Tuan Muda Buta Dan Gadis Lumpuh

Tuan Muda Buta Dan Gadis Lumpuh
saling menyuapi


__ADS_3

" kau istriku,,, jadi sudah sepantasnya kau mengambil apa yang ku berikan. banyak atau sedikit itu tidak jadi masalah. selagi aku bisa kau akan berusaha memberikan yang terbaik. " ucap Austin tanpa sadar.


" benarkah? " tanya sofia berbinar binar setelah mendengar apa yang di katakan Austin.


dia merasa di perhatikan dan dia merasa hubungannya dengan Austin seperti pasangan suami istri pada umumnya.


" iya,,,,, " sahut Austin tanpa sadar.


" terima kasihhh. suami kuu. " ucap Sofia malu malu lalu mengambil satu black cart dan pergi dari ruangan Austin.


meninggalkan Austin yang terpaku dengan panggilan yang di berikan sofia padanya.


" apa yang telah ku katakan tadi? hahhh,,, kenapa aku bisa mengatakan nya. " ucap Austin frustasi setelah tanpa sadar mengatakan hal itu.


sementara itu Sofia keluar dari ruangan Austin dengan hati yang berbunga bunga, wajahnya juga terlihat sangat cerah.


Sofia masuk ke lift lalu turun ke lantai bawah, sepanjang perjalanan hanya senyuman yang menghiasi wajah sofia, sampailah ia di depan lobi perusahaan.


supir yang mengantarnya tadi sudah menunggu di depan mobil, setelahnya ia pun masuk ke dalam mobil dan pulang ke mansion.


sementara itu di lantai 50 ruangan presdir, terlihat seorang pria yang tengah berusaha fokus pada dokumen tapi entah kenapa dia sering sekali menghela nafas nya.


tok tok tok


" masuk" sahut Austin dari dalam.


lalu datanglah asisten Leo yang datang dengan membawa beberapa berkas.


" tuan ini ada beberapa berkas yang harus di tanda tangani. " ucap Leo sembari memberikan beberapa berkas dan di taruh di meja Austin.


" mmm,, apa Sofia sudah pulang? " tanya Austin


" ya sepertinya sudah pulang. " ucap Leo cuek, memang ia tak mengantarkan sofia karena dia masih ada pekerjaan tadi ruangan nya.


" bagaimana tentang proyek di prancis? apakah sudah rampung? " tanya Austin pada Leo.


" yah tetapi masih ada ada yang meski kita urus, jadi saya rasa kita harus kesana menyelesaikan nya. " Ucap Leo.


" baik, siapkan saja semuanya. dan kapan kita akan pergi? " tanya Austin


" sepertinya kita harus pergi malam ini juga. karena urusan di sana cukup banyak. " ucap Leo menjelaskan.


" baik aku percayakan persiapannya padamu. dan,,, aku ingin kau menyiapkan pengobatan untuk sofia. " ucap Austin sembari mulai menandatangani berkas berkas.


" baik,, tapi kapan kau akan berobat? " tanya Leo penuh harap.


" nanti,, belum saat nya. "


" hahhh,,,, kau selalu mengatakan belum saatnya, lalu kapan saatnya? dengar kau harus membalas mereka. jika keadaan mu seperti ini bagaimana kau bisa membalas mereka? yang ada mereka akan terus menganggap mu lemah." ucap Leo tanpa basa basi.


sebagai sahabat dia sangat ingin yang terbaik untuk Austin, maka dari itu sebisa mungkin ia akan menasihati sahabatnya itu.


" lemah bukan berati kalah.,,, berapa lama kita akan di prancis? " tanya Austin mengalihkan pembicaraan.


" kau selalu begitu... kita hanya 1 bulan di sana. " ucap Leo pasrah dan lebih memilih untuk memainkan ponselnya sembari duduk di sofa.

__ADS_1


" 1 bulan? bukan kah itu terlalu lama? " tanya Austin yang entah kenapa merasa berat untuk pergi.


" lama? biasanya kau jika dinas keluar negeri bisa sampai 6 bulan, lalu kenapa kau bilang jika ini terlalu lama? " tanya Leo heran dengan Austin.


" bukan,, hanya saja.. " ucapan Austin terhenti karena ia tidak tau kenapa dia bisa enggan untuk pergi dalam waktu yang lama.


