Tuan Zayn

Tuan Zayn
Membaik


__ADS_3

Setelah beberapa hari berlalu, keadaan Zayn perlahan mulai membaik. Zayn yang dulu hanya bisa terbaring di kasur kini bisa mulai keluar kamar.


Pagi ini, perusahaannya akan kedatangan klaen yang ingin mempromosikan makanan Instant yang terbuat dari singkong dan ubi.


Yah, perusahaan Zayn adalah perusahaan periklanan, dimana perusahaan Zayn berfokus pada orang yang ingin mempromosikan makanan, minuman, baju, kebutuhan sehari-hari serta barang Elektronik.


"Tuan Zayn, ini saya bawakan bubur." Leha tertegun saat melihat Zayn sudah rapi, lengkap, dengan jas dan dasi yang melilit lehernya.


Zayn yang berdiri didepan cermin bundar besarnya menoleh kearah Leha yang berdiri di bingkai pintu.


Lengan Zayn terangkat membuat bahasa isyarat. "Kondisiku mulai membaik, jadi kau tak perlu lagi pagi-pagi kesini "


"Baiklah tuan, tapi bubur ini di apakan? bagaimana kalau saya taruh diatas nakas? " usul Leha namun dibalas gelengan oleh Zayn, jari telunjuk Zayn kembali terangkat menunjuk Leha.


Kening Leha mengerut, "Hah? " serunya.


"Kamu makanlah, aku sudah bosan makan itu "


"Sungguh! " tanya Leha antusias.


Zayn mengangguk, menyakinkan kembali perkataannya.


Leha melempar senyuman simpul seraya mengucapkan terima kasih kepada Zayn, kemudian beransur turun menuju lantai bawah.


Akhirnya ia bisa memakan bubur ayam, dengan bawang goreng diatasnya. Sudah lama Leha tidak memakan bubur semenjak ia tinggal disini. Leha menoleh kiri-kanan ruangan rumah, masih sepi karena masih menunjukkan pukul setengah lima pagi.


Hanya Leha dan Bella yang sudah bangun.


Leha berjalan ke dapur sambil membawa nampan berikan semangkuk bubur yang sudah di tolak oleh Zayn.


"Nona Bella " panggil Leha sembari meletakkan nampan tersebut diatas meja dapur.


Bella yang saat itu sedang mencuci buah dan sayuran pun menoleh kearah Leha yang memanggil.


"Tuan Zayn bilang beliau gak mau makan karena kondisi beliau sudah membaik sekarang, dan menyuruhku untuk memakan ini, apa nona Bella mau? " tawar Leha menyodorkan bubur yang masih menggempul asapnya.


Bella terkekeh pelan menatap bubur yang disodorkan kepadanya, kemudian melihat kembali kearah Leha.


"Nggak, aku gak suka bubur "


"Tapi kan nona Bella yang masak, kok gak suka? " tanya Leha bingung, pasalnya setiap hari saat Zayn sakit, Bella-lah yang membuatkan bubur untuk Zayn.


"Nggak tau, kalau kamu mau makan sajalah buburnya. "

__ADS_1


"Terima kasih nona, Bella " Leha merendahkan badannya hendak duduk dibawah, namun lekas di tegur oleh Bella.


"Jangan duduk disitu, duduk disana " Bella menunjuk kearah meja makan dengan tangan yang masih basah.


Leha sedikit ragu atas tawaran Bella barusan, namun Bella menyakinkan bahwa tidak papa kalau makan disana. Leha perlahan mendekati meja makan, duduk di bangku sambil meletakkan bubur yang ia bawa.


Satu suapan melayang kemulutnya. Leha tersenyum merasakan enaknya bubur buatan Bella, hampir mirip dengan buatan ibunya dulu saat Leha masih kecil.


Leha mengulum bibir, menahan air mata supaya tidak jatuh membasahi pipinya.


"Gimana Leha, enak? " tanya Bella sambil menaruh buah dan sayur yang baru ia cuci ke dalam mangkuk.


Leha mengangguk tanpa menoleh kebelakang. "Enak " lirihnya tersenyum sendu.


"Enak banget nona, Bella " lanjutnya lagi, sambil menyuapkan bubur ke dalam mulutnya.


...▪️▪️▪️...


Baru saja Zayn tiba di perusahaan, ia lebih dulu disambut oleh Jenita yang ternyata datang lebih awal.


