
Tibalah mereka di perusahaan A.Corp perusahaan milik Austin. mobil berhenti tepat di depan lobi perusahaan.
Sofia pun turun di bantu oleh pak supir yang mengantarnya.
" terima kasih pak. " ucap Sofia tulus.
sang supir pun menundukan kepalanya.
Sofia pun langsung memasuki gedung pencakar langit yang sangat besar tersebut. banyak karyawan yang berlalu lalang dengan membawa dokumen di tangan nya. mereka seolah tak memperdulikan kedatangan Sofia.
sofia pun mendatangi meja resepsionis guna menanyakan di mana ruangan suaminya berada.
" permisi.. bisakah saya bertanya di mana ruangan dari Tuan Austin Cole? " tanya sofia dengan ramah.
terlihat sang resepsionis melihat penampilan sofia dari atas sampai bawah.
cantik sih tapi kenapa dia duduk di kursi roda? dia lumpuh?
yah segitulah tanggapan resepsionis wanita tersebut saat memandangi Sofia.
" Apakah nona sudah membuat janji? " tanya Resepsionis yang satunya sambil tersenyum.
" belum,, tapi saya kesini cuma mau mengantarkan makan siang untuk tuan Austin. " ucap Sofia sembari menunjukan wadah makan siang yang ia bawa.
Sontak melihat itu kedua resepsionis pun bertanya tanya, siapa wanita ini? kenapa dia membawakan makanan untuk presdir A. corp yang terkenal begitu kejam?
" maaf jika anda belum membuat janji, silahkan menunggu di ruang tunggu yang ada di sana. saya akan menghubungi tuan Austin jika beliau sudah selesai rapat. " ucap resepsionis tersebut lalu menunjukan ruang tunggu tempat Sofia harus menunggu.
sofia pun ke ruangan yang di tujukan resepsionis tersebut. lalu menunggu di sana. tak berapa lama selang 20 menit menunggu, salah satu resepsionis tadi menghampiri Sofia.
" maaf anda sudah bisa menemui tuan Austin, beliau sudah menyelesaikan rapatnya. " ucap Resepsionis tadi setelah bertanya dengan asisten Leo.
" ah baik, dimana ruangan beliau?"
" ruangan beliau ada di lantai 50. apa anda perlu bantuan saya untuk mengantarkan anda? "tanya resepsionis itu saat melihat sofia agak kebingungan saat akan menuju lift.
" ah jika tidak mengganggu waktu anda. "
" tidak, mari saya antar. " ujar resepsionis tersebut sembari mendorong kursi roda sofia menuju lift.
tiba di lantai 50, resepsionis tersebut pun mengantarkan sofia sampai di depan ruangan Austin.
" ini dia ruangan presdir Austin. " ucap resepsionis tersebut.
" ah terima kasih banyak, siapa nama mu? " tanya sofia tersenyum.
" nona bisa memanggil saya Rita. " ucap Rita.
" baik Rita. " ucap Sofia.
setelah nya rita pun pergi. kini tinggalah sofia di depan ruangan Austin.
beberapa kali sofia menghela nafas sebelum akhirnya mengetuk pintu secara perlahan.
__ADS_1
tok tok tok...
" masuk! " sahut dari dalam
perlahan sofia mulai memasuki ruangan Austin, bisa dia lihat jika Austin begitu serius mendengarkan laporan keuangan lewas sebuah head set.
" khemmm! " dehem sofia menyadarkan Austin dari kesibukan nya.
" ada apa? " tanya Austin yang tau ada Sofia di ruangannya.
kenapa Austin bisa tau? karena wangi tubuh sofia yang masuk ke indra penciuman Austin, sehingga dia menyadari bahwa yang masuk ke ruangannya adalah Sofia.
" a aku ke sini membawakan mu makan siang. kau kan belum sarapan jadi aku membawakan mu makanan. " ucap Sofia sambil menunjuk wadah makan siangnya walaupun Austin tidak bisa melihatnya.
" lain kali kau tak usah melakukan itu, aku bisa menyuruh Leo untuk memesankan makanan." ucap Austin datar, walaupun dalam hatinya dia merasa senang karena di perhatikan oleh orang lain.
