
" Aku tidak ingin berbasa basi. aku ingin gadis ini. " ucap Pria tersebut sembari menyerahkan foto seorang gadis belia yang sangat cantik.
Terlihat wanita gempal tersebut terkejut. sebelum akhirnya tersenyum senang.
" ahhh ternyata gadis itu banyak juga pengemarnya. baiklah tunggu sebentar saya akan membawa gadis itu pada anda tuan. " ucap wanita itu sembari mengelus bahu Pria tersebut genit.
Terlihat pria tersebut jijik dan menghempaskan tangan perempuan itu dengan kasar.
" jangan menyentuh ku. dan aku ingin menebus perempuan itu berapa pun harganya. bawa aku pada gadis ini sekarang. " ucap pria tersebut dengan tatapan tajam.
karena takut akhirnya wanita gempal tersebut mengantarkan nya menuju wanita yang di carinya.
.
.
.
.
" Hei diam kau!! kau sudah berani melukai tuan kami!! ayooo aku kan memberimu pelajaran!! " ucap pria kekar tersebut sembari menarik keluar seorang gadis dari kamar mandi.
" Gk mauu! lepaskan aku!! lepasssss hiks hiks, tolongggg. " ucap gadis tersebut dengan berurai air mata sembari memberontak.
" diam! tidak ada yang akan menolong mu!! kau sudah di jual!! " ucap pria tersebut sembari menatap mengejek gadis itu.
" kakak ku akan datang dan menolong ku!! cuihhh! " ucap gadis tersebut dengan berani meludahi pria tersebut.
Plakkkk
" Gadis kurang aja!! akan ku buat kau tak bisa berja--"
bug!!
pria kekar tersebut langsung terhuyung setelah menerima pukulan dari seorang pria yang menatap dia dengan tajam.
" berani nya kau memu-,, tu - tuan Leo? " ucap pria tersebut terbata bata setelah melihat siapa yang memukulnya.
ya dia adalah Asisten Leo yang datang untuk menjemput adik dari sofia yaitu Maria.
" Lepaskan dia, aku yang menjemputnya. " ucap Asisten Leo sembari menatap Maria yang menatap takut padanya. terlihat pipi nya memerah karena tamparan dari pria kekar tersebut.
Leo berjalan menghampiri maria, maria hendak berlari menjauh namun Leo terlanjur mencengkeram lengannya.
" Lepaskan aku!! " ucap Maria memberontak sembari berusaha menggigit lengan Leo.
" ckkk! diam lah aku ingin menyelamatkan mu!! aku akan mengantarkan mu pada kakak mu sofia. " ucap Leo sembari memegangi kepala Maria yang ingin menggigit lengannya.
Mendengar nama kakaknya, maria langsung menatap Leo.
" kau orang suruhan kakak ku?? " ucap maria berbinar.
" mmm bisa di bilang begitu, kau ingin bertemu kakak mu kan? kau ingin bebas dari sini kan? "
" iya aku mau bebas, aku tidak mau di sini. " ucap maria sembari terisak
" bawa aku pada kakak ku. " ucap maria sembari menatap memohon pada Leo.
" mmm ikut aku, dan kau aku sudah mengirimkan uang bayaran atas tebusan gadis ini. sekarang kita tidak punya urusan lagi. " ucap Leo sembari membawa gadis itu pergi dari clup.
mereka pun memasuki mobil dan mulai membelah jalanan malam. maria hanya menunduk dan sesekali curi curi pandang pada Leo.
" mmm kau pacar baru kakak ku? " tanya Maria yang seketika membuat Leo menoleh.
" Mmm bukan, nona sofia adalah calon majikan ku. " ucap Leo sembari menatap ke depan datar.
__ADS_1
Perkataan Leo membuat maria mengenyitkan dahinya bingung.
" majikan? " tanya maria bingung.
" nanti kau akan tau. " ucap Leo dan pada akhirnya keheningan kembali terjadi sepanjang perjalanan.
.
.
Sampai tibalah mereka di sebuah mansion mewah yang super besar.
Melihat itu seketika Maria panik.
" kenapa kau membawa ku ke sini?? " tanya Maria dengan sedikit panik.
