
... ๐๐ฑ๐ช๐๐ธ! ๐๐ท๐ฒ ๐ช๐ญ๐ช๐ต๐ช๐ฑ ๐ด๐ช๐ป๐๐ช ๐น๐ฎ๐ป๐ฝ๐ช๐ถ๐ช ๐ผ๐ช๐๐ช ๐๐ช๐ท๐ฐ ๐ผ๐ช๐๐ช ๐ฝ๐ฎ๐ป๐ซ๐ฒ๐ฝ๐ด๐ช๐ท ๐ญ๐ฒ ๐๐ฃ. ๐๐ธ๐ฑ๐ธ๐ท ๐ถ๐ช๐ช๐ฏ ๐ณ๐ฒ๐ด๐ช ๐ถ๐ช๐ผ๐ฒ๐ฑ ๐ซ๐ช๐ท๐๐ช๐ด ๐ผ๐ช๐ต๐ช๐ฑ ๐ญ๐ช๐ต๐ช๐ถ ๐น๐ฎ๐ท๐พ๐ต๐ฒ๐ผ๐ช๐ท....
...๐๐ฒ๐ด๐ช ๐ช๐ญ๐ช ๐๐ช๐ด๐ฝ๐พ, ๐ผ๐ช๐๐ช ๐ช๐ด๐ช๐ท ๐ถ๐ฎ๐ป๐ฎ๐ฟ๐ฒ๐ผ๐ฒ ๐ฝ๐พ๐ต๐ฒ๐ผ๐ช๐ท ๐ผ๐ฎ๐ฌ๐ช๐ป๐ช ๐ซ๐ฎ๐ป๐ฝ๐ช๐ฑ๐ช๐น....
...๐ฑHappy Reading๐ฑ...
...โช๏ธ...
...โช๏ธ...
...โช๏ธ...
๐ญ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐. ๐ณ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐ท๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐.
๐ฌ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐ท๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐. ๐ฟ๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐, ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐.
๐ท๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐.
๐ท๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ 6 ๐๐๐๐๐.
"๐ธ๐๐๐๐ " ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐ท๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐.
๐ท๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐.
"๐ณ๐๐๐, ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐? "
"๐ท๐๐๐, ๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ " ๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐.
"๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐ ๐๐ " ๐ธ๐๐๐ ๐ท๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐-๐๐๐๐, ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐.
"๐ถ๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐ " ๐๐๐๐๐ ๐ท๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐ ๐๐.
๐ถ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐ ๐๐, ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐ท๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐.
"๐ฌ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ " ๐๐๐๐ ๐ฌ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐ท๐๐๐.
"๐ท๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ " ๐๐๐๐๐ ๐ท๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐.
๐ฏ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐.
"๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ "
"๐ด๐๐ ๐๐๐๐๐ " ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐.
__ADS_1
...โช๏ธโช๏ธโช๏ธโช๏ธ...
..."*Menjadi pelayan pun tak apa, asal aku bisa mendapatkan uang "...
......Leha Syahila* ......
...โพโพโพ...
Leha membuang nafasnya sembari menendang batu-batu kerikil yang menghalangi jalannya. ia benar-benar frustasi lantaran baru dipecat dari perkerjaannya sebagai seorang guru. Guru di sekolah anak berkebutuhan khusus.
alasan ia dipecat pun Leha tak tau, tiba-tiba saja kepala sekolah berkacamata bulat itu memberinya sebuah amplop pengunduran dirinya dan beberapa lembar uang didalam sana.
"Tuhan! harus kerja apa lagi aku? " seru Leha seraya memegangi batang payungnya.
hujan turun begitu deras membasahi ibukota. Seolah setiap titisan air hujan yang jatuh mengiringi langkah Leha yang tampak putus asa berjalan di trotoar.
setelah hampir beberapa menit berjalan, akhrinya Leha tiba didepan pintu rumah yang ia sewa.
rumah yang sederhana, tidak begitu mewah dan tidak terlalu buruk untuk ditinggali. Leha merogoh saku jaketnya mencari kunci rumahnya, lalu memutar knop pintu dan melangkah masuk kedalam.
"Dingin,, dingin,, " bibir tipis Leha bergetar, badannya mengigil kedinginan.
setelah selesai membersihkan diri, Leha duduk disofa, menekan tombol remote dan menonton televisi yang ada di ruang tamu.
suasana disana tampak sunyi dan sepi, hanya ada ia sendiri. Tapi itu lebih baik daripada harus tinggal satu rumah dengan keluarga baru papahnya.
"Jangan mau pacaran sama dia Laura! jangan! jangan! " pekik Leha antusias menonton acara kesukaannya, hingga tampak sadar makanan Snack yang ada diatas meja berantakan akibat tangannya yang sedari tadi memukul-mukul meja.
"Yah,,, gimana sih Laura " decak Leha.
Ting tung, ting, tung.
bunyi bel rumah. Leha segera beranjak bangkit dari sofa dan mengintip dari lubang pintu.
"Buk Winda " sentak Leha.
...โพโพโพ...
"Lainkali jangan telat lagi bayarnya " ucap Buk Winda mengambil lembar uang dari tangan Leha, dan berbalik melangkah pergi.
__ADS_1
Leha mengangguk-angguk sambil mengucapkan kata maaf berulang kali.
"iya, Buk Winda. maafin saya karena telat bayarnya. " Leha menunduk malu.
"Sisa duaratus deh uang aku " gumam Leha memandangi sisa uang yang tersimpan di saku celana.
Leha menutup pintu rumah kembali dan masuk kedalam. Sudah dua minggu Leha telat bayar angsuran rumah yang ia sewa, jadi jangan heran jika Buk Winda yang datang kemari mengambil uangnya. Padahal dulu, Leha sendiri yang datang ke tempat Buk Winda untuk membayar harga sewa.
Dring!
ponsel Leha berdenting di atas sofa, Leha segera berlari kecil mengangkat panggilan tersebut.
"iya hallo? "
"Leha gimana kabar kamu? "
"Ap- " Leha kembali menatap layar ponselnya, ternyata itu adalah Bram, papah kandung Leha.
"Kenapa aku tadi asal ngangkat sih? " batin Leha.
"Hallo Leha? kamu punya uang? " Tanya Bram to the point.
Benar dugaan Leha, mana mungkin Bram akan menelponnya malam-malam begini jika bukan untuk meminjam uang padanya, ralat. Bukan meminjam, lebih tepatnya meminta.
Sudah sering Bram meminjam uang kepada Leha, dan tak pernah satupun yang dikembalikan olehnya. bukannya pelit, tapi Bram sendiri mempunyai istri dan anak tiri yang harus ia hidupi sendiri oleh tenaganya.
"ma-maaf, Pah. Leha gak punya ua- "
"Bohong! " pangkas Bram diseberang sana.
"Besok papah kesana ke tempat kamu, papah perlu bang- "
Tit...
Leha meremas ponselnya setelah mematikan panggilan itu secara sepihak.
"Perlu? "
"perlu? " lirih Leha, "Aku juga perlu, Pah " lanjutnya.
Leha menarik nafas panjang lalu menyibak rambutnya kebelakang.
"Pokoknya aku harus dapat kerjaan besok."
__ADS_1