" tak apa, itu tidak masalah kok buat ku. lagi pula tidak baik jika terus makan di luar. kalo bikin sendiri kan lebih sehat. " ucap sofia sembari menuju sofa dan mulai menyiapkan makanan untuk Austin.
" ayo makan! " ajak sofia yang melihat Austin tak beranjak barang sedikit pun dari kursi kebesarannya.
Austin pun mulai beranjak dan berjalan menuju sofa lalu duduk di samping tempat sofia.
sofia mulai mengambil sendok dan menyuapkan makanan ke mulut Austin.
" aaaaaa buka mulut mu. " ucap sofia menyodorkan sesendok nasi beserta lauknya ke depan mulut Austin.
Austin membuka mulutnya dan mulai memakan makanan buatan sofia. terlihat jika Austin begitu menikmati makan siang nya.
" bagaimana? apakah enak? " tanya sofia yang tak bisa membaca raut wajah Austin.
" ayo lagi! kenapa diam!. " ucap Austin tak sabar ingin makan lagi.
dan tak terasa jika seluruh makanan yang di bawa sofia ludes di makan Austin, entah karena memang lapar atau karena masakan Sofia yang sangat enak.
" minum lah, ini jus mangga. " ucap sofia menyodorkan jus yang sempat ia buat juga.
austin pun meminumnya hingga tandas. untuk pertama kalinya ia memakan masakan yang begitu pas di lidahnya dan ia begitu menikmatinya.
" siapa yang memasak semua ini? " tanya Austin penasaran karena memang ini bukan masakan pelayan mansionnya.
" mm a aku yang memasaknya, apakah tidak enak? atau ada yang kurang pas di lidah mu? " tanya sofia harap harap cemas dengan jawaban Austin.
" lain kali masakan aku lagi. " ucap Austin sebelum melangkahkan kakinya menuju meja kebesarannya.
" baiklah, aku pulang dulu. kau jangan pulang terlalu larut ya, kau juga harus menjaga kesehatan. " nasihat sofia saat melihat Austin duduk.
" iya, tak usah mengajari ku, aku bisa mengurus diriku sendiri. " ucap Austin datar sembari mulai menandatangani berkas berkas.
" sebagai seorang istri sudah sepatutnya aku mengingatkan mu. ini demi kebaikan mu sendiri. " ucap sofia sebelum menuju pintu keluar.
" aku pamit duluan. " ucap sofia
" tunggu! " ucap Austin menghentikan sofia yang hendak membuka pintu.
__ADS_1
" iya kau butuh sesuatu? " tanya sofia bingung.
" ambil ini. " ucap Austin sembari meletakkan sesuatu di mejanya.
karena penasaran sofia pun melihatnya, namun ia langsung membelalakkan matanya saat melihat apa yang di berikan oleh Austin padanya.
Black cart?
" maaf tapi aku tak bisa menerimanya. " tolak sofia dan menggeser kartu itu ke depan tangan Austin.
" kenapa? ini adalah uang belanja mu. kau pakailah untuk kebutuhan mu, berbelanja atau apa lah itu. " ucap Austin kebingungan dengan tingkah sofia yang menolak kartu yang hampir diinginkan oleh semua kalangan itu.
" tapi aku tak bisa menerimanya. " tolak sofia lagi.
" kenapa? apakah isi di dalam kartu itu kurang? kalau begitu,,,, ini ku berikan dua. " ucap Austin sambil mengeluarkan satu black cart lagi dan menaruhnya di atas meja.
" bukan bukan begitu, tapi tapi,, aku memang tidak bisa menerima nya. semua yang kau berikan pada ku itu sudah terlalu banyak. aku tak bisa menerima lebih banyak lagi. kau sudah sangat baik pada ku dan adiku. aku tak akan sanggup untuk membayar nya nanti. " ucap sofia panjang lebar.
" kau istriku,,, jadi sudah sepantasnya kau mengambil apa yang ku berikan. banyak atau sedikit itu tidak jadi masalah. selagi aku bisa kau akan berusaha memberikan yang terbaik. " ucap Austin tanpa sadar.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambungggg....