Tuan Muda Buta Dan Gadis Lumpuh

Tuan Muda Buta Dan Gadis Lumpuh
jika kau jatuh cinta pada gadis itu bagaimana?


__ADS_3

" Kau kenapa? " tanya Leo bingung dengan raut wajah Austin, Auatin yang mendengar suara Leo seketika mendengus kesal.


" Apa aku membuat mu kesal? " tanya Leo sembari melihat raut wajah Austin yang semakin muram.


" pikir saja sendiri!. " ucap Austin ketus.


Mendengar jawaban Austin, Leo pun menghela nafas.


Ya ampun apa lagi salah ku?


Dan entah kenapa perjalanan jadi semakin terasa tidak mengenakan, udara dingin begitu terasa dan itu membuat Leo tidak bisa menyetir dengan tenang.


tibalah mereka di kantor, para karyawan banyak yang menyapa mereka, namun seperti biasa Austin hanya bersifat dingin lain halnya dengan Leo yang masih menjawab beberapa sapaan mereka.


.


tibalah mereka di ruangan Austin, saat Leo tengah memeriksa laporan di tab nya.


" Leo aku rasa kau tidak perlu masuk ke rumah ku lagi mulai hari ini. jika ada perlu, telfon saja atau antarkan sampai depan pintu. tidak perlu sampai masuk kedalam rumah. " ucap Austin datar.


Leo yang mendengarnya langsung pengalihkan pandangan dari tab. dan menatap Austin dengan tatapan bingung.


kenapa Austin sekarang terkesan mengusir nya?


" memang nya kenapa jika aku ingin masuk kerumah mu? kan itu sudah biasa, lagi pula kita kan sahabat. " ucap Leo sambil menatap Austin


Austin hanya menghela nafas. dan mendengus kesal.


" bilang saja kau ingin mencari perhatian Sofia kan? " tanya Austin datar sembari meraba raba meja mencari berkas berkas.


Mendengar apa yang Di katakan Austin sontak saja Leo jadi mengenyitkan alis nya sebelum akhirnya tertawa terbahak bahak.


" ha ha ha aha ha ha ha!! jangan bilang kalau kau cemburu?? astaga seorang Austin cemburu karena wanita asing yang baru dia nikahi? ha ha ha lucu sekali. " ucap Leo sembari memegangi perutnya yang sakit karena tertawa.


Austin yang mendengar perkataan Leo seketika mendengus kesal dan melemparkan tempat pensil beserta pensil nya dan tepat mengenai kepala Leo.


" Auuuuhhhh!! sakit tau!! " ucap Leo sembari mengelus kepala nya yang sakit.


" Diam kau! aku tidak cemburu!! aku hanya tidak ingin jika sampai kau dan Sofia menjalin hubungan!! kau tau bukan jika itu terjadi akan sangat membahayakan!! " ucap Austin dengan datar.


Leo yang mendengar itu pun seketika menghentikan elusan di kepalanya dan menatap balik Austin.


" Aku paham, namun tidak kah kau ingin berobat dan melihat kembali??. " ucap Leo dengan serius.


" tunggulah saatnya, aku pasti akan berobat dan bisa melihat kembali. namun sekarang aku ingin mereka bersenang senang dulu, sebelum kehancuran mereka datang. " ucap Austin dingin.


" mmmm lalu apa kau akan menggunakan gadis itu?? " tanya Leo Penasaran


" entah lah, kita lihat saja nanti. " ucap Austin sembari memandang kosong sebarang arah.


" Mmm jika kau jatuh cinta pada gadis itu bagaimana? " tanya Leo penasaran


" Liat saja nanti, sudah sana siapkan meeting hari ini!!" ucap Austin sembari meleparkan berkas dan lagi lagi mengenai kepala Leo.

__ADS_1


" auhhhh!! kau jahat sekali!! nanti kalo aku gagal otak bagaimana? kau mau tanggung jawab?!! "


" tidak papa biar aku ganti otak mu itu dengan otak sapi! sudah sana pergi! "


" dasar orang tidak berperi kemanusiaan! " ucap Leo sembari berlari sebelum kena amukan lagi dari Austin.


.


.


.


