Tuan Zayn

Tuan Zayn
Balpoin Z


__ADS_3

"Hai Kaula " Leha menyapa, seraya mengintip apa yang sedang Kaula kerjakan.


Kedua bahu Kaula seketika terangkat naik.


"Kamu ngagetin ah " ketusnya, Kaget akan kehadiran Leha yang tiba-tiba.


"hehehe,,maaf ya. Sini Biar aku aja kamu pasti capek "


Leha mengambil piring dan sendok dari tangan Kaula lalu mendorong tubuh perempuan yang lebih pendek darinya itu untuk lebih dulu kembali ke kamar.


"Beneran nih? " tanya Kaula tak percaya.


Leha mengangguk.


Dengan sigap Kaula melayangkan senyuman lalu membungkuk ucapan terima kasihnya kepada Leha, ia bergegas menuju ruangan kamarnya yang berada di No 5.


Leha menggeleng pelan diringi senyuman kecil di bibirnya melihat tingkah Kaula barusan, seperti bocah.


Leha mulai memasukkan sayur-ikan, tak lupa juga nasi kedalam piring. Membuatnya menjadi dua, untuk Juna serta untuk penjaga rumah yang tak Leha tau lagi namanya.


Leha meletakkan minuman serta piring di atas nampan bermotifkan kayu coklat, dengan gembira Leha mengangkut nampan itu menuju keluar rumah.



...▪️▪️▪️...


"Dimana ya? " Leha menengok kiri dan kanan halaman, namun tak dijumpainya seorang pun disana.


Leha kemudian beralih mencari Juna di samping rumah, tempat pertama kali ia mendengar suara Juna bersenandung.


Dan benar saja, lelaki berkacamata itu tengah duduk di bangku putih bersama dengan seorang pria paruh baya yang lebih tua dari Juna.


"Eh Leha " Juna bangkit dari duduknya setelah melihat Leha yang menghampiri dirinya.


Juna membantu Leha menurunkan piring serta minuman yang ada diatas nampan.


"Tak papa Juna, biar aku saja " ucap Leha lembut menurunkan gelas terakhir.


Ia tersenyum lalu mengangguk pamit untuk kembali ke dalam rumah.


"Terima kasih Leha " ucap Juna yang diangguki pelan oleh Leha yang mulai beranjak pergi dari sana.


Saat Leha tengah melewati halaman rumah untuk tiba didepan pintu masuk, tiba-tiba ada sesuatu yang mengenai atas kepalanya hingga Leha mengaduh mengusap kepalanya lalu mendongak keatas.


"Sakit "


Leha kemudian menunduk mencari sesuatu yang baru saja jatuh dikepalanya. Sebuah balpoin, Leha lantas memungut balpoin tersebut. Diamatinya Balpoin cantik gold dengan inisial Z dibatangnya.


"Cantik, tapi punya siapa? " gumam Leha memasukkan balpoin tersebut ke dalam saku bajunya dan beranjak pergi dari sana.

__ADS_1



...▪️▪️▪️...


"Syukur Leha tadi tidak sempat melihatku " Zayn mengusap dadanya perlahan, bersembunyi dibalik gorden kamarnya.


Sesaat sebelum kejadian. Saat itu Zayn sedang duduk di balkon kamar sembari menuliskan sesuatu di lembaran kertas kosongnya. Dan saat itu pula saat Leha melintas dibawah tak sengaja saat Zayn hendak meraih ponselnya tiba-tiba balpoin yang ada ditangannya menggelending dan jatuh tepat mengenai puncak kepala Leha. Hingga suaranya Leha mengaduh pun terdengar dari balkon kamar Zayn.


Zayn melongak kebawah, didapatinya Leha yang sedang memungut balpoin kesayangannya. Malu, Zayn pun bergegas bersembunyi masuk kedalam lipatan gorden jendela.


▪️▪️


Zayn segera keluar dari tempat persembunyiannya. Lalu kembali melongak kebawah untuk melihat keberadaan Leha yang ternyata sudah tak lagi disana.


"Lama kita tidak bertemu "


Zayn kemudian mendekati meja, merapikan perkekas miliknya yang ada diatas sana, membawa semua masuk kedalam kamar. Perlahan Zayn masukkan semua perkekasnya kedalam laci nakas paling bawah.


Zayn tertegun sesaat setelah melihat buku diary usang ada didalam sana. Disambul buku diary itu tertulis.


'Milik Pribadi jangan dibuka '


"Kesalahan terbesar dalam hidupku adalah membuka diary itu. " Zayn meletakkan perkekasnya hingga membuat buku diary tersebut tertimbun.


Zayn menarik lampu tidurnya lalu naik ke atas tempat bersiap untuk segera memejamkan kedua kelopak matanya yang mulai terasa berat.



...▪️▪️▪️...


Masih terlalu dini baginya untuk membersihkan rumah lebih dulu. Kebiasaan bangun paginya terbawa sampai Leha pindah kerja di kediaman Zayn Agnibrata.


"Apa orang rumah masih tidur? " Leha bergumam pada dirinya sendiri. Leha kemudian mengoleskan sedikit pewarna bibir, di bibir bagian bawahnya.


Mulai meratakan perwarna itu secara merata di bibir atas-bawah.


