Tuan Zayn

Tuan Zayn
Merawat


__ADS_3

Pagi-pagi setelah selesai membereskan tugasnya, Leha naik ke lantai atas menuju kamar Zayn.


Hari ini Zayn tidak pergi ke perusahaan karena demam yang tak kunjung turun, oleh karena itu untuk saat ini Arga-lah yang mengganti posisinya sementara. Syukurlah ada Arga yang bisa Zayn andalkan.


Kedua tangan Leha memegang erat ujung nampan coklat yang diatasnya sudah tersaji bubur ayam dan segelas air mineral. Pagi tadi Zayn tidak sarapan, dan hanya ada Arga sendiri yang makan dimeja makan.


Tok tok tok


"Tuan Zayn, ini saya Leha " Leha mendorong pintu. Melangkah masuk kedalam.


Zayn menoleh, ia terkulai lemah diatas tempat tidur.


"Saya bawakan makanan buat tuan " Leha meletakkan nampan diatas nakas, lalu duduk dibibir kasur Zayn yang empuk.


"Dimana Arga? "


"Tuan Arga sudah pergi ke perusahaan tuan, beliau segan untuk pergi bersama anda ke perusahaan jika keadaan anda yang demam " ucap Leha memangku bubur ayam yang dihiasi bawang goreng dan daun bawang di sana.


Zayn perlahan duduk, menyenderkan punggung ditempat tidur.


Satu sendok terangkat hendak menyuap masuk kedalam mulut Zayn.


"Jangan, aku bisa sendiri "


"Tapi tuan, sudah tugas saya disini menjadi pelayan "


"Tugasmu cuma membersihkan rumah ini, bukan merawatku "


Leha tersenyum hingga lesung pipinya terlihat sempurna. Seraya Menyingkap anak rambut yang menutupi jidat Zayn.


"Anggap saja ini balas budi karena tuan Zayn sudah memperkerjakan saya " ucap Leha kemudian mencoba menyuapi Zayn kembali.


Zayn tertegun sesaat memandangi wajah Leha yang masih tersenyum menunduk menyendok bubur dari dalam mangkok.


"Ayo tuan "


Zayn lantas membuka mulutnya, membiarkan satu,dua dan seterusnya masuk kedalam mulut.


......▪️▪️▪️......


Leha menutupi pintu kamar setelah Zayn mulai beranjak tidur. makanannya sisa separo di dalam mangkok. Tidak Zayn makan habis.


"Apa tuan Zayn makan? " tanya Bella yang dibalas anggukan kecil oleh Leha.


"Kayaknya kita harus manggil Glen untuk mengecek keadaan tuan Zayn "


"Kamu benar. Nanti akan ku hubungi dia. Sekarang kamu makan saja dulu dibawah bersama dengan yang lain " titah Bella menyambut nampan yang dipegang oleh Leha.

__ADS_1


"Nona Bella? "


"Aku sudah makan, jadi kamu makanlah sana "


Leha mengangguk dan lantas berjalan menuruni tangga menuju dapur menyusul teman-teman yang lain.


Baru saja tiba disana, Kaula sudah melambai kearah Leha menyuruh perempuan bersurai sebahu itu duduk disebelahnya.


"Sini " pekik Kaula menepuk-nepuk bangku.


Leha tersenyum tipis mendekat kearah Kaula yang baru saja akan memulai makannya.


"Gimana? tuan Zayn makan? "


"Iya, walau gak terlalu habis sih makannya " jawab Leha seadanya.


"Nih piring kamu Leha " Seru Vivi meletakkan piring dihadapan Leha.


"Terimakasih." ucap Leha melempar senyuman. Netra hitamnya kemudian beralih melihat makanan yang tertata diatas meja makan, banyak dan terlihat menggugah selera.


"Banyak, kayaknya aku bakalan gemuk kalau disini terus " gumam Leha tanpa sadar menelan ludah.


Kaula menyikut Leha hingga tersadar dari lamunan.


"Jangan diliat aja, ayo dimakan, ini masakkan Vivi sama aku lho "


"Iya, buruan makan "


...▪️▪️▪️...


