Tuan Zayn

Tuan Zayn
Bertugas


__ADS_3

Bel rumah berbunyi tepat saat jam sudah menunjukkan tepat pukul 5 pagi. Alarm untuk membangun pada pelayan yang masih terlelap di atas tempat tidur.


Leha meletakkan balpoin inisial Z itu didalam laci nakas dan segera membuka pintu kamarnya. Leha menengok kiri-kanan lorong, para pelayan satu-persatu mulai keluar dari ruangan mereka masing-masing.


Leha menengok kebelakang, melihat No yang tertempel didepan pintu kamarnya. Nomor 5.


"Nomor lima, kalau Kaula Nomor berapa ya kamarnya? "


Leha tersenyum hangat menyambut pelayan Bella yang melintas dihadapannya.


"Pagi nona Bella " sambut Leha.


Netra hitam Bella bergerak keujung mata, melirik Leha yang berdiri didepan pintu.


"Leha ikut aku " ajak Bella, langsung diikuti oleh Leha yang mengekor dibelakang. Tanpa tahu tujuan dari Bella sebenar.


...▪️▪️▪️...


Sebuah ruangan penuh barang dan beberapa kain putih yang membentang menutupi sebagian barang layaknya sebuah gudang. Tapi terlalu bersih untuk dikatakan gudang.


Leha melihat kiri-kanan ruangan dengan rasa penasaran, apa alasan Bella membawanya kemari.


Bella memutar kunci lalu menarik gagang lemari kayu jati berukir. Kaki Bella berjinjit mencari sesuatu yang letaknya paling atas.


"Dimana ya? " cicit Bella sembari tangannya membuka lipatan-lipatan kain yang menempuk.


Leha mencoba mengintip apa yang Bella lakukan, namun niatnya ia urung saat Bella lebih dulu menoleh kebelakang, ke tempat Leha berdiri. Kedua tangan Bella memegangi sebuah pakaian pastel.


"Akhirnya ketemu juga " Bella berseru lalu menyodorkan pakaian itu kepada Leha.


Leha menyambut pakaian itu, "Ini apa nona Bella? "


"Pakaian seragam untukmu bekerja disini " Bella menepis beberapa anak rambut yang melindungi ujung mata Leha dengan lembut.


"Sekarang ganti pakaianmu dengan itu, lalu bersiaplah bekerja. Akan ada tugas untukmu "


Leha mengangguk "Baik nona Bella " ucapnya dengan senyuman tipis diwajah.


Setelah memberikan saragam pakaian pelayan kepada Leha, Bella pun beranjak keluar untuk menyelesaikan pekerjaannya yang lain. Sedangkan Leha kembali keruangan nya untuk mengganti pakaian.


Saat menuju ruangan lorong kamarnya, tidak sengaja Leha berpapasan dengan Zayn yang saat itu kebetulan tengah menuruni anak tangga. Dengan sigap Leha langsung memberikan tunduk hormat serta menyapa tuannya itu.


"Selamat pagi tuan Zayn "


"Pagi "


Leha mendekati ujung anak tangga, "Ada yang bisa saya bantu? " tanya Leha yang dibalas gelengan kepala oleh Zayn.


Netra hazel Zayn terfokus pada buku miliknya serta balpoin yang ada diatas meja ruang tamu. Zayn meraih buku- balpoin tersebut lalu menoleh kearah Leha yang sudah berdiri disebelah Zayn.


"Kenapa bisa ada disini? "


"Pagi tadi, saat tuan Zayn masuk kedalam lebih dulu, tuan Zayn lupa membawa buku sama balpoin tuan yang ketinggalan diatas meja yang ada di teras. " Jelas Leha.


Zayn tertegun sesaat, membuka lembaran buku yang sembat ia gambar permukaannya. Untuk kembali mecek gambaran itu lagi.

__ADS_1


Zayn menghela nafas panjang saat melihat gambaran itu.


"Gambaran tuan bagus, tuan punya bakat di bidang seni" Leha berseru ikut memandangi gambaran tinta hitam Zayn yang indah.


Zayn sepontan menoleh kearah Leha seraya menutup buku tersebut.


"Saya tidak perlu pujian " tegas Zayn.


Leha menundukkan badan. "Maaf tuan jika saya lancang "


Ditengah-tengah perbincangan mereka berdua, tiba-tiba Kaula datang membawa dua cangkir teh hangat diatas nampan dengan dua buah roti sandwich isi daging- telur disebelahnya.


Kaula menghampiri Zayn-Leha yang ada diruang utama, di antara jarak meja dan sofa.


"Pagi tuan, ini saya bawakan teh sama roti sandwich untuk sarapan pagi tuan. Harus saya letakkan dimana? "


Zayn menoleh, Lalu mengangkat jari telunjuknya keatas. Samar-samar Kaula mencoba menangkap bahasa isyarat majikannya itu. Keatas.


"Ke kamar? " tanya Kaula memastikan.


Zayn mengangguk pelan. Lalu beranjak pergi menuju keluar rumah. Menyisakan Kaula- Leha yang masih disana.


"Baik tuan Zayn " sahut Kaula seraya menatap punggung Zayn yang mengenakan kemeja putih.


Kaula kemudian beralih menatap Leha yang juga ikut memandangi punggung Zayn yang mulai terlihat samar.