" tidak usah takut, aku akan membawa mu pada kakak mu. " ucap Leo sembari membukakan Maria pintu.
" Gak,, aku gak percaya!! kau pasti ingin menjual ku kan?! " ucap Maria tidak percaya dan tetap bertahan di kursinya sembari memegang sabuk pengaman dengan erat.
" ckkk aku memang akan membawa mu pada kakak mu, ayo kau ingin bertemu kakak mu kan? " ucap Leo sembari menarik lengan Maria.
Maria yang melihat itu semakin berteriak dan menangis, Maria bahkan meraung raung histeris.
dia berpikir akan dijadikan pemuas nafsu dan akan di kurung di mansion itu selamanya.
Leo yang melihat itu menjadi jengah dan akhirnya menarik paksa maria dan menggendong maria seperti karung beras.
" ahhhhhkkkk!! lepaskan aku!! dasar bajingaaaannn!! lepasssssss!. " teriak maria sambil memberontak.
tapi apalah daya kekuatan gadis kecil yang lemah seperti maria.
Leo tetap membawa maria ke dalam mansion.
sedangkan di ruang tamu, terlihat Sofia sedang duduk sembari membaca buku di sofa. ketika tiba tiba mendengar teriakan yang sangat familiar baginya.
Leo menurunkan maria tepat di hadapan sofia.
" Maria!."
" Kakak!! "
Dan mereka pun seperti teletubis, berpelukan.
" Kakak! hiksss hiksss, aku takut kak. me mereka i ingin menjual kuuuuu! hu hu hu. " ucap Maria sembari menangis.
" maaf kan kakak, kakak tidak bisa melindungi mu dengan baik. maaf. ini semua salah kakak. andai kakak membaca dokumen yang di berikan dimas dulu pasti kau tak akan mengalami hal ini. maaf kan kakak. " ucap Sofia sembari menangis.
" kakak tidak salah. kakak tidak perlu menyalahkan diri kakak. " ucap Maria sembari menghapus air mata Sofia.
sesaat maria terteguh saat melihat kakaknya duduk di kursi roda dan tidak berdiri sama sekali sejak tadi.
" kak kenapa kau duduk di kursi roda? " tanya Maria sembari menatap sofia penuh tanya.
" ceritanya panjang. ayo kau makan dulu, kakak tau kau pasti lapar. " ucap Sofia sembari menuntun maria menuju ruang makan.
maria dapat melihat jika kakak nya mendorong kursi rodanya dengan kesusahan. maria pun membantu sofia untuk mendorong kursi rodanya.
setelah makan. maria dan sofia duduk di kamar sofia.
sofia menjelaskan semua nya dari dimana dia melihat Dimas selingkuh dengan sahabatnya sendiri, dimana dia kecelakaan saat ingin menjemput maria di clup. dan akhirnya dia menyetujui menikah dengan tuan muda Austin.
" dasar dimas kurang ajar!! aku akan membalas mereka!! seenaknya saja mereka !! " ucap maria mengepalkan tangannya.
" kau tak usah khawatir, nanti tuhan yang akan membalas mereka. " ucap Sofia sembari mengelus kepala adik nya.
__ADS_1
Maria hanya merengut dan membaringkan kepalanya di pangkuan sofia. sofia pun mengelus kepala adiknya dengan sayang.
" maaf kan aku kak, karena aku kakak jadi kecelakaan dan mengalami kelumpuhan. " ucap maria dengan berurai air mata.
" kakak juga minta maaf, karena kecerobohan kakak kau jadi masuk ke tempat laknat itu. kau tidak di apa apakan kan? " tanya Sofia dengan khawatir.
maria yang melihat itu pun terkekeh.
" Kakak tidak tau saja, aku sudah melukai kepala seorang pria botak yang kurang ajar pada ku. aku juga mematahkan lengan dari laki laki yang menyentuh ku. pokoknya tidak akan ada yang berani menyentuh ku. " ucap Maria bangga karena berhasil mempertahankan kehormatan nya di tempat laknat itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambungggggggg......
visual.
Maria Ana Joster
__ADS_1
Leo Mark Cony