Leha kemudian bangkit dan menaruh cermin itu diatas nakas kecil yang berada di sebelah tempat tidur. Matanya membulat setelah melihat balpoin Z yang ia dapat tadi malam di halaman rumah.


Leha meraih balpoin itu dan menyimpannya kedalam saku.


"Mungkin balpoin itu punya Tuan Zayn, jadi aku harus ngembaliin." Batin Leha memutar kuncir dan melangkah keluar dari kamar.


Tadi malam, sebelum tidur, Leha terus memandangi balpoin dengan inisial Z itu. Sesekali matanya naik keatas melihat langit-langit kamar lalu beralih menatap balpoin ditangannya.


"Inisial Z. Siapa lagi kalau bukan Tuan Zayn." Cicit Leha merubah posisi tidurnya ke samping kanan. "Besok harus ku kembalikan, mungkin Tuan Zayn sedih kalau kehilangan balpoin ini."


Lorong didepan kamar Leha tampak sunyi dan sepi. Mungkin pelayan lain masih tertidur pulas diatas tempat tidur. Pasalnya ini baru pukul setengah empat pagi.


Leha tiba di ruang utama, tak ada seorang pun disana. Saat Leha hendak menuju tangga yang mengarah kelantai atas, tiba-tiba saja perhatiannya teralihkan pada pintu utama yang sedikit terbuka.

__ADS_1


Kening Leha mengerut. "Apa sudah ada yang bangun? " Leha berjalan mendekati pintu utama. Lalu mengintip dari belakang pintu.


Tampak seorang pria bertubuh jangkung tengah berdiri dihalaman rumah dengan telanjang dada.


Leha memberanikan diri melangkah mendekati lelaki yang ada dihadapan sana. Pelan tapi pasti.


Satu lengan Leha terangkat naik hendak menepuk pundak orang itu, tetapi orang itu lebih dulu menangkap pergelangan lengan Leha. Menghentikkan pergerakkan Leha.


"Lepas,lepasin " Leha memberontak seketika, namun terhenti setelah lelaki itu menoleh.


"Tuan Zayn " cicit Leha.


Zayn melepaskan pegangannya lalu berjalan mendekati bangku yang ada disisi kiri teras. Meletakkan buku serta balpoin di atas meja, lalu meraih handuk yang sudah ia siapkan.


Zayn membaluti tubuhnya menggunakan handuk biru berbordirkan benang gold inisial namanya ZA.


"Kenapa kau kesini?" Zayn mendudukan dirinya di bangku berukir putih.


"Maaf tuan, saya kira tadi anda adalah orang lain yang masuk ke halaman. "


"Memangnya siapa yang berani masuk kesini tanpa izin? " Zayn menoleh kearah Leha yang masih berdiri disana.


Leha terkekeh malu atas pertanyaannya seraya menggaruk tengkuk lehernya.


"Bangun mu terlalu pagi, ini bukan waktunya untuk bersih-bersih." Zayn bangkit dari posisi duduknya.


Waktu kerja pelayan di kediaman Zayn dimulai ketika pukul sudah menunjukkan 5 pagi. Dan Leha bangun lebih awal.


Ketika Zayn hendak melangkah masuk kedalam rumah. Leha lebih dulu menghentikkan langkah Zayn dengan ucapannya.


"Tuan Zayn, apakah tuan kehilangan balpoin? " Leha merogoh sakunya lalu berjalan menghampiri Zayn yang berdiri di ambang pintu utama.


"Tadi malam saya tidak sengaja menemukan balpoin ini jatuh dari atas,saya tidak tau ini punya siapa. Tapi, jika dilihat dari inisial nama yang ada di batang balpoin, kemungkinan ini punya Tuan. " Jelas Leha menunjukkan balpoin yang ia maksud.


Zayn melirik kearah balpoin itu, lalu beralih menatap Leha yang tersenyum simpul kepadanya.


"Boleh kau ambil, lagipula itu balpoin mahal. Bisa kau jual " Zayn masuk kedalam rumah meninggalkan Leha yang masih disana.


Sebelum jauh, Zayn sempat berbalik badan dan menggerakkan lengannya kembali. "Batang balpoin itu dilapisi emas " Zayn merotasikan tubuhnya dan menaikki anak tangga.


Mulut Leha seketika membentuk huruf O sempurna. "Emas? emas? " ucapnya berulang kali melihat balpoin lalu kepunggung Zayn yang sudah jauh.


"Bukannya ini terlalu berharga, " batin Leha memasukkan balpoin itu kedalam saku. "Akan ku simpan saja, mungkin tuan Zayn akan memerlukannya nanti " ucap Leha bicara sendiri.


Leha menoleh ke atas meja, dimana buku dan balpoin Zayn letakkan. Leha mendekat, memandangi permukaan buku itu yang terbuka, hingga nampak isi dalam buku tersebut. Sebuah gambaran indah langit dan halaman rumah Zayn yang tergoreskan oleh tinta hitam. Serta kalimat terakhir yang berada diujung pojok gambaran.


Dari waktu itu aku berusaha pergi dari perasaan ini,


...▪️▪️▪️▪️...

__ADS_1


^^^| 8.00 PM | Alhamdulillah rasa nyeri gara-gara sariawan udah berkurang^^^


__ADS_2