Tuan Muda Buta Dan Gadis Lumpuh

Tuan Muda Buta Dan Gadis Lumpuh
pergi


__ADS_3

" tentu saja,,, aku pasti akan mengenali mu,, tanpa kau beritahu pun aku akan tau jika itu kau. " ucap Austin sembari kembali membenamkan wajahnya di dada sofia lagi..


" benarkan? lalu bagaimana cara mu mengenali ku? " tanya sofia penasaran sekaligus berbinar.


terlihat jika Austin tersenyum dengan licik, lalu meraih tangan sofia dan meletakan tangannya tepat di ular kobranya yang turn on karena berdekatan dengan sofia.


" dengan cara ini. " ucap Austin dengan nada jahil dan menggerakan tangan sofia di sana dengan perlahan mengelus benda menyebalkan sekaligus menyeramkan itu.


" yakkk kau mesummmmm!!. " teriak sofia lalu menjauhkan tangannya dari benda yang panjang dan menyeramkan itu.


" ha ha ha ha ha,,, bisa ku bayangkan jika wajah mu pasti semerah tomat busuk sekarang... ha ha ha ha ha.. " ucap Austin tertawa lepas tanpa beban sama sekali.


Sofia pun merengut dan mengalihkan pandangannya dengan memandang tangannya penuh pilu..


" tangan ku sudah tak suci.. kau menodai tangan ku. " ucap sofia dengan nada yang terdengar pilu dan menyedihkan.


mendengar itu seketika tawa Austin tak bisa di hentikan lagi, tawanya semakin lepas. bahkan sampai membuat perutnya sakit.


" ha ha ha ha ha,, kau lucu sekali.. bukan hanya tangan mu saja tapi seluruh lekuk tubuh mu juga aku tau. " ucap Austin tanpa beban dan itu membuat wajah sofia tambah merah.


" iss bisa tidak jangan membahas itu, kau itu mesum sekali ya.. " ucap sofia mengerucut kan bibirnya dengan wajah memerah.


" tapi kau menikmati nya kan? bahkan kau sampai mendesah begitu keras.. " ucap Austin enteng


" is diam jangan bicara begitu lagi,,, atau-"


" atau apa? atau kau akan menutup mulutku dengan mulut mu? " tanya Austin jahil sambil menyeringai


" aaa diam diam,,, jika kau tak juga mau diam aku akan pergi ." ucap sofia dengan nada mengancam


" pergi saja,,, sana pergi. " ucap Austin sambil mengeratkan pelukannya dengan tangan yang mulai masuk ke bajunya.


" bagaimana aku pergi jika kau memeluku begitu erat? lagi pula kursi roda ku kan ada di kamar,,, aduhhh kau ini benar benar.. " gerutu sofia dalam hati


tok tok tok


suara pintu lagi lagi terdengar.


" masuk. " sahut Austin dari dalam tanpa melepaskan pelukan nya.


" tuan semua barang barang tuan sudah siap,, eh? " ucapan Leo terpotong saat melihat Austin mencumbui sofia begitu rakus.


" sial! membuatku tegang saja. " ujar Leo sembari pergi dari ruangan itu.


sedangkan dua sejoli itu masih terus berciuman, bahkan sesekali Austin mengelus punggung Sofia dengan lembut.


setelah di rasa nafas keduanya telah habis, mereka pun melepaskan tautannya dan menyatukan kening mereka.


Austin mengelus pipi sofia dengan lembut, begitu pun sofia yang mengelus rambut Austin dengan penuh kasih sayang.


" aku akan pergi. aku harap saat aku kembali nanti, kau sudah sembuh. " ucap Austin sambil sesekali mengecup bibir Sofia.


" mmmm,,, kembali lah dengan selamat,, aku akan menunggu mu. " ucap sofia sembari memeluk kepala Austin.


" kau ingin oleh oleh apa? " tanya Austin mengelus punggung sofia yang kecil.


" cukup kau pulang dengan selama,, itu saja sudah cukup buat ku.. " ucap sofia dengan nada sedih.


" iya,, hah,, aku harus pergi. " ucap Austin sambil menggendong sofia ke kamarnya dan mendudukan sofia di kursi roda elektrik nya.