" hanya saja? "


" ahkkk entah lah,, intinya aku mau kita tidak perlama lama di prancis... dalam waktu kurang dari 1 bulan kita sudah harus pulang. " ucap Austin dengan nada tegas.


" iya aku akan mempersiapkan nya. " ucap Leo pasrah karena takut dengan kemarahan Austin.


.


di waktu yang sama namun tempat yang berbeda, terlihat dua orang gadis tengah menonton tv sambil memakan cemilan.


" kak liat aaaaa ganteng banget sih pemeran prianya,,, aku mau deh di ciumm. " ucap maria sembari menutup mata sambil membayangkan di cium oleh pemeran pria itu


" huss,, masih kecil bukannya belajar malah mesum... " tegus sofia sembari menjitak kepala adiknya.


" iii kakk,,, lagian wajar kali seumuran aku udah pacaran." ucap maria sembari mengelus kepalanya yang di jitak.


" kamu tu masih kecil jangan mikirin itu deh,, mending kamu belajar yang bener.. " nasihat sofia.


" iya iya kak...." ucap Maria sembari merengut malas.


" kakak ,,mmm apa kau tak ingin mengobati kaki mu agar sembuh kembali? " tanya Sofia ragu ragu sembari menatap wajah cantik Sofia.


Sofia pun terteguh mendengarnya, dia sangat ingin sembuh tetapi entah kenapa saat melihat suaminya yang belum bisa melihat membuatnya enggan untuk berobat.


" yasudah jika kakak memang belum mau,,, ayo kita lanjut menonton. " ucap maria mengalihkan pembicaraan.


.


.


Tak terasa sudah hampir jam pulang kantor, kini sofia sedang berkutat di dapur. rencananya ia ingin memasakan makan malam untuk Austin.


entah kenapa ia merasa senang jika Austin lahap memakan masakannya. dan sekarang ia juga ingin menjadi istri yang baik dengan melayani suaminya.


tepat setelah selesai memasak, Austin pulang kerumah. seperti sebelumnya Sofia menyambut Austin dan mencium tangan nya.


lalu mengikuti Austin ke kamar, menyiapkan air untuk Austin mandi dan menyiapkan pakaian nya. semuanya ia lakukan sendiri.


setelah itu mereka turun menuju meja makan. terlihat jika maria telah duduk di sana dan menunggu mereka.


" kau ingin lauk apa? " tanya sofia dengan tangan yang berisi piring.


" apa saja yang penting enak. " ucap Austin sekenanya karena ia memang sudah lapar sejak mencium aroma masakan sofia.


" baik ini untuk mu.. " ucap sofia setelah menaruh nasi dengan berbagai macam lauk dan sayur di piring Austin.


lalu setelah itu sofia pun mulai melayani dirinya sendiri. setelah itu mereka pun mulai makan dengan tenang, namun entah kenapa Austin tak juga menyentuh makanan nya.


" khemmmm... " dehem Austin membuat maria dan sofia menoleh.

__ADS_1


" ada apa? apa kurang sesuatu ?" tanya sofia bingung kenapa Austin tak juga menyentuh makanannya.


" iya ada yang kurang,,, suapi aku. " ucap Austin dengan suara yang kecil di akhir katanya.


tapi karena ruangan itu sunyi, jadi di dengar dengan jelas. Maria yang mendengar itu pun menahan senyumannya sedangkan Sofia wajahnya sudah sangat merah.


dengan perlahan dia mengambil piring Austin dan mengambil sendok lalu mulai menyendok nasi berserta lauk dan mengarahkan nya ke mulut Austin.


" aaaa buka mulut mu. " ucap Sofia


dan dengan santai, Austin membuka mulutnya dan menikmati masakan sofia.


Maria yang melihat itu pun senyum senyum sendiri, sambil menikmati makanan nya.


" kau tak makan? " tanya Austin


" ti tidak, aku makan nanti saja. " ucap sofia sembari menyuapi Austin lagi.


namun kali ini, Austin merebut sendoknya dan mengarahkan ke mulut sofia.


" kau juga harus makan,,, makan lah. " ucap Austin sambil mengarahkan sendok ke mulut sofia.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


bersambunggggg.....

__ADS_1


__ADS_2