Perempuan bersurai gelombang itu terlihat cantik mengenakan dress lengan panjang berwarna hitam, dengan hiasan motif bunga tulip.


"Pagi Zayn " sapa Jenita merangkul lengan Zayn.


"Aku seneng deh, kamu bisa masuk ke perusahaan lagi " ucap Jenita menekan tombol lift. Tangan kanannya masih kekeh memeluk lengan kiri Zayn.


Lift pun terbuka, Zayn segera keluar bersama dengan Jenita.


"Kamu datang lebih awal Zayn " kata Jenita membukakan pintu untuk Zayn masuk.


Zayn masuk kedalam, duduk di kursi pribadinya. Merapihkan jas dan menulis sesuatu di kertas notebook.


"Bukan aku yang datang lebih awal, melainkan kamu, datang terlalu pagi."


Jenita tertawa kecil membaca tulisan dari Zayn, kemudian meletakkan tangan kanannya diatas meja kantor, menengokkan kepala kearah Zayn, sambil menggolong-golongkan beberapa helai rambutnya di jari telunjuk yang memakai kotek merah.


"Aku cantik gak hari ini? " tanya Jenita genit.


Zayn memutar malas kedua netranya, membalas tanda jempol kearah Jenita, lalu membuka laptop silver miliknya.


"Makasih, aku harap kamu gak lupa bahwa dalam waktu dekat kita bakalan bertunangan " tutur Jenita, kali ini ucapannya terlihat serius. Zayn mematung sesaat saat mengingat kembali tanggal pertunangan yang sudah ditetapkan kedua orangtuanya.


Setelah mengatakan hal itu, Jenita langsung keluar dari ruangan Zayn, suara ketukkan dari sepatu Heels yang Jenita kenakan seolah menjadi irama Backsound, mencekam bagi Zayn.

__ADS_1


......▪️▪️▪️......


Leha naik ke lantai atas sambil membawa seember cucian, untunglah cucian giliran Leha hari ini tak terlalu banyak, jadi ia bisa membawa seember cucian itu sendiri tanpa bantuan.


Leha tiba di rooftop rumah, ia langsung menjemur pakaian disana. Hari ini langit cerah disertai hembusan angin yang menerpa wajah serta rambut Leha.


Setelah selesai, Leha kembali turun. Semua pekerjaannya sudah selesai ia bereskan, Leha sekarang masuk ke kamarnya.


Beristirahat sejenak, duduk di bibir kasur. Leha meraih ponsel miliknya yang ia simpan di laci nakas, membuka album di layar ponsel.


Menggeser-geser beberapa foto jadul yang sudah blur karena termakan usia yang cukup lama, dan juga karena sering di pindah-pindahkan dari file lama ke file baru.


Leha menarik sudut bibir membentuk senyuman, entah mengapa hari ini ia mulai rindu dengan ibunya. Masakkan bubur yang dibuatkan oleh Bella tadi pagi membuat Leha terkenang Aminah untuk sesaat.


Foto Anak kecil berkepang dua yang sedang memeluk sebuah boneka Hello kitty di acara pasar malam.


Leha menggeser kembali, foto Aminah yang sedang menggendong Leha yang masih berusia kurang lebih tiga tahun didepan musholla.


Tok,tok, tok,


"Leha " panggil suara dari luar.


Leha bergegas bangkit, menyimpan ponselnya kembali kedalam laci. Membuka pintu kamar.


"Kenapa Kaula? " tanya Leha.


"Kamu sibuk nggak? "


"Enggak, emang kenapa? " ucap Leha balik bertanya.


"Gantiin aku belanja, soalnya Vivi kemaren lupa beli minyak goreng, sama Sampo milik tuan Zayn di kamar mandi beliau udah habis" jawab Kaula, "soalnya aku sibuk mau ngepel lantai ruang utama."


"Yaudah deh, itu aja kan? "


"Iya, ini uangnya, aku minta bantuannya yah "


"Iya, gak masalah " jawab Leha mengulas senyuman mengambil sejumlah uang yang Kaula berikan.


...▪️▪️▪️▪️...


^^^|10.13| PM. Ribuan kerlap bintang menghiasi langit, dengan bulan yang membentuk sabit.^^^


..."Siapapun kamu, terimakasih sudah membaca cerita ini dari awal hingga sampai di bab ini. " :)...

__ADS_1


__ADS_2