Mereka pun akhirnya turun menggunakan lift,, di sofa ruang tamu sudah ada Leo yang menunggu dengan beberapa koper Austin, Leo pun menyadari jika Austin sudah di dekatnya, dia pun berdiri.

__ADS_1


" maaf tuan, tetapi kita harus pergi sekarang.. takutnya kita ketinggalan pesawat. " ucap Leo sembari memandangi tabnya mengecek jam berapa pesawat akan lepas landas.


" ayo kita berangkat.. " ucap Austin lalu pergi bersama Asisten Leo yang membawa kopernya ke mobil.


Sofia pun hanya bisa menyaksikan punggung Austin yang perlahan menghilang dari pandangannya. dengan mobil yang mulai menjauh dari mansion.


" cepat lah pulang,, aku menyayangi mu. " ucap sofia lalu pergi kekamarnya.


.


.


keesokannya seperti biasa, Sofia dan Maria tengah sarapan, namun maria menyadari jika Sofia terus melamun, bahkan makanannya saja terus di aduk aduk tanpa di makan sedikit pun.


" kak,, makanannya dimakan jangan melamun terus. " ucap Maria


" ah iya,, " ucap sofia mulai memakan makanannya walaupun terlihat enggan.


" kak apa kau merindukan kakak ipar?" tanya maria menyeringai sambil menatap Sofia.


" bukan,, aku, aku hanya-"


" hanya apa? sudahlah ngaku saja, iya kan? "


" iya,, puas? " tanya sofia sebal.


" aaa cieeee,,, kakak pasti sudah jatuh cinta pada kakak ipar kan? " ucap maria semakin semangat untuk mengejek kakak nya itu.


" bukan,, " ucap sofia tak mau mengakui sambil memandang ke arah lain.


" lalu apa? masa baru kemarin bertemu sekarang sudah rindu? kalo tidak cinta nama nya apa? " tanya maria sambil menaik turunkan alisnya jahil.


" iya iya,,, kakak jatuh cinta pada suami kakak, " ucap sofia malu malu.


" belajar dulu yang bener,, baru SMA loh, masih kecil kamu.. udah sana sekolah. " ucap sofia


" iya iya,, aku berangkat kak. " ucap Maria menyalami Sofia lalu pergi di antar supir.


kini tinggallah sofia yang sendirian di meja makan. entah kenapa nafsu makan nya tidak ada sekarang, seperti ada yang kurang rasanya.


tiba tiba dia teringat sesuatu.


" apakah Austin sudah tiba di prancis? " ucap sofia bicara pada dirinya sendiri.


" aduhh,, kenapa aku jadi merindukan dia sih.. " ucap sofia sambil mengambil ponselnya dan berniat menghubungi Austin.


namun no Austin tak bisa di hubungi,


" pasti dia belum landing, ah sudahlah. nanti saja aku telfon lagi. " ucap sofia sembari menaruh hp nya kembali.


" nona ada seseorang yang ingin menemui nona. " ucap bibik inah yang datang entah dari mana.


" menemui ku? siapa bik? " tanya sofia penasaran


" anu non, katanya sih orang yang di suruh oleh tuan muda. " ucap bibi inah


" oo yasudah,, ayo." ucap sofia dan mulai menjalankan kursi roda elektrik nya ke ruang tamu.


di sana terlihat seorang wanita berpakaian seperti dokter yang sedang duduk sembari memainkan ponselnya. begitu mendengar suara kursi roda sofia, wanita itu menoleh dan segera berdiri.


" selamat pagi nyonya Cole,, " ucap wanita itu sopan.

__ADS_1


" selamat pagi. " jawab sofia tak kalah ramah


" perkenalkan nama saya Angellia, saya adalah dokter yang di tugaskan untuk merawat kaki nyonya muda sampai sembuh. " ucap Dokter cantik itu.


" ah jadi kamu yang akan mengobati kaki ku,,."


" iya nyonya,, " ucap Angellia ramah.


" jangan panggil aku nyonya, panggil saja sofia atau jika tidak panggil nona saja. "


" baik,, saya akan panggil anda nona saja. "


" baik. "


" jadi hari ini saya akan memeriksa kaki nona,, " ucap Angellia mulai mengambil peralatan kedokteran nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung......


__ADS_2