Tujuh Hari Bersama Senja

Tujuh Hari Bersama Senja
Episode 1


__ADS_3

Cahaya pagi menyinari bumi hari ini, sepasang kaki melangkah menyusuri indahnya jalanan. Pepohonan yang rindang, suara burung bersautan menambah semangat untuk menjalani pagi ini. Tak terasa sudah 10 menit gadis cantik ini berjalan menuju sekolah.


“Masih sepi ya ternyata disekolah” ucapnya sambil melihat jam ditanganya. “Ada waktu 30 menit nih sebelum bel masuk, aku mau ke taman belakang sekolah saja”. Dia berjalan menyusuri koridor sekolah menuju taman belakang. Dia duduk di salah satu kursi, mengeluarka buku dan pena yang biasanya dia bawa. Diapun mulai menulis dibuku tersebut.


Selamat pagi semesta.


Apa kabar hari ini? Aku berharap hari ini menyenangkan.


Masih dengan hati yang sama, menganggumi dalam diam dan masih melihatnya dari kejauhan.


Semestas aku berharap hari ini dia sehat dan bahagia. Jaga dia semesta, jaga dia untuk aku


__ADS_1


Kenanga, 12 Juli 2021*



Dia menutup bukunya kembali, memasukkan kedalam tas dan dia mulai menikmati pagi ini di halaman belakang sekolah. Bel pun berbunyi dia bergegas menuju dalam kelas.


Suasana dalam kelas sudah ramai, dia menuju ke tempat duduknya dan sudah terlihat teman-temannya di sana. “Dari mana lo kenanga? Tanya salah satu teman gadis itu. “Gue baru datang dari taman belakang” ucapnya sambil meletakkan tas dan mempersiapkan buku yang akan digunakan hari ini.


Suasana kelas hening, guru sudah mulai menerangkan pelajaran. Seperti biasa ada banyak karakter siswa di dalam kelas. Ada yang memang fokus untuk mendengarkan pelajaran, ada yang mengantuk dan ada juga yang bercerita dengan teman sebelahnya. Tak terasa bel istirahat sudah berbunyi, semua siswa sudah mulai keluar kelas dan menuju kantin.


“Lo gimana Kenanga? Kantin gak lo? Tanya Megumi. Dia yang sibuk memasukkan buku kedalam tasnya menoleh kearah teman-temannya yang sudah siap pergi meninggalkan kelas. “Gue gak deh, gue udah sarapan dan bawa bekal juga. Nanti gue mau makan jam istirahat kedua aja, gue kelapangan ya mau ngadem”.


Mereka pun bergegas keluar kelas dan sampai di depan kelas mereka berpisah. Kenanga yang ingin kelapangan pergi kearah utara. Sepanjang perjalan banyak siswa yang menyapa dan sesekali mengajak Kenanga mengobrol, karena memang mereka suka dengan keramahan Kenanga. Dia cantik tapi tidak pernah sombong dengan teman-teman yang lainnya. “Hai Kenanga, mau kemana nih kok sendiri?” sapa salah satu siswa perempuan dikoridor itu. “Oh hai… aku mu kelapangan nih, sendiri aja karena temen-temenku pada kekantin” ucapnya ramah pada siswa tersebut. “Aku duluan ya mau kelapangan dulu”

__ADS_1


Kenanga pun pergi kelapangan dan mencari tempat duduk di bawah pohon samping lapangan. Dia mengamati aktivitas siswa yang ada dilapangan. Ada yang sedah bermain bola, ada yang sekedar duduk dan berbincang dengan temannya. Ada pula yang duduk berdua, mungkin saja mereka berpacaran. Saat sedang asik melihat sekeliling, tiba-tiba mata Kenanga tertuju pada satu objek yang sangat menarik perhatiannya. Senyum yang biasa dia lihat, sekarang terpancar pada wajar laki-laki itu. Keringan didahinya membuat kesan lebih tampan pada wajahnya.


“Oh tuhan, berkeringat saja dia tampan” ucap Kenanga dalam hati. Dia masih teringat saat pertama kali dia bertemu dengan laki-laki itu. Laki-laki yang membuat dia terpesona sejak pertama kali mereka bertemu.


\~ flashback \~


............


Next ya flashbacknya 😊


🌸🌸🌸🌸🌸


Selamat datang dicerita ini

__ADS_1


Semoga kalian suka❤️


__ADS_2