes kan air matanya.


tangan nya terkepal dengan sangat erat.


" Aku belum di sentuh oleh orang orang itu. " ucap Maria dengan mata yang di penuhi genangan air.


" kau pikir aku percaya kau masih suci? " tanya Leo cuek.


" terserah mau kau percaya atau tidak!! aku tidak peduli. " ucap Maria sembari melangkahkan kakinya ke kamarnya dengan air mata bercucuran.


Leo pun tidak memperdulikannya, matanya hanya melirik sekilas dan kembali melihat ponselnya.


.


.


.


Lain halnya Leo dan Maria yang bertengkar, maka lain halnya sepasang pengantin baru yang tengah melakukan kegiatan menyenangkan.


saking menyenangkan nya mereka sampai berkeringat dengan wajah yang memerah. setelah sampai pada titik tertinggi, nafas mereka terengah engah dan Austin jatuh tepat di atas tubuh Sofia.


" hah hah hah. terima kasih. " ucap Austin sembari mengecupi seluruh wajah Sofia.


" mmm terima kasih kembali ." ucap Sofia membalas pelukan Austin.


" apa kau kelelahan? apa masih sakit?? " ucap Austin sembari meraba raba tubuh sofia ingin memeriksa bagian yang terluka.


namun karena tidak bisa melihat, Austin malah meraba bagian terlarang yang di miliki Sofia.


" aaaaa apa yang kau lakukan?? lepaskan tangan muuu. " ucap Sofia sembari menahan tangan Austin.


" ckk!! aku cuma ingin memeriksa. " ucap Austin tanpa rasa bersalah.

__ADS_1


" tapi tidak di situ jugaa, lepaskan tangan mu. aku mau mandi. " ucap Sofia sembari melepaskan tangan Austin dan berusaha meraih kursi roda yang ada di samping ranjang.


namun, karena kakinya tidak bisa di gerakan dan bagian terlarang nya masih sakit, membuat Sofia kesulitan dalam meraih kursi roda.


seluruh badannya juga sakit semua, apa lagi tadi Austin menambah 2 ronde. membuatnya semakin kesulitan dalam bergerak.


" Stttttss. auuuu. " rintih Sofia kesakitan saat berusaha meraih kursi roda.


Austin yang mendengar rintihan Sofia pun, meraba raba sekitarnya. setelah menemukan sofia. Austin segera mengangkatnya ala bridal style.


" e e e a apa yang kau lakukan?? turunkan aku!. " ucap Sofia dalam gendongan Austin.


" Sstt diam lah. aku tau kau kesakitan. jadi jangan banyak bergerak. " ucap Austin sembari melangkah menuju kamar mandi.


menaruh Sofia di bath tub dengan sangat hati hati.


menyalakan shower dan mengatur suhunya. lalu menambahkan wewangian dan ikut masuk ke dalam bath tub.


" A Apa yang kau lakukan? kenapa kau ikut masuk ke dalam?? " tanya Sofia dengan panik saat melihat Austin ikut masuk kedalam bath tub.


" tentu saja untuk mandi. " ucap Austin santai.


" iss kenapa kau tidak mandi di shower? " tanya sofia sembari membalikan tubuhnya memunggungi Austin.


" memang nya kenapa? kau malu? hei aku ini suami mu bagaimana kau bisa malu? kita bahkan sudah melakukan hal yang lebih dari ini. dan lagi aku ini buta, jadi tidak usah khawatir jika aku akan meli--"


Austin yang mendengar itu seketika terdiam. ini pertama kali nya ada seseorang yang mau menerima kekurangan nya.


dan entah kenapa, jantungnya berdebar dengan sangat cepat. wajahnya seketika memerah dan memanas.


tubuhnya juga seperti ada aliran listrik yang mengalir, benar benar perasaan yang sangat aneh. perasaan yang tak pernah ia rasakan pada siapa pun. dan sekarang perasaan ini ia rasakan saat bersama wanita yang baru saja ia nikahi. Sofia Amelia Joster.


" heii. kenapa bengong?? " ucap Sofia mengagetkan lamunan Austin.


Austin yang mendengar suara Sofia pun seketika tersentak kaget. dan berusaha menetralkan detak jantung nya.


" m ti tidak, a aku hanya ingin menyabuni mu. berbaliklah. " ucap Austin dengan gugup sembari meraba raba mencari botol sabun.


" ini. " ucap sofia memberikan botol sabun.


dan akhirnya Austin memandikan tubuh sofia dengan telaten tapi ya begitulah, awalnya sih mandi tapi tau sendiri lah akhirnya bagaimana.


.

__ADS_1


.


Sedangkan di ruang tamu, Leo yang sudah bosan menunggu akhirnya kekamar dua sejoli pengganti baru tersebut.


baru akan mengetuk pintu, namun pintu tersebut malah terbuka sendiri. menampilkan Austin dan Sofia dengan sofia yang ada dalam gendongan suami nya.


" selamat pagi menjelang siang tuan muda dan nyonya muda. " sapa Leo yang melihat wajah cerah Austin dan Sofia.


" mmmmm,, " jawab Austin sembari berjalan turun ke tangga.


" Selamat pagi menjelang siang Asisten Leo " sapa Sofia dengan wajah yang cerah.


dan di jawab senyuman oleh Leo. tibalah mereka di meja makan. Sofia dengan lihai melayani suaminya mengambilkan makanan kesukaan Austin.


Mereka pun akhirnya makan dengan tenang.


" Asisten Leo kau tidak ikut makan? " tanya Sofia yang melihat Leo hanya duduk diam sambil bermain ponsel.


" saya sudah makan cemilan dan keripik nyonya. tadi saya menunggu kalian sambil makan keripik. " ucap Leo sembari menunjuk 1 kaleng keripik kentang yang sudah kosong di habiskan oleh Leo.


Sofia yang melihat itu, mengelengkan kepalanya.


" tidak baik pagi pagi makan keripik. pagi pagi perut harus di isi dengan makanan yang sehat, agar bisa beraktifitas " ucap sofia menasehati.


setelah berkata demikian, entah kenapa Sofia merasa aura di sekitar nya menjadi dingin dan bulu kuduk nya meremang.


" khemmmm!! Kelihatannya kau sangat peduli pada Leo??!. " ucap Austin sambil mengepalkan tangannya.


melihat iti Sofia menjadi bingung. memang Apa salahnya? dia hanya berusaha menasehati? itulah yang dipikirkan Sofia saat ini.


" Mmm memang nya kenapa? " ucap Sofia tidak mengerti


mendengar itu Austin mendengus kesal dan beranjak dari meja makan. berjalan menuju mobilnya meninggalkan sofia yang menatapnya dengan bingung.


Sofia ingin mengejar, namun sayangnya kursi rodanya ada di kamar lantai atas. sehingga dia cuman bisa menatap punggung Austin yang perlahan menghilang.


Leo yang melihat Austin pergi pun segera mengejarnya. setelah sampai di mobil, Leo melihat Austin sudah memasuki mobil.


Leo pun segera menjalan kan mobilnya menuju kantor. dalam perjalanan entah kenapa udara di mobil serasa mencekat dan bahkan membuat Leo tidak bisa bernafas.


Leo juga melihat jika wajah Austin sangat murung dan Suram. entahlah tapi wajah ini sangat menakutkan bagi Leo.


" Kau kenapa? "

__ADS_1


.


Bersambungggg.........


__ADS_2