Sedangkah di lain tempat di sebuah rumah megah, terdapat seorang laki laki dan seorang perempuan paruh baya yang sedang duduk sembari meminum tehnya.


dengan elegan wanita tersebut meminum tehnya dan menaruhnya kembali. sembari melirik pria di sampingnya yang sibuk dengan tab nya.


" Bagaimana? " tanya wanita tersebut dan pria itu langsung menaruh tab nya dan meminum tehnya.


" seperti yang sudah kita duga, dia tetap saja lemah." ucap pria tersebut sembari kembali menatap tab nya.


" tapi kita tidak bisa meremehkan nya, bisa saja dia bergerak dan langsung menyerang kita. " ucap wanita tersebut sembari menatap laki laki yang terlihat santai itu.


" ck! tenang saja, dia tidak akan mampu. " ucap pria tersebut sembari pergi berdiri dan pergi meninggalkan wanita itu.


wanita tersebut menatap pria itu dengan kesal. wanita tersebut pun segera menyusul pria itu yang sudah naik ke lantai dua.


.


.


.


" liat kak, apa kakak melakukan itu dengan kakak ipar?? " tanya Maria sambil menunjuk adegan dimana pemeran pria dan wanita tengah berciuman mesra.


blusss..


Seketika pipi sofia jadi memerah. dan maria yang melihat itu pun semakin semangat meledek kakak nya itu.


" aaaaa cieeeeeee,,, apa jangan jangan kakak dan kakak ipar sudah,,? ohhh astaga kenapa aku baru sadar jika leher kakak merah semua?? " ucap Maria yang terkejut saat melihat leher kakaknya merah semua.


seketika Sofia melihat Lehernya dan seketika itu pula menutupi lehernya dengan rambut nya setelah melihat jika lehernya seperti di gigit lebah, belang belang kemerahan.


" Ckkk apa yang sudah dia lakukan dengan leherku?? astaga aku malu sekali!!! cepat bawa aku ke bulan!! "


Wajah sofia pun sudah merah seperti tomat matang.


" ck! kakak ipar pasti ganas sekali!. " celetuk Maria sembari memakan keripik sambil lanjut menonton drakornya.


seketika Sofia mengambil bantal dan memukul kepala adiknya dengan bantal.


" iss apa sih kak? ganggu aja. " ucap Maria sembari merjalan menjauhi kakaknya.


" iissss sini kau kakak beri pelajaran karena sudah berani mengejek kakak. " ucap Sofia sembari melempar bantal yang sayang nya tidak kena.

__ADS_1


" yeee!! gak kena yekkkk. " ucap Maria sembari berlari sebelum kena amukan dari Sofia.


" isss anak itu bikin aku malu saja! aku kan jadi ingat kejadian tadi malam,,, aaaaaa jauhkan pikiran mesum ituuuuuu!!. " ucap Sofia sembari menepuk kedua pipinya.


" aaaaa aku jadi memikirkan tentang kemari malam kan aaaaaaa aku maluuuu.... " teriak sofia dalam kamar.


" tunggu apakan nanti malam kita akan melakukan itu lagi?? aaaaaaaaa Hilangkan pikiran mu itu sofiaaaa..... " ucap Sofia menggulung tubuhnya dengan selimut.


Tok tok tok


"masuk! " ucap Sofia dengan kepala yang menyembul keluar.


dan masuklah seseorang yang sangat di kenal oleh sofia, siapa lagi jika bukan bibik inah.


" maaf nona, tapi ini ada beberapa pakaian dan beberapa tas pesanan tuan Austin untuk anda. " ucap Bibik inah membawa beberapa paper bag.


" hah? tapi kan pakaian ku masih banyak, bahkan hampir setengah nya belum di pakai. kenapa dia membeli lagi? " tanya sofia bingung.


" saya tidak tau nyonya. nanti nyonya bisa tanya sendiri pada tuan muda. " ucap bibik inah sembari menyusun paper bag di walk in closet.


" mmm.... baiklah, oh iya bik bisakah jangan panggil aku nyonya, karena aku keliatan tua. hehehe panggil aku nona saja atau panggil dengan nama saja bik. " ucap sofia sambil nyengir lucu.


" tapi --"


" ini perintah!! " ucap sofia mengerucutkan bibirnya


" baiklah, terserah nona saja. " ucap bibik inah


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


bersambungggggg....


__ADS_2