Sarapan pagi selesai. Leha mulai menyiapkan makanan untuk Juna yang bekerja di halaman depan rumah, merapikan tumbuhan hias milik Zayn yang sudah tumbuh.


"Juna ayo makan " panggil Leha jongkok disebelah Juan yang tengah memotong tanaman.


"Kamu gak perlu sampai kesini, letakkan saja makanannya diatas meja sana " ucap Juna sesekali menaikkan kacamatanya yang turun.


Leha mengikuti perkataan Juna, ia menaruh makanan yang ia bawa diatas nampan diatas meja. Lalu berjalan menghampiri Juna kembali, jongkok disebelah lelaki itu.


"Gimana jari kamu, masih sakit? "


"Sedikit, tapi gak papa " balas Juna.


Leha meraih lengan Juna dan melihat jari kelingking yang terjahit itu. Tampak lebih baik dari yang dulu.


"Syukurlah " Leha menghela nafas lega, melepaskan lengan Juna.


Tiba-tiba saja perhatian mereka berdua teralihkan pada seseorang yang mengetuk pintu rumah Zayn. Mereka berdua serentak berdiri.

__ADS_1


Dari belakang, seorang itu tampak familiar dibenak Leha. Punggung jangkung, kemeja putih, dan tas hitam yang ia jenteng ditangan kanannya, tidak salah lagi, itu adalah Glen.


......▪️▪️▪️......


"Sebentar " Kaula berseru meletakkan Vacum Cleaner dilantai, menghampiri pintu rumah yang terketuk tiga kali.


Kaula menarik gagang pintu berpoleskan gold. Didapatinya Glen yang berdiri di depan pintu sambil sumringah hingga tampak deretan giginya.


"Oh Glen, ada apa? "


"Nona Bella ada? beliau pagi tadi menelponku katanya disuruh kemari."


"Tentu saja ada, silakan masuk nanti aku panggilkan " balas Kaula dengan senyuman mengembang.


Ia menuntun Glen untuk mengikuti sampai keruang utama, Kaula mempersilakan Glen duduk disofa dan mulai berjalan kearah dalam mencari Bella berada.


Selang beberapa menit, Kaula datang membawakan segelas minuman untuk Glen yang tengah bersilang kaki.


Kaula menurunkan segelas teh dari nampan keatas meja. "Tunggu sebentar ya, nona Bella-nya sebentar lagi sampai. Beliau sibuk menegur Sida yang tidak sengaja membuat pakaian yang baru dicuci menjadi kotor." Jelasnya memeluk nampak sambil bergoyang kiri dan kanan. Salting.


"Ohh begitu" sahut Glen meneguk segelas kopi yang disediakan oleh Kaula.


"Ngomong-ngomong apa bel rumah ini rusak? dari tadi aku tekan suaranya gak keluar " tanya Glen karena sebelumnya ia sudah menekan bel yang ada disamping pintu namun tidak terdengar suara.


Bel tersebut sudah tidak berfungsi tadi malam saat Arga datang.


Kaula berfikir sejenak, sambil netra hitamnya melirik keatas.


"Mungkin, nanti aku beritahu Juna untuk mengeceknya " balas Kaula.


Saat mereka sedang bertukar suara, tiba-tiba Bella datang membuyarkan percakapan mereka berdua. Glen segera bangkit dari duduknya menyapa Bella yang sudah berdiri disebelahnya.


Perempuan bersurai hitam yang sudah muncul beberapa rambut putih, Dengan rambut disanggul. Menandakan bahwa umur perempuan itu sudah tidak lagi muda.


"Apa kabar bibi, ah! maksudku nona Bella "


Bella mengacak-acak rambut Glen. "Baik, sekarang ikuti aku "


"Kemana? " Celetuk Kaula saat melihat Bella menuntun Glen.


"Bukan urusanmu, lakukan saja tugasmu sekarang. " Balas Bella yang sudah menaikki anak tangga.


Kaula berdecih kemudian beranjak meninggalkan ruang utama menuju dapur, menaruh kembali nampan yang sedari tadi ia peluk.


......▪️▪️▪️▪️......


^^^|1.16| PM. Langit terbelah menjatuhkan ribuan air, membasahi jalan aspal yang panas.^^^

__ADS_1


__ADS_2