Tuan Zayn

Tuan Zayn
Bertemu Orang Baru


__ADS_3

Pintu lift pun terbuka di lantai 3, Azkas pun keluar dari dalam sana dan berjalan menuju ruangan pribadi Zayn, namun pergelangan tangannya di cekal oleh Jenita yang saat itu kebetulan berada disana.


"Tuan Azkas " cegah Jenita.


Azkas memutar kepalanya, menatap tajam kearah tangan Jenita yang berani menyentuh pergelangan tangannya.


"Lepas " Azkas menipis kasar. "Zayn mana? " Tanyanya ketus.


Jenita terdiam beberapa detik karena teringat akan perkataan Zayn beberapa menit yang lalu.


"Tuan Zayn lagi gak ada " jawab Jenita tak berani menatap minik hazel Azkas. Tatapan sorot matanya menghadap sisi lain.


"Kamu liat kemana? Saya disini. Zayn pergi kemana? Bukannya Zayn bukan tipikal orang yang berani meninggalkan perusahaan " Azkas tersenyum smirk lalu mendekat beberapa langkah mendekati Jenita. Membuat perempuan bersurai gelombang itu mundur beberapa langkah.


Azkas merogoh saku celana hitam panjang yang ia kenakan, mengeluarkan sejumlah uang dari dalam dompetnya.


"Katakan, Zayn dimana? " Tanya Azkas menyodorkan uang kearah Jenita.


"A..itu.. " Jenita gelagaban.


"Kamu perlu uang kan? "


"Diruangan, katanya tuan Zayn lagi gak mau di ganggu. Tapi tolong jangan kasih tau bahwa saya yang ngasih tau Tuan Azkas. " Pinta Jenita.


"Terserah " Azkas menarik lengan Jenita lalu meletakan sejumlah uang di atas telapak tangan Jenita. Kemudian beranjak pergi ke ruangan Zayn.


Dari dalam ruangan, Zayn yang saat itu tengah mengamati layar monitor tiba-tiba tersadar akan kehadiran Azkas yang berdiri didepan ruangannya. Kaca ruangan yang Zayn gunakan adalah kaca Film one, oleh sebab itu Azkas tidak bisa melihat apa yang Zayn lalukan didalam sana.


Zayn bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati pintu. Dan benar saja, saat Zayn hendak menarik gagang pintu Azkas yang lebih dulu membukanya.


"Lama tidak bertemu " kata Azkas seraya menyenderkan punggungnya di ambang pintu, dengan tangan yang menyilang di atas dada.


Lengan Zayn terangkat membuat bahasa isyarat, "Kenapa kau kesini? "



...◾◾◾...


Kembali ke masa sekarang.


"Zayn, maafkan aku yang waktu itu. " pinta Jenita namun tidak digubris oleh Zayn, netra hazelnya masih terpaku menatap layar yang ada diatas meja dengan jari-jemari yang lihai memainkan keyboard.


"Zayn " panggil Jenita kembali.


"Zay- "


Brak


Zayn membrak meja, lalu menolehkan pandangannya kearah netra hitam Jenita yang menatap dirinya dengan pandangan dalam.


Perlahan, netra hazel Zayn bergerak kearah pintu luar. Seakan berkata Pergi sekarang.


Jenita yang sudah paham beberapa isyarat Zayn pun menunduk dan berpaling mendekati pintu. Ia keluar dari dalam sana tanpa perkataan maaf dari Zayn.



...◾◾◾...

__ADS_1


"Syukur.. " Leha mengelus dada, mengembuskan nafasnya pelan setelah memberikan kunci rumah kepada Sang pemilik asli.


"Kayaknya kamu seneng setelah gak tinggal disitu lagi " ucap Arga yang duduk di bangku kemudi, sesekali minik matanya menatap cermin yang ada ditengah untuk melihat Leha yang duduk dibangku belakang, mengamati jalanan dari balik kaca mobil.


Perempuan bersurai sebahu itu terlihat senang, tidak pundar sama sekali senyuman wajahnya disana. Bukan tanpa alasan, jika ia tinggal didalam rumah majikannya, Leha tidak akan pusing memikirkan biaya sewa, makan, dan juga Bram.


"Kamu benar Arga " balas Leha.


◾◾


Setelah beberapa jam perjalanan, akhirnya mobil hitam yang mereka naikki masuk kedalam halaman luas yang dikeliling oleh beberapa tumbuhan hias nan hijau disana.


Leha seakan takjub melihat pemandangan yang indah ini, ini baru pertama kali baginya melihat rumah dengan halaman luas seperti ini didunia nyata, dulu ia hanya bisa pemandangan ini didalam televisi.


"Sampai." Arga melangkah keluar dari dalam mobil, membukakan pintu untuk Leha.


"Terimakasih " Leha tersenyum tipis menyambut lengan Arga yang menjulur.


"Kamu tunggu sebentar " ucap Arga berjalan kebelakang mobil, menurunkan barang-barang bawaan milik Leha.


Saat Arga tengah menurunkan barang-barang milik Leha dari dalam bagasi mobil, tiba-tiba Juna datang menghampiri Arga.


"Tuan Arga, bisa saya bantu? " Tawar Juna yang seorang tukang kebun di kediaman Zayn.