Kaula berdesis, membuat Leha yang ada didepan pun menoleh kebelakang. Menengok Kaula.


"Kenapa? "


"Kamu ngapain masih disini, buruan ganti baju sana. Udah dapat seragam kan? " ucap Kaula memutar mata malasnya.


"Kalau udah ganti seragam, temuin nona Bella di tingkat tiga. Beliau mau ngasih tugas-tugas kamu " Kaula beranjak pergi menuju anak tangga.


Setelah Kaula pergi, barulah Leha kembali untuk ke ruangan kamarnya.


...▪️▪️▪️...


Zayn menghela nafas panjang lalu melirik kearah jam yang melingkar dipergelangan lengan kirinya. Sudah hampir 4 menitan ia duduk di teras rumah menunggu kehadiran Arga. Karena ada sesuatu yang harus ia beritahukan.


🎵Biarkan ku bawa, luka hatiku ini... Dan tak akan ku- 🎵


Nyanyian Juna seketika tertahan saat melihat keberadaan Zayn yang duduk dibangku teras. Segera Juna memberikan tunduk hormat dan menyapa Tuannya itu.


"Pagi tuan Zayn " sapa Juna menunduk melintas didepan Zayn, untuk mengambil alat pemotong rumput yang berada disisi kiri rumah.


"Yuna "


(Juna ) Panggil Zayn. Merasa terpanggil Juna langsung memutar badannya menghadap Zayn.


"Kenapa Tuan? ada yang bisa saya bantu? "


Zayn mengepal tangannya lalu meletakkan didekat mulut, seolah-olah tengah memegang sebuah microphone.


Kening Juna mengerut sembari bola matanya melihat-lihat keatas menerka-nerka isyarat tuannya itu.

__ADS_1


"N.Y.A.N.Y.I " kata Juna menyakinkan.


Zayn menganguk.


Senyuman Juna seketika mengembang hingga kedua mata sipitnya juga ikut menutup.


"Saya malu tuan. " ujarnya.


"Maafkan saya telat tuan Zayn " Arga menunduk hormat setelah tiba dihadapan Zayn.


Serentak Zayn dan Juna menoleh kearah Arga yang baru tiba.


"Tidak masalah, sekarang ayo masuk " Zayn bangkit dari duduknya membawa Arga masuk kedalam rumah.


Juna mengacak-acak rambutnya lalu menepuk bibirnya pelan beberapa kali. Salting.


"Ini mulut suka nyanyi sendiri " decak Juna kemudian berjalan kebelakang rumah menuju gudang belakang.



...▪️▪️▪️...


Arga duduk setelah dipersilakan oleh Zayn, mereka duduk di balkon kamar untuk mendapatkan udara pagi yang segar.


"Akan ada klaen yang datang? " tanya Arga pada Zayn yang menoleh menatap halaman rumah.


"Iya, dan seperti biasa. Aku harap kau akan menjadi penerjemah ku untuk dihadapan klaen nanti "


"Tentu tuan, sudah menjadi kewajiban saya untuk membantu tuan " Arga memasukkan dua kotak gula kedalam cangkir teh milik Zayn. Lalu mengaduk-aduknya supaya larut.


"Ini tuan " Arga menyodorkan teh itu. "Maaf jika saya lancang bertanya. Kalau boleh tau, mengapa waktu itu anda berdiri ditepi jalan saat menunggu kedatangan saya. Bukankah menurut saya anda bukan orang yang seperti itu, mau menunggu seseorang di tengah terik matahari "


Zayn menghela nafas pelan, menyeruput secangkir teh yang masih hangat, dan meletakkan cangkir itu kembali.


"Itu karena kedatangan Azkas yang tiba-tiba, dia, selalu membuat ku jengkel akan kehadirannya "


"Hhmm, begitu "


"Kau suka telur? "


Satu alis Arga terangkat naik. "Su-ka. Kenapa Tuan?


Zayn membuka lembaran sandwich miliknya, mengeluarkan telur mata sapi disana dan menaruhnya dibawah roti sandwich milik Arga.


"Aku tak suka telur, sudah berapa kali kusisihkan telur itu diatas nampan. Namun pelayan bernama Kaula itu nampaknya tak terlalu peka akan keadaan. Jadi kau makan saja. "


Membaca isyarat dari Zayn membuat Arga terkekeh kecil seraya menggeleng-gelengkan kepalanya meraih roti sandwich bagiannya. terdengar lucu bagi Arga mengetahui hal itu.


Arga lantas mengigit ujung sandwich, membiarkan roti itu menjadi sarapan paginya. Karena telur mata sapi pemberian Zayn, hal itu membuat sandwich milik Arga menjadi 2 kali lebih banyak dari biasanya. Hingga mulut Arga menjadi penuh.


"Pelan-pelan makannya " Zayn meraih kotak tisu yang terletak di tepi meja bundar, memberikannya kepada Arga untuk mengusap remah-remah roti yang tertinggal di tepi-tepi bibir Arga.


Zayn menunjuk bibirnya sendiri. "Usap "


"Hahaha, baik Tuan. maafkan saya karena makan saya yang berantakan "

__ADS_1


...▪️▪️▪️...


^^^Akhirnya bab ini selesai setelah hampir dua harian. |9.21|^^^


__ADS_2