"Boleh, kalau kau tidak ada kerjaan "


"Tentu saja tidak ada, Tuan " balas Juna mengangkut barang yang sudah Arga turunkan dari dalam sana.


Arga menghampiri Leha yang berdiri di samping mobil, lalu mengajaknya untuk mendekati teras megah rumah Zayn.


"Bawaanku? " Tanya Leha sebab tak menjumpai bawaannya dikedua tangan Arga.


"Nona " gumam Leha tak enak akan panggilan itu.


Leha berdesis. "Dia siapa? " Sembari jeri telunjuk mengarah pada sosok lelaki yang mengekor dibelakangnya.


"Tukang kebun disini " jawab Arga.


Juna meletakkan barang milik Leha di diteras lalu berpamit untuk kembali ke tempatnya.


"Terimakasih " ucap Leha setelah barangnya dibawakan.


"Tak masalah nona " balas Juna, ia kemudian mengangguk kepada Arga, permisi untuk pergi.


Arga melirik kearah jam tangan hitam yang ada dipergelangan tangan kirinya, sudah waktunya bagi dirinya untuk menjemput Zayn.


Arga kemudian pamit kepada Leha untuk menjemput Zayn lebih dahulu, Arga lantas berangkat meninggalkan Leha yang terduduk dibangku teras seorang diri disana.


Leha tersenyum, ia melambaikan tangan rendah membiarkan lelaki itu pergi.


Setelah mobil yang dinaiiki Arga menjauh, sorot mata Leha kini beralih pada suara yang melantun merdu yang berada disamping halaman.


Leha bangkit dan menyusuri halaman, mencari sumber suara merdu itu.


🎵**Jangankan gedung, gubuk pun aku tak punya, jangankan permata... Uang pun aku tak pu- 🎵


"Suara kamu bagus." Leha berseru, hingga membuat lelaki berkacamata itu seketika terdiam dari aktivitas menyapu dedaunan.

__ADS_1


"Haha, suara saya biasa saja nona " balas Juna terkekeh pelan. "Kenapa nona berada diluar? " lanjutnya.


"Gak papa, soalnya tadi Arga jemput Zayn dulu katanya " balas Leha.


Yah~ walau sebenarnya Leha tak tau apa pekerjaan Arga disini, yang pasti nampaknya Arga menjadi orang yang dekat sekali dengan Zayn. Padahal Arga adalah anak seorang supir pribadi papah Zayn dulu.


Kaula yang saat itu selesai menyiapkan minuman untuk Juna pun tiba-tiba kaget melihat sosok perempuan sedang berbicara berdua bersama Juna.


"Enak banget kamu ya! Seenaknya bawa perempuan dirumah Tuna Zayn " pekik kaula tanpa tahu siapa Leha.


Kaula meletakkan minuman yang ia bawa diatas meja secara kasar.


"Awas aja kalau tuan Zayn datang nanti, pasti aku ad- "


"Berisik bebek " pangkas Juna dengan nada mengejek.


"Bebek! aku bukan bebek yah. Dan kamu! " Kaula menghampiri Leha dengan wajah bundarnya.


"Kamu siapa? pacarnya Juna? "


"Enggak-enggak, kamu salah " elak Leha.


"Terus? " Alis Kaula terangkat sebelah, menunggu jawaban dari Leha.


Merasa jengkel dengan sikap Kaula, Juna pubmenarik ujung rambut Kaula yang berkuncir secara pelan. Membuat perempuan pendek itu mengaduh.


"Juna, Juna " Kaula menepis lengan Juna dari rambutnya.


"Gak sopan sama tamu " ujar Juna mengembus nafas pelan lalu mendorong tubuh Kaula pelan, supaya perempuan berkuncir itu segera masuk kedalam rumah.


"Sudah, sudah, sekarang kamu beres-beresin sana didalam " titah Juna.


"Nggak, nanti dulu. Aku belum tau dia siapa. "


"Buruan " paksa Juna mendorong tubuh Kaula masuk kedalam pintu belakang.


Leha terkekeh kecil melihat tingkah lucu Kaula barusan. Seperti anak kecil .


Juna kembali dengan raut wajah kesal, ia kembali meraih sapunya yang jatuh ketanah melanjutkan pekerjaannya.


"Maafin kejadian tadi nona, dia memang begitu " ujar Juna fokus melanjutkan kegiatannya mengumpulkan dedaunan layu yang berserak.


"Nggak papa kok, ngomong-ngomong namanya siapa? "


"Kaula Vandira, nona bisa panggil dia Kaula atau nggak bebek. " Juna terkekeh geli.


"Hahaha,,, bebek? "


"Iya nona, ngomong-ngomong nama nona siapa? " Ucap Juna balik bertanya.


Leha tersenyum simpul lalu melangkahkan kakinya mendekat ketempat Juna berada. Leha menarik lengan Juna yang sedang memegang batang sapu hingga tangan mereka berdua saling berjabat.


"Nama aku Leha Syahila, panggil aja Leha."


"Kalau saya Juna Danendra Kadavin. Sering dipanggil Juna." Juna membalas.


...◾◾◾◾...

__ADS_1


^^^Malam Kamis, di tanggal 9 Maret.^^^